
Keesokan harinya,,,,,,,,,
Chan dan Cinta telah selesai berkemas dan bersiap untuk pulang ke kota A.
Chan dan Cinta berpelukan dengan kedua orang tua Cinta melepas kepulangan Cinta ke kota A.
Bi Minah pun menangis melihat Cinta pergi lagi.
Chan berjanji akan sering mengajak Cinta kembali ke kota B untuk mengunjungi mertuanya.
Cinta menangis dan merasa berat meninggalkan kedua orang tuanya.
Namun bu Karsih dan pak Karta menenangkan Cinta dan menjelaskan bahwa mereka baik - baik saja disini.
Chan pun mengajak Cinta untuk segera naik mobilnya menuju Bandara.
Kedua orang tua Cinta dan bi Minah mengantarkan kepergian Cinta sampai halaman depan saja .
Diperjalanan menuju Bandara Cinta terus menangis memikirkan keadaan orang tua yang ditinggalkannya.
Sambil fokus menyetir Chan terus menenangkan Cinta , dan menggenggam tangan Cinta dengan tangan kirinya karena tangan sebelahnya sedang memegang stir.
Cinta pun akhirnya merasa tenang dan berhenti menangis. tidak lama kemudian sampai di Bandara , seperti biasa Chan menelepon orang kepercayaannya dan memberikannya kunci mobil dan meminta tiket pesanannya.
Kini Chan dan Cinta sudah berada didalam pesawat , Chan selalu menggenggam tangan Cinta dan merangkulnya.
Cinta pun sudah terbiasa dengan sikap Chan dan merasa nyaman.
Seorang pramugari yang selalu saja memperhatikan Chan dan menggoda Chan membuat Cinta geram dan menegur pramugari tersebut.
Chan tidak sadar kalau dirinya selalu menjadi pusat perhatian kaum hawa selain tampan Chan memiliki tubuh yang gagah dan menjadi idaman para perempuan.
Chan pun tersenyum ternyata lucu juga melihat Cinta yang lagi Cemburu.
*********************
Mereka kini telah sampai di Bandara kota A.
Chan segera menelepon seseorang untuk menjemputnya.
Tak lama Chan dan Cinta segera dijemput oleh orang kepercayaan Chan.
Sungguh mereka tidak menyangka bahwa Gava keponakannya ikut menjemput kedatangan Cinta dan Chan.
__ADS_1
Gava memeluk Chan dan Cinta dengan hangat . Gava menangis dan membujuk orang kepercayaan Chan untuk ikut karena Gava sangat merindukan uncle dan aunty nya yang semenjak hari pernikahannya belum pernah bertemu kembali.
***********************
Sesampainya di rumah milik Chan , Cinta segera membereskan barang bawaannya dan Chan menelepon kakaknya menanyakan orang yang bisa bantuin mengerjakan pekerjaan rumah.
Kakaknya langsung menyuruh bi Jum ke rumah Chan untuk tinggal disana dan membantu keluarga kecilnya. Bi Jum pun mengerti dan langsung bergegas naik ke mobil Vira kakaknya Chan.
Jarak antara rumah Vira ke rumah Chan tidak terlalu jauh , jadi Vira cepat sampai didepan rumah Chan.
Gava yang menyambut kedatangan ibunya sangat bersemangat dan bercerita tentang kebahagiaannya bersama Cinta auntynya.
Vira memeluk Gava anaknya dan menyuruh bi Jum masuk.
Bi Jum langsung ditunjukan kamarnya oleh Cinta setelah sebelumnya Cinta ngobrol terlebih dahulu dengan Chan.
Vira memeluk Cinta adik iparnya yang sangat ditunggu kedatangannya.
Mereka asyik ngobrol seputar perempuan , sementara Chan mengerjakan pekerjaannya yang mendesak diruang kerjanya setelah tadi menerima telepon dari sekertarisnya.
Vira mengatakan kalau Cinta harus bersabar menghadapi Chan yang gila kerja .
Cinta hanya tersenyum menanggapi apa yang Vira katakan.
Vira memberikan nasehat kepada Cinta mengenai urusan rumah tangga dan mengingatkan Cinta supaya bisa membagi waktu antara suami dan pekerjaannya.
Cinta menganguk tanda mengerti dan berterima kasih kepada Vira karena telah memberikan nasehat dan saran yang sangat bermanfaat untuk rumah tangganya.
***********************
Ditempat lain , dokter Candra sudah sehat kembali , dan ingin mengunjungi rumah Cinta , walaupun sebenarnya kesal bertemu Chan tapi mau - tidak mau sekarang dokter candra harus ketemu Chan bila ingin bertemu Cinta.
Bu Karsih sedang menyiram bunga didepan pekarangan , kemudian masuk mobil dokter Candra , setelah selesai mobil terparkir , dokter Candra menghampiri bu Karsih dan mengucapkan salam.
Bu Karsih langsung menghentikan aktivitasnya dan menyambut kedatangan dokter Candra kemudian menyuruhnya masuk kedalam rumah.
Di dalam rumah dokter Candra celingak celinguk mengamati seisi ruangan , pak Karta yang baru saja muncul menyambut dokter Candra dengan ramah.
Pak Karta pun memberitahukan bahwa Cinta dan Chan sudah kembali ke kota A.
Dokter Candra seketika terlihat murung kemudian kembali menutupi perasaannya didepan pak Karta.
Bu Karsih membawakan cemilan dan bi Minah membuatkan jus buah segar untuk dokter Chan.
__ADS_1
Dokter Chan kemudian berbincang dengan pak Karta dan Bu Karsih serta berterima kasih kepada mereka bahwa mereka telah merawatnya.
Bu Karsih sangat senang melihat keadaan dokter Candra yang baik - baik saja.
Mereka sangat bahagia melihat dokter Candra sehat dan bisa bekerja kembali.
Kemudian ibu Karsih menyampaikan pesan , amanah dari Cinta dan Chan yang memberikan secarik kertas yang dituliskan Cinta juga Chan sebelum mereka kembali.
Dokter Candra merasa sangat bahagia ternyata Chan dan Cinta benar - benar menerimanya sebagai saudara.
Walaupun kadang sikap Chan suka bikin kesel dan kekanak - kanakan namun Chan ternyata menganggap dirinya sama seperti Cinta.
Visual Dokter Candra
Dokter Candra tersenyum dan menyimpan secarik kertas dari Chan dan Cinta yang mungkin akan dibacanya kembali setelah di rumah nanti.
Dokter Candra berjanji kepada kedua orang tua Cinta bahwa dr. Candra akan membawa mereka berkunjung ke kota A dan segera bertemu Cinta kembali.
Bu Karsih dan Pak Karta sangat tenang karena ternyata dr. Candra , Cinta , dan Chan kini sudah bisa bersikap dewasa dan saling menerima satu sama lain.
Pak Karta dan bu Karsih menyuruh dr.Candra mencicipi kue yang dibuat bu Karsih dengan tangannya sendiri.
Begitu pun dengan Pak Karta yang selalu bercanda dengan dr. Candra yang sesekali tertawa .
Selewat mereka terlihat seperti keluarga kandung bukan angkat , kalau saja dr. Candra tinggal dirumah bersama pak Karta dan bu Karsih para tetangga akan menganggap dr.Candra sebagai kakaknya Cinta.
************************
Kembalinya Cinta dan Chan ke kota A sudah sampai ditelinga Maya , dengan sigap Maya langsung menjalankan aksinya melalui Cindi yang saat ini sedang mengunjunginya ke penjara bersama Erik.
Cindi langsung menerima tawaran kakaknya untuk bekerja sama dan dibantu Erik suaminya.
Maya mulai merencanakan aksi kejahatannya bersama Cindi dan Erik . Bermula dengan Erik yang berpura - pura melamar pekerjaan di perusahaan Chan.
Kemudian nanti setelah Erik diterima bekerja barulah Cindi masuk untuk pura - pura menggoda Chan.
Erik menjadi mata - mata diperusahaan untuk melihat situasi yang dapat menghancurkan perusahaan Chan secara perlahan.
Maya , Cindi , dan Erik tersenyum senang , meski pun berada di penjara namun Maya bisa menyalurkan emosinya untuk membalas rasa sakit hatinya terhadap Chan dengan tujuan menghancurkan perusahan dan kehidupan pribadinya.
Maya disuruh masuk kembali ke dalam sel , karena jam besuk telah habis , sedangkan Cindi dan Erik kembali ke apartemen tempatnya tinggal sementara di kota A dan segera mempersiapkan semua rencana jahatnya yang telah didiskusikan tadi bersama Maya.
__ADS_1
**mohon dukungan like , komen dan votenya ya**