
Cinta terus saja merenungi nasibnya yang kurang beruntung dalam hal kesetiaan .
Seharusnya dimasa hamil tua , Cinta merasa tenang , nyaman , dan terlindungi demi memberi kekuatan saat melahirkan .
Mengapa lagi - lagi Cinta harus mengalami kejadian yang sama , dahulu dilakukan oleh tunangannya , dan kini terulang kembali oleh suaminya .
Saat ini emosi jiwa Cinta tidak stabil , membuat Cinta merindukan kedua orang tuanya , dan ingin segera menyusul mereka , Cinta tidak menginginkannya kembali bersama Chan .
Namun Cinta berfikir kembali , mengingat bayi kembar yang dikandungnya , tidak bersalah dan harus dijaga olehnya , membuatnya sedikit berharap ada kekuatan yang bisa menopang dirinya .
Peristiwa dulu semasa Cinta sedang jatuh Cinta dan hendak menikah dalam waktu dekat , Erik tunangannya , malah selingkuh dengan sahabatnya sendiri yaitu Cindi .
Sekarang harus mengalami hal yang sama , disaat Cinta hamil tua menunggu buah hati kembar , bukti dari pernikahannya , Chan sebagai suami malah selingkuh dengan Silva rekan bisnisnya .
Cinta merasa lelah dengan semua peristiwa yang dialaminya , Cinta marah , benci , kecewa , kesal , namun apalah daya semuanya telah terjadi .
Menyesal pun sudah terlambat , kini Cinta akan fokus terhadap anak kembar yang harus dirawatnya dan juga dilindunginya .
Cinta tetap dalam kesendiriannya memikul beban dihatinya dan tidak mempercayai siapapun di kota A ini .
Banyak tekanan dan pemikiran yang berat membuat Cinta terus berbaring dan tidak sadarkan diri , karena keengganannya untuk segera sembuh .
Semua orang yang menunggunya khawatir terhadap Cinta , karena Cinta masih belum sadarkan diri dua jam lamanya .
Menurut dokter , Cinta telah melewati masa kritisnya , dan bayi dalam kandungannya pun selamat dan sehat .
Dokter menyarankan agar Cinta , jangan terlalu banyak fikiran maupun tekanan yang membuatnya stress .
Seluruh keluarga Cinta paham , dan ngerti kondisi saat ini yang Cinta rasakan , juga alami sangat berat .
Kedua orang tua Chan dan Vira segera menemui dokter untuk mendiskusikan sesuatu .
Flashback,,,,,,,,,,
Sebelum Cinta pingsan sampai sekarang yang belum sadarkan diri , Cinta meminta tolong kepada Vira untuk membawanya pergi jauh dari kota A , tetapi jangan sampai diketahui oleh Chan .
Cinta tidak ingin memperkeruh masalah dan membuatnya tertekan saat melahirkan .
Hubungan pernikahannya dengan Chan untuk saat ini Cinta tidak akan membahasnya , namun karena Chan selingkuh , dan sudah menyakiti jiwa raganya , untuk sementara Cinta hanya ingin menjauh darinya .
Intinya Cinta tidak ingin siapapun tahu , kecuali kedua orang tua Chan dan Vira .
Cinta juga merahasiakan keinginannya dari semua sahabatnya termasuk Zura dan Candra .
Vira terus menangis dan berjanji akan mengabulkan semua permintaan Cinta .
__ADS_1
Maka dari itu sekarang Vira dan kedua orang tua Chan menemui dokter untuk membicarakan dan melaksanakan keinginan Cinta .
***************
Chan melihat diruang tunggu kamar ICU , dimana Cinta dirawat kosong , Chan tidak menemukan orang tuanya , maupun Kakaknya .
Chan bingung , sebentar saja Chan ke toilet , mereka sudah tidak ada ditempat , Chan bertanya - tanya dalam hatinya , " mereka pergi kemana ? "
Kemudian Chan melihat suster yang hendak keluar dari ruangan , Chan menanyakan pada suster keberadaan keluarganya , namun suster tersebut , tidak mengetahuinya .
Chan mengutarakan keinginannya menemui Cinta yang masih belum sadarkan diri .
Suster mengangguk pada Chan , menyetujui untuk menemui Cinta dengan waktu yang ditentukan oleh suster tersebut .
Chan bahagia dan berterima kasih kepada suster karena telah mengizinkannya menemui Cinta walau dengan waktu yang sangat singkat .
********
Saat Chan masuk ke dalam ruangan , Chan sungguh terkejut , melihat alat yang begitu banyak menempel ditubuh Cinta , dalam menangani kondisi Cinta .
Chan sangat sedih melihat istri dan bayi dalam kandungannya terbaring lemah di Rumah sakit , menggunakan alat yang menempel di tubuhnya .
Chan segera mendekati dan menggenggam tangan Cinta .
Semua penyesalannya , semua kebodohannya , Chan katakan dan jelaskan kepada Cinta .
Chan benar - benar putus asa melihat Cinta , yang bahkan bergerak sedikit pun tidak .
Kekhawatiran Chan benar - benar tinggi , mengingat semua yang terjadi pada Cinta , disebabkan oleh tindakannya yang bodoh , dan tidak senonoh .
Kali ini Chan akan membuka luka lama Cinta semakin dalam dan lebar , bahkan mungkin sulit untuk menutup kembali luka tersebut .
Air mata Chan membuat tangan Cinta basah , seberapa banyak Chan menjelaskan , Cinta tidak akan begitu saja percaya .
Chan kemudian dipanggil oleh suster , dan menyuruh Chan pergi meninggalkan ruangan , karena waktu untuk Chan telah habis .
Kepergian Chan , membuat Cinta menitikkan air mata yang membasahi telinganya , Cinta ingin sekali marah , namun apalah daya , seluruh tubuhnya terasa kaku .
Diluar ruangan Chan terduduk sedih , melihat keadaan Cinta , seharusnya Chan kini sedang bahagia menjalani kehidupan rumah tangganya bersama Cinta .
Menyambut kelahiran si kembar , dengan didampingi dirinya , agar kekuatan Cinta bertambah , dan bisa melewati rasa sakit , yang Cinta alami saat melahirkan nanti bersama .
Chan tertunduk sambil terus menangis , menunggu Cinta yang entah sampai kapan , akan berbaring .
Rasa bersalahnya terus terpikirkan oleh Chan , karena Chan selingkuh dengan rekan bisnisnya Silva , membuat Chan jijik dengan kelakuannya sendiri .
__ADS_1
Chan pergi meninggalkan Rumah sakit , untuk meminta penjelasan terhadap Silva , dan membereskan semua kekacauan yang telah dibuatnya .
***********
Cinta mulai menggerakkan jarinya dan membuka matanya , Melihat sekeliling ruangan dan meneteskan air mata .
Keadaan Cinta yang telah sadar membuat dokter merasa lega , dokter meminta kesiapan Cinta untuk dipindahkan ke kota C , atas permintaannya kepada keluarga Chan .
Cinta mengangguk dan pasrah , dibawa kemana pun , yang penting Cinta tidak ingin bertemu dengan Chan , dan mengetahui segala kekeliruan yang dibuat oleh Chan .
Semua peristiwa yang terjadi terhadap Cinta , akan sangat mempengaruhi mentalnya , terutama disaat Cinta akan melahirkan , membuat orang tua Chan khawatir .
Kini Cinta dipindahkan ke kota C , didampingi mertuanya dan Vira , yang mengurus segala kebutuhan Cinta di kota C .
Vira pun mengurusi surat pengunduran diri Cinta , ke pihak kampus di kota B , serta menyuruh bi jum , Tono , dan dewi segera ikut ke kota C , tanpa sepengetahuan Chan .
Vira juga memberikan mandat kepada Roy untuk mengawasi Cinta , dan perusahaan yang ada di kota C , tanpa memberi info kepada Chan .
Semua telah tersusun rapih sesuai rencana , dan berjalan mulus tanpa diketahui Chan , sedikit pun .
Vira pun segera pamit kepada Cinta , setelah Vira selesai mengurus kebutuhan Cinta di kota C , begitupun dengan kedua orang tua Chan , yang pamit pulang kepada Cinta .
Mereka harus segera kembali ke kota A , agar Chan tidak mencurigai mereka , Vira juga harus memberi Chan seorang asisten rumah tangga yang baru , sebelum Chan pulang dan menyadarinya .
Cinta mengangguk setuju , dan berterima kasih kepada orang tua Chan terutama Vira , telah membantu semua urusannya dan memenuhi permintaannya .
***********
Chan yang telah mencari keberadaan Silva , terus menerus tanpa lelah tidak ada hasilnya , Silva menghilang tanpa jejak .
Kini Chan pergi menuju Rumah Sakit , ingin menemui Cinta , dengan penuh rasa semangat , Chan kini segera menghampiri ruangan , dimana Cinta di rawat .
Chan langsung masuk , betapa kagetnya saat melihat tempat Cinta berbaring sudah kosong , dan rapih , alat - alatnya pun sudah tertata rapih kembali .
Chan panik , terus menghubungi keluarganya , kemudian menelepon Roy , untuk melacak keberadaan Cinta , dan lari ke sana kemari mencari keberadaan Cinta , dan menghampiri suster menanyakan keberadaan pasien , suster mengatakan pasien atas nama Cinta , telah kembali pulang tadi pagi .
Chan terduduk lemas dan menangis pikirannya kacau , benar - benar membuatnya putus asa . Chan juga kesal karena keluarga dan Roy yang tidak bisa dihubunginya .
***********
Hallo , sahabat reader yang budiman,,,
jangan lupa like , komen , vote , juga , favoritnya ya
Terima kasih .🤗🤗🙏🙏🙏
__ADS_1