
Cinta baru membuka matanya pelan - pelan , masih bingung dengan keadaannya , dan merasa sedikit pusing .
Chan mengucapkan alhamdulillah , saat melihat Cinta sadar , semalaman Cinta tidak sadarkan diri .
Cinta dikerumuni banyak orang - orang terdekat yang menyayanginya .
Tiba - tiba Cinta menanyakan keberadaan orang tuanya .
Sebenarnya Chan tidak tega mengatakannya , namun Cinta harus kuat dan bisa menerima kenyataannya .
Chan menjelaskan dengan perlahan dan hati - hati tentang keberadaan kedua orang tua Cinta , Cinta menangis dan terus menangis .
Chan dan keluarga tidak henti - hentinya menenangkan dan memberi dukungan secara moral pada Cinta agar Cinta sedikit merasa tenang .
Chan memberikan Cinta air putih hangat untuk diminumnya , Juga menyuapi Cinta bubur walaupun membujuk Cinta untuk memakannya susah setengah mati .
Namun akhirnya Cinta luluh juga dan mau memakannya mengingat janin yang sedang berkembang dan membutuhkan nutrisi yang bergizi .
Chan tersenyum dan memeluk Cinta . Zura pun senantiasa memberikan kekuatan pada Candra , mengingat Candra sudah dua kali mengalami trauma ditinggalkan kedua orang tuanya yang sama - sama berlatar belakang kecelakaan .
Cinta memutuskan untuk pulang ke rumah , namun Candra menasehatinya agar tidak kembali dulu ke rumahnya , karena rumahnya Cinta masih dalam proses penyelidikan .
Cinta mengangguk mengerti , Cinta pun setuju untuk pulang ke rumah Candra .
Mereka segera bersiap untuk pulang setelah Chan menyelesaikan biaya administrasi dengan pihak Rumah Sakit .
****************
Sesampainya di rumah Candra , Cinta ingin segera istirahat mengingat tubuhnya yang mudah lelah .
Kesedihan membuatnya menguras banyak tenaga sehingga pikiran dan tubuh menjadi cepat lelah dan tidak nersemangat .
Cinta ingat , tubuhnya harus kuat , banyak sekali yang harus dilakukannya ke depan , mengurus semua hal - hal yang sempat terabaikan .
Cinta pun membaringkan tubuh lemahnya dikasur yang telah Candra siapkan , kemudian memejamkan matanya .
Chan menyelimuti Cinta , kemudian kembali menghampiri keluarga yang sedang berkumpul di ruangan tengah membicarakan masalah yang belum tuntas yaitu proses penyelidikan pihak berwajib di rumahnya Cinta .
Pak Karta dan Bu Karsih , sebelum meninggal memberikan pesan kepada Candra , agar tempat tinggalnya sekarang dijadikan rumah penampungan bagi anak yatim piatu dan meminta Candra untuk mengelolanya .
Pak Karta , tahu hanya Candra yang bisa memenuhi keinginannya , karena Cinta tidak mungkin tinggal di kota B , dan menempati rumahnya setelah bersuami.
Chan tertunduk merasa bersalah karena telah membawa Cinta jauh dari kedua orang tuanya .
__ADS_1
Candra menepuk bahu Chan , bukan berarti Candra menyalahkan Chan , Candra hanya ingin semua keluarga mengetahui niat baiknya almarhum .
Cinta yang sudah terbangun , menangis pilu mendengar pernyataan Candra mengenai amanah dari orang tuanya .
Mereka semua memahami dan mengerti penjelasan dari Candra .
Semua orang yang ada , membaringkan tubuhnya sesaat untuk beristirahat , mengingat mereka tidak istirahat dan tidur sekejap pun semalam tadi .
Chan pun beranjak dan masuk ke dalam kamar dan berbaring di samping Cinta , yang sedang pura - pura tidur .
Chan pun ingin beristirahat dan memejamkan matanya sambil memeluk Cinta .
****************
Seminggu kemudian,,,,,,,,,,,
Dengan kembalinya Cinta ke kota B saat ini menggoreskan luka dihatinya , dan membuatnya menelan pil pahit ditinggalkan oleh orang tercinta , ayah dan ibu yang mengasihinya sejak Cinta kecil .
Kepulangan keluarga ke rumahnya masing - masing , Cinta merasa kesepian , hanya tinggal Chan , Zura , dan Candra yang kini menemaninya .
Cinta sudah merasa pulih dan sehat , mengajak Chan untuk pergi ke makam kedua orang tuanya.
Chan pun mengangguk setuju dan mengantar Cinta ke makam ayah dan ibunya .
Chan menguatkan Cinta , Chan mengatakan bahwa kedua orang tuanya sudah tenang , dan mudah - mudahan diterima disisi - NYA .
Setelah Cinta puas berada di makam ayah dan ibunya , Cinta pun mengajak Chan ke makam bi Minah yang belum sempat dikunjunginya .
Bi Minah dimakamkan berbeda tempat , karena bi Minah diminta keluarganya untuk dimakamkan di kampung tempatnya dilahirkan .
Setelah Cinta selesai berdoa dimakam bi Minah , kini Cinta dan Chan langsung menuju rumah keluarga bi Minah .
Keluarga bi Minah , menyambut ramah kedatangan Cinta dan Chan . Cinta sempat khawatir , takutnya keluarga bi Minah menyalahkan keluarganya .
Cinta dan Chan dipertemukan dengan anak satu - satunya bi Minah yang berprofesi sebagai Ustad diusianya yang terhitung masih muda dan tampan .
Ustad Tampan , Azam .
__ADS_1
Ternyata bi Minah pernah menikah dengan lelaki berkewarga negaraan dan keturunan tionghoa namun menjadi mualaf dan menikah dengan bi Minah yang bekerja sebagai asisten rumah tangganya , kemudian memiliki anak yang sekarang berusia 25 tahun bernama Azam.
Azam sengaja bi Minah pesantrenkan setelah bi Minah bercerai dengan suaminya karena suaminya harus kembali ke negaranya setelah masa kontraknya disini selesai .
Namun suami bi Minah selalu membiayai Azam , selain menjadi seorang ustad , Azam pun berprofesi sebagai dokter .
Chan dan Cinta bangga kepada bi Minah yang telah bekerja keras semasa hidupnya dan kini Azam telah lulus dengan nilai terbaik .
Chan pun ngobrol dengan Azam dan memintanya bergabung dan bekerja sebagai kepala pesantren juga panti asuhan yang sedang dirilisnya .
Azam setuju dan menerima permintaan Chan , Azam bersyukur , karena Azam baru saja lulus sudah mendapat kepercayaan yang luar biasa dan bekerjanya pun masih sekitar kota B , keinginannya dekat dengan keluarga pun terlaksana.
Keluarga bi Minah pun senang , keluarga Cinta benar - benar memperlakukan keluarga bi Minah dengan baik .
Azam berterima kasih kepada Cinta dan Chan yang sudah memberinya kesempatan meniti kariernya dengan bantuan mereka .
Chan dan Cinta pun tersenyum kemudian pamit pulang , untuk mempersiapkan tahlilan di hari ke 7 , mendengar begitu Azam pun ingin menghadirinya , karena tahlil bi Minah yang ke tujuh telah dilaksanakan dua hari lebih dulu .
Azam pun meminta izin Chan dan Cinta , untuk menghadiri pengajiannya . Chan dan Cinta sangat senang dan mengajaknya pergi bersama .
*************
Sesampainya di rumah Candra , Zura sudah datang dan sedang membuat minuman untuk Candra .
Candra menyambut kedatangan Chan dan Cinta , namun sedikit bingung dengan ustad tampan dibelakang mereka .
Chan langsung membuyarkan lamunan Candra dan mengenalkan Azam kepadanya.
Candra bingung soalnya waktu Candra ke rumah bi Minah sampai ikut pemakamannya tidak melihat Azam .
Azam pun menjelaskan bahwa Azam masih dalam perjalanan pulang , maklum Azam dari pesantren harus menggunakan kereta Api , jadi tidak keburu menghadiri pemakaman ibunya .
Candra merangkul Azam , dan menyuruhnya masuk , Candra bercerita mengenai bi Minah yang sangat baik terhadapnya dan selalu memanjakannya .
Azam bersyukur ternyata ibunya menyayangi dan disayangi banyak orang disekitarnya .
Azam pun duduk dan mendengarkan cerita dari Cinta , Candra , Chan dan Zura mengenai kebaikan dan kelucuan tingkah bi Minah atau ibunya Azam selama beliau berada ditengah - tengah mereka .
Azam pun tidak terasa menitikkan air matanya dan segera menghapusnya , Azam merindukan ibunya .
Semua langsung terhenti , sadar akan kesalahannya yang terlalu mengungkit mendiang bi Minah , dan langsung ganti topik jadi merencanakan acara tahlilan besok malam .
*jangan lupa like , komen , hadiah , jadikan favorit*
__ADS_1
**** terima kasih ,, selamat membaca ***