
Chan merasa kalau Cinta sangat berharga baginya, maka dari itu Chan tidak mau menunggu untuk menyatakan perasaannya lebih lama lagi.
Chan melihat situasi yang lumayan romantis membuat Chan menarik nafas dan mencoba mengutarakan isi hatinya terhadap Cinta.
"Cinta , maukah kamu menjadi mahramku ? " kata Chan dengan tulus dan memberikan sebuah kotak berisi cincin berlian kepada Cinta.
Cinta yang bingung harus menjawab apa ???
"Bolehkah kita tidak membicarakan hal tersebut dulu Chan." kata Cinta.
"Apakah kamu menolak aku secara tidak langsung?" kata Chan mulai emosi.
"Bukan begitu Chan , kamu belum tahu seperti apa masa laluku , Aku bukan perempuan sempurna seperti yang kau bayangkan Chan , kita juga belum saling mengenal." jelas Cinta.
"Cinta , Aku tidak peduli kamu punya masa lalu seperti apa dan bagaimana kamu , Aku hanya memintamu menjadi istri dan milikku , semuanya adalah tanggung jawabku karena Aku ingin menjadi imam dan pelindung untukmu." jawab Chan.
Cinta tersenyum dan mengatakan kepada Chan untuk segera mengunjungi ayah dan ibunya di kota B.
Chan pun senang dengan jawaban Cinta , walaupun Chan tahu sangat sulit menaklukkan hati Cinta tapi Chan akan tetap berusaha dan menanti saatnya Cinta menjatuhkan pilihannya terhadap Chan.
Cincin yang Chan bawa , dimasukkan kembali ke dalam saku celananya , karena Cinta masih belum menerimanya tetapi sudah memberi sinyal untuk menemui orang tuanya di kota B.
Musim libur semester sekarang , Cinta berencana untuk Pulang ke kota B , karena Cinta merasa sangat rindu dengan kedua orang tuanya dan masakan bi Minah.
Chan jadi lebih bersemangat untuk mengantar Cinta pulang ke rumahnya di kota B. Padahal Cinta ngga berniat bareng sama Chan pulang ke rumahnya.
Akhirnya Cinta pasrah untuk diantar ke kota B , walau sebenarnya Cinta lebih nyaman dan tenang naik kereta api.
Chan selalu saja meminta hal yang ngga Cinta fikirkan sebelumnya.
Cinta merasa kalau Chan sungguh - Sungguh ingin meminangnya , namun dalam hati Cinta masih ada keraguan untuk menerimanya.
Cinta harus membuka peristiwa dan kejadian yang menimpa dirinya di kota B , agar Cinta merasa tenang dalam menjalani suatu hubungan baru dengan Chan , tanpa ada yang harus ditutup - tutupi .
Saatnya Cinta kembali ke asrama dan istirahat agar besok saat mengawas UAS lebih fresh didepan para mahasiswanya.
Chan segera memanggil pelayan dan membayar bill serta mengajak Cinta pulang .
Diperjalanan menuju pulang ke Asrama Cinta meminta agar Chan memikirkan kembali perasaannya jangan sampai Chan menyesal nantinya karena salah dalam memilih.
Chan tidak menghiraukan apa yang Cinta minta Chan fokus menyetir .
__ADS_1
Depan asrama Chan meminta Cinta agar melihat kemampuannya untuk membuatnya luluh dan menerima Chan sebagai Imamnya dikemudian hari.
Setelah kepergian Chan , Cinta segera masuk kedalam asrama dan menyapa bu Kanti .Cinta pun masuk ke kamar dan segera membersihkan diri ,menunaikan ibadah Shalat , dan istrihat sambil memainkan ponselnya.
*************************
Diperjalanan menuju penginapan Chan dibuat kesal dan emosi mendengar pernyataan Cinta supaya dirinya memikirkan kembali perasaannya terhadap Cinta.
"Sebenarnya apa sih yang kamu mau Cinta, kamu tidak percaya akan diriku yang telah jatuh cinta kepadamu , apakah aku ini seperti seorang penipu yang suka mempermainkan perasaan perempuan...aaaaaahhhhh buulssssittt. "Chan berbicara sendiri dan emosi.
Chan sampai didalam kamar , dan Chan segera membuka bajunya dan membersihkan dirinya serta menunaikan kewajibannya untuk menjalankan shalat.
Wajahnya sudah mulai segar setelah mandi dan fikirannya pun sudah mulai tenang.
Chan membuka ponselnya dan menelepon kedua orang tuanya , Chan bermaksud untuk meminta izin kepada orang tuanya bahwa Chan akan mengunjungi orang tua Cinta di kota B , minggu depan.
Betapa senang dan bahagianya kedua orang tua Chan saat mendengar kabar dari anaknya yang sudah memiliki keinginan berkeluarga dan menikah.
Kedua orang tua Chan sempat khawatir kalau Chan sudah tidak punya kemauan untuk menikah karena kesibukannya dalam bekerja dan sikap dinginnya terhadap perempuan.
Keinginan Chan membuat kakaknya Vira merasa senang juga Gava keponakannya yang ingin segera memiliki aunt.
Setelah memberi kabar , tidak lupa Chan pun meminta doa supaya semua niatnya berjalan lancar. Semua keluarganya mendoakan dan mengaamiinkan doa Chan. Setelah tenang Chan pun pamit dan menutup teleponnya.
Chan hanya bisa menarik nafas dan membuangnya perlahan , untuk menenangkan dirinya , karena Chan tahu Cinta belum menjawab dan memberi keputusan untuk menerima lamarannya.
"Aku semakin khawatir kalau Cinta sudah memiliki kekasih hati yang sedang menunggunya di kota B. Jadi Cinta menolak lamaran Aku , tapi Aku juga tidak mendengar kalau Cinta menolak, artinya Cinta belum siap menjawab saja , aaah ternyata masalah hati bikin pusing lebih pusing dari memenangkan tender dengan perusahaan asing yang bersaing." fikiran Chan.
"Sekarang Cinta sedang apa ya,,,mungkinkah sudah tidur ???" gumam Chan.
Coba telepon deh,,,,siapa tahu diangkat...
Tuuuut,,,, tuuuut,,,,,tuuuuut
telepon yang anda hubungi sedang sibuk.
"Ohhhh shitttt" ,,, gumam Chan.
__ADS_1
Chan berfikir kalau Cinta pasti sedang menelepon kekasihnya atau orang tuanya , Chan sangat susah menyelidiki Cinta walaupun Chan sudah meminta sahabatnya mencari informasi tetap sulit ditemukan.
Chan merasa lelah dan merebahkan tubuhnya diatas kasur , kemudian tertidur.
*********************
Cinta sedang mengangkat telepon dari Arya sahabatnya yang berada di Australia , Arya yang mengetahui kegelisahan Cinta sahabatnya itu dari Adam langsung menelepon dan menanyakan kebenarannya.
Cinta menjelaskan bahwa Cinta merasa kecewa terhadap sikap Adam yang selalu menyimpulkan sesuatu tanpa menyelidikinya terlebih dahulu.
Cinta juga mengatakan kurang suka berada dekat Adam yang kurang menjaga jarak dan bersikap semaunya.
Adam terlalu ikut campur masalah Cinta , padahal Cinta tidak terlalu akrab dengannya.
Arya mengerti dan berjanji akan membicarakannya kepada Adam , supaya Adam tidak terlalu dekat dan sok akrab dengan Cinta.
Arya menanyakan perasaan Cinta bekerja di kampus tersebut selama 6 bulan ini.
Cinta menjawab dengan penuh semangat bahwa Cinta sangat senang dan nyaman berada dikampus ini.
Arya bersyukur dan tidak terlalu khawatir , dengan keadaan Cinta kalau Cinta merasa Bahagia. Arya pun pamit kepada Cinta berhubung waktu sudah larut dan menutup teleponnya.
Setelah Arya menutup telepon , Cinta langsung menelepon Kedua orang tuanya.
Cinta menanyakan kabar kedua orang tuanya dan bi minah serta Cinta ingin memberitahu kedua orang tuanya bahwa Cinta akan pulang minggu depan karena setelah UAS , Cinta libur mengajar.
Kedua orang tua Cinta sehat dan dalam keadaan baik , mereka merasa sangat senang mendengar kabar dari Cinta yang akan segera pulang.
Cinta juga mengatakan kalau Cinta akan pulang diantar seseorang naik mobil bukan naik kereta api.
Kedua orang tua Cinta tersenyum mereka bahagia mendengarnya melihat kalau Cinta sudah kembali hati orang tua mana yang tidak lega dan merasa senang.
Malam pun semakin larut Cinta masih ngobrol bersama kedua orang tuanya , sampai akhirnya ayahnya mengingatkan bahwa Cinta harus segera istirahat dan menutup teleponnya.
Cinta menyetujui dan mematuhi perintah sang ayah yang menjadi kebanggaan bagi Cinta untuk segera menutup teleponnya.
Acara menelepon dan melepas rindu bersama kedua orang tuanya pun berakhir .
Tanpa Cinta sadari ada seseorang yang menunggu teleponnya sampai tertidur , tiada lain adalah Chan.
*mohon dukungan like , komen , dan votenya ya *
__ADS_1