
Candra berbaring dikamarnya merasakan sesak saat melihat Cinta yang bermesraan dengan Chan dihadapannya .
Perasaannya terhadap Cinta semakin hari bukannya semakin hilang tetapi malah semakin besar .
Candra semakin tidak bisa jauh dan tidak mau berpisah dengan Cinta .
Pernikahannya dengan Zura merupakan rencana busuknya Candra , agar menutupi niat jahatnya kepada Zura dengan cara memanfaatkan Zura sebagai alat atau pion mengenai Cinta .
Candra ingin selalu mencintai dan menjaga Cinta , namun malah Zura yang tertarik pada Candra dan Zura tulus mencintai Candra .
Candra juga tidak memungkiri bahwa Zura sangat Cantik namun sayang Candra lebih tertarik pada Cinta , dan Candra tidak pernah mencintai Zura , Candra menganggap Zura sebagai adiknya saja .
Namun demi Cinta , Candra harus membagi perasaannya dan membohongi Zura , agar Zura benar - benar jatuh cinta terhadapnya .
Zura pernah merasa aneh dengan Candra yang tiba - tiba membujuknya dan merayunya agar mau menjadi kekasih Candra .
Kini Candra terus berfikir dan merasa sudah terlambat untuk mengakhirinya bersama Zura , hari pernikahannya tinggal dua hari lagi , Candra tidak akan tega melihat Cinta dipermalukan oleh dirinya dan keluarga Zura .
Yang terjadi akan sangat berbahaya karena bukan hanya dirinya yang dibenci oleh keluarga Zura namun Cinta pun akan terkena imbasnya .
Keraguan Candra menikahi Zura sudah dititik yang tertinggi dan ingin segera mematahkannya dengan cara membatalkan pernikahan ini.
Candra berfikir dan terus berfikir sampai kepalanya merasa pusing .
**************
Drttttttt,,, Drtttttttt,,,,,
Lamunan Candra terhenti dan terbuyarkan oleh telepon dari Zura . Dengan malas Candra mengangkat telepon dari Zura .
Zura : " Assalammualaikum ,,,Candra ."
Candra : " Waalaikumsalam,,,,Zura , ada apa? "
Zura : " Kamu udah tidur ? "
Candra : " Belum , kan lagi telponan bareng kamu ."
Zura : " Aku , ganggu ya ? "
Candra : " Tidak ganggu kok , namun jam segini kamu belum tidur ."
Zura : " Dua hari lagi kita menikah , tapi aku kok rindu banget ya , ingin ketemu ."
Candra : " hahaha , kamu tuh lucu , tenang saja , aku ngga akan pergi ninggalin kamu samai hari H tiba ."
Zura : " Loh , kok kamu gitu sih ngomongnya , emangnya kamu ngga kangen sama aku ? "
__ADS_1
Candra : " Iya deh,, kangen kok ."
Zura : " Ya sudah kamu istirahat lagi saja ya , aku tutup , wassalamualaikum ."
Zura mengakhiri teleponnya dengan Candra , walaupun ada rasa gelisah dan keraguan yang terus menyiksa dirinya , kini hanya Zura yang bisa memendam semua rasa itu .
*************
Chan yang sedang membantu Cinta mengemas barang - barang yang dibutuhkan nanti saat persalinan .
Tiba - tiba Chan menanyakan keraguannya Candra terhadap pernikahannya dengan Zura membuatnya merasa tidak tenang , Candra seperti masih mengharapkan kamu Cinta .
Cinta yang sudah mau tidur sampai terkejut dan menghadap Chan yang sedang memasukkan baju bayi ke dalam koper .
Chan nyengir kuda , dan segera menjelaskan kepada Cinta bahwa dirinya telah melupakan perkataan tadi dan meminta Cinta untuk tidak mempedulikannya .
Cinta merasa ada yang tidak beres antara Candra dengan Chan , sebenarnya Cinta juga merasa sedikit aneh melihat Candra yang sikapnya berubah saat kedua orang Cinta telah meninggal .
Cinta menepis semua keraguannya terhadap Candra , Cinta yakin pernikahan Zura dan Candra merupakan anugrah .
Mereka sangat serasi , Candra merupakan seorang dokter dan kini master dari seorang ahli bedah .
Sementara Zura , seorang dokter umum yang cantik dan ramah .
Mereka sangat kompak dan terlihat tidak masalah .
Kalau itu benar terjadi , Cinta akan menyesal dan merasa bersalah terhadap Zura .
************
Candra masih belum mengantuk , Candra merasa bosan dengan aktivitasnya sehari - hari yang hanya tidur , makan dan mempersiapkan pernikahannya .
kenapa harus cuti , padahal Candra masih ingin sibuk kerja satu hari sebelum hari H , barulah mengambil cuti .
Tetapi fikiran seperti itu ditepisnya kembali . Candra berfikir kalau seandainya , Cinta tidak mengurusnya dan meminta cuti untuknya , males rasanya harus diam di rumah dan melihat kemesraan Cinta bersama Chan membuatnya muak .
Candra harus bertahan dan menahan semuanya . Candra hanya menuruti semua perintah Cinta , namun tidak akan menuruti permintaan Chan yang menyuruhnya menjauhi Cinta .
Dengan permintaan cuti untuknya , merupakan kesempatan baginya agar lebih dekat dengan Cinta .
Semakin hari Candra semakin senang karena begitu dekat dengan Cinta , walaupun ada Chan yang selalu menunggunya .
Candra merasa Cinta semakin hari semakin cantik , walaupun dalam keadaan hamil , Cinta tetap tercantik dan terbaik , yang selalu menempati posisi tertinggi dihati Candra .
Candra juga sangat senang bila melihat Chan dan Cinta berdebat , apalagi saling bertengkar , namun itu tidak mungkin mereka lakukan karena Cinta berkepribadian sangat lembut dan sabar .
Sebenarnya Candra bila berada dengan Zura , seolah - olah Candra merasa itu Cinta , dalam hati dan prilaku Candra terhadap Zura merupakan kebohongan belaka .
__ADS_1
Candra bila dekat dengan Zura seolah membayangkannya dengan Cinta barulah Candra merasa nyaman .
************
Sementara Chan yang berbaring disamping Cinta , setelah membereskan pakaian bayi pada koper , melihat wajah Cinta dan tidur menghadap Cinta serta mengusap rambut dan mencium kuping Cinta .
Cinta yang sudah tertidur , bergerak karena geli membuat Chan semakin semangat mendekati Cinta .
Chan merasa kasihan melihat Cinta yang harus mengandung bayi kembar , darah daging Chan .
Semua kebutuhan dan persiapan barang - barang bayi kembar , Chan yang mengurusnya .
Chan sampai mendekor kamar bayi kembarnya sendiri , serta membeli barang sesuai yang diinginkannya .
Chan merasa senang , sebentar lagi Cinta akan menjadi seorang ibu , dan Chan jadi seorang ayah .
Chan begitu tergoda melihat Cinta yang terlihat **** , namun hasratnya segera ditepisnya.
Chan memeluk Cinta dan segera tidur menyusul Cinta yang sudah terlelap lebih dulu .
***********
Keesokan harinya,,,,,,,
Cinta membangunkan Chan dan menyuruhnya sarapan yang khusus dibuatkan oleh Cinta .
Cinta juga mengajak pergi ke rumahnya yang dulu untuk melihat berapa banyak anak yatim piatu yang sudah masuk dan belajar mengaji bersama ustad Azam .
Chan mengangguk setuju , berhubung hari ini hari jum' at dan ada waktu untuk menunaikan ibadah jum ' at bagi para lelaki .
Cinta merasa senang dan semakin semangat , segera makan makanan yang sudah disiapkan bibi dengan menyantapnya semakin lahap sampai pipinya kembung.
Chan dan Cinta pun segera bersiap untuk pergi menuju rumah peninggalan kedua orang tua Cinta yang kini menjadi tempat penampungan anak yatim piatu .
Rumah kedua orang tua Cinta sekarang makin ramai dan terlihat lebih luas juga tertata rapih dengan beberapa pengurus panti dan para santri yang dipimpin oleh ustad Azam.
Kedatangan Chan dan Cinta disambut hangat oleh ustad Azam dan pengurus panti .
Anak - anak yatim piatu asuhannya pun segera menyambut kedatangan Cinta dan Chan .
Cinta dan Chan merasa terharu dan segera membagikan makanan juga mainan yang dibawanya khusus untuk anak yatim piatu yang masih kecil .
Ustad Azam dan para santri mengajak Chan juga Cinta melihat sekeliling pesantren juga melihat hasil renov yang telah selesai dikerjakan baru - baru ini .
Chan dan Cinta sangat senang karena hasilnya sangat cocok dengan keinginan Cinta juga Chan .
* Mohon dukungan like juga favoritnya ya 🙏*
__ADS_1