Kembalinya Cinta

Kembalinya Cinta
KC 6


__ADS_3

Diluar Alvin terus memandangi setiap sudut ruangan. Dia melihat banyak foto dan juga hiasan yg tertata rapi. Sangat rapi dan perfect. Dia terpaku dengan satu foto yg pernah Cinta ambil dikala dia masih kecil. Terdapat 2 orang anak kecil yg sedang berpose layaknya model.


Mungkin adiknya, begitu sempurna. gumam Alvin


Setelah puas berkeliling bukannya pulang, Alvin menuju dapur dan melihat persediaan sayur di kulkas. Kemudian dia membawa beberapa ikan dan seafood beserta sayurannya. Dia mulai mengiris dan menumis bahan bahan yg disediakan. Dia bermaksud akan memasak makan malam untuk Cinta. Karena dari tadi dia belum makan, hanya bubur dan itu pun sedikit.


****


"Ehhmmmm...." Cinta pun membuka matanya perlahan. Badannya sudah mulai membaik. Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam


Mungkin dia sudah pulang dari tadi. gumam Cinta.


Dia pun bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya. Setelah selesai, dia keluar dan mengambil baju tidur tipis berwarna cream senada dengan kulit putihnya hingga menampilkan aura yg sangat kuat. Terlihat cantik dan sexy.


"Makan apa yah enaknya..hhmm Kayanya aku mau masak dulu deh" ucap Cinta sambil menuruni tangga. Betapa terkejutnya Cinta saat melihat meja makan penuh dengan hidangan yg begitu lezat.


Siapa yg masak, apa bibi dateng ke apartemen? Tapi aku kan belum ngasih tau daddy atau mammy. pikir Cinta


"Kamu udah bangun?" tanya Alvin yg mengagetkan Cinta


"Kamu masih disini? bukannya tadi aku suruh kamu pulang?" tanya Cinta heran


"Aku masih khawatir dengan keadaan kamu jadi aku nungguin kamu dulu. Barusan papa kamu nelpon nanyain kamu dimana. Barusan ditelpon ke hp kamu ga dijawab terus jadi papa kamu nelpon ke aku" melihat Cinta yg mengerti penjelasan Alvin kemudian mengajaknya untuk makan.


"Kamu yg masak?" tanya Cinta


"Iya, cobalah. Mungkin tidak akan seenak buatanmu. Tapi setidaknya ada makanan yg masuk ke perutmu agar cepat pulih" ajak Alvin setelah menempelkan tangannya di dahi Cinta dan menarik pelan agar duduk dikursi.


Alvin yg telaten menyiapkan nasi dan lauk pauknya di piring Cinta. Cinta hanya menerima perlakuan Alvin yg begitu perhatian.

__ADS_1


Mereka pun makan dengan tenang dan hening, seperti biasa.


Setelah makan, Cinta membuatkan teh hijau untuk mereka berdua dan membawanya ke meja ruang tengah menyusul Alvin.


"Ini tehnya, aku ga tau kamu suka atau engga tapi cobalah" tawar Cinta


"Ini tidak buruk" jawab Alvin yg kemudian meminum teh nya lagi dan lagi.


"Aku kedapur dulu, mau bersihin tadi bekas makan. Karena besok bibi ga dateng. Dia dateng kalo 2 hari sekali" tutur Cinta dan langsung beranjak ke dapur. Alvin yg melihatnya langsung mengikutinya dan duduk di mini bar sambil meminum tehnya.


"Oh ya Cinta, untuk perjodohan itu apa kamu sudah memikirkannya?" tanya Alvin


"Aku ga tau Vin, tapi akan aku coba. Seperti tidak terlalu buruk. Tapi aku juga tidak mau terburu buru. Kita jalani aja" jawab Cinta


"Oke kalo gitu kita bisa..."


"Kamu kenapa Cinta?" tanya Alvin. "Ya ampun kenapa tangan kamu bisa berdarah?" tanyanya lagi khawatir.


"Ga apa apa, tadi aku ga liat ada pisau disitu jadi yah ketusuk. Dikit jadi ga apa apa santai aja Vin" ucap Cinta yg so kuat padahal perihnya minta ampun


"Sini aku obatin, mana kotak obatnya?" tanya Alvin. Cinta menunjuk lemari pojok. Alvin langsung membukanya dan membawa kotak obat tersebut.


"Ayo sini kita bersihin dulu" ajak Alvin menuju ruang tengah. Cinta pun mau tidak mau menurut saja karena sudah merasa perih


Dengan telaten Alvin mengobati lukanya. Dia sangat hati hati.


"Sudah, masih perih?" tanyanya


"Sedikit tapi no problem" senyum Cinta tulus

__ADS_1


Cantik. kata Alvin


"Kenapa senyum senyum?" tanya Cinta


"Cantik. Kamu cantik" spontan Alvin mengatakannya tanpa sadar karena masih terpesona oleh kecantikan Cinta.


"Gombal" Cinta yg mendengar ucapan Alvin seketika memerah dan memalingkan wajahnya. Saat dia akan pergi, tangannya ditahan dan ditarik hingga Cinta kembali duduk dipangkuan Alvin


Cinta yg kaget kemudian akan berdiri namun tetap ditaha oleh Alvin. Dipeluknya Cinta oleh Alvin. Cinta ingin berontak tapi tubuhnya berkata lain. Nyaman. Itu yg dirasakan Cinta saat ini.


"Kamu ngapain sih Vin. Udah lepas. Jangan kaya gini"


"Aku mohon sebentar aja, aku mau peluk kamu seperti ini" pinta Alvin. Dia begitu nyaman dengan memeluk calon istrinya tersebut. Aroma tubuh Cinta begitu kuat menusuk hidung Alvin sehingga membuatnya betah.


"Cinta aku sayang kamu, aku cinta kamu" kata kata itu tiba tiba teelobtar dari mulut Alvin


"Tapi ... tapi itu terlalu cepat Vin. Kita baru ketemu beberapa jam"


"Aku tulus mencintai kamu Cinta. Aku mau kita segera menikah" tukas Alvin.


Cinta yg masih duduk dipangkuan Alvin menatap mata Alvin begitu dalam.


Terpancar ketulusan dan kesungguhan dimatanya.


Ya tuhan belum pernah aku melihat tatapn tulus seperti ini. Dulu pun aku tidak melihat ketulusan yg terpancar dimata Richard. batin acinta. Tak terasa air matanya pun keluar.


"Hey kenapa kamu menangis? Apa aku menyakitimu shunsine?" tanya Alvin hati hati. Cinta hanya menggelengkan kepala. Tak sanggup untuk berkata kata.


Lama mereka saling bertatap. Dan ntah siapa yg memulai duluan akhirnya bibir mereka menyatu. Hanya sentuhan lembut.

__ADS_1


__ADS_2