
Sudah satu bulan Cinta berada di kota A , dan sampai hari ini Cinta hanya berkeliling dan berputar -putar disekitar kampus , kantin , dan asrama.
Cinta pun meminta izin kepada ibu Kanti untuk keluar sebentar dan Cinta juga berjanji akan pulang sebelum waktu yang telah ditentukan atau sesuai peraturan tertulis , karena Cinta termasuk dosen yang disiplin dan tidak pernah melanggar peraturan selama Cinta tinggal sebulan ini di asrama.
Cinta segera membuka aplikasi ojol , tak lama kemudian ojol tersebut sudah berada didepan , Cinta pun segera memberitahu ojol tempat yang akan Cinta tuju , setelah sebelumnya Cinta sudah searching tempat yang akan ditujunya jadi Cinta tidak bingung dan susah mencari tempat tujuannya sekedar melepas penat.
Cinta sampai didepan mall terbesar di kota A , setelah membayar ongkos ojol , Cinta langsung masuk ke mall tersebut.
Didalam mall , Cinta mencari tempat tujuan yang dicarinya yaitu toko buku yang tempatnya berdekatan dengan cafe tempat nongkrong para muda - mudi.
Saat masuk toko buku Cinta merasa senang , saking senangnya Cinta tidak melihat bahwa lantai yang dipijaknya turun sekitar sepuluh centi , otomatis Cinta berjalan tidak seimbang dan oleng , seketika Cinta berteriak dan menutup matanya karena Cinta berfikir akan terjatuh dan tersungkur.
Tidak disangka disana Cinta ditangkap dan dipegang oleh seorang pria tampan berdasi yang kebetulan lewat disitu , dan dengan sigap menangkap tubuh Cinta yang hendak mengenai lantai.
"Anda sudah boleh menurunkan tangan anda yang menutupi wajah anda bu dosen." yang tiada lain orang tampan tersebut adalah pak Chan.
__ADS_1
" Ohhh y ' yaa ma maaf , ehh te terima kasih pak Chan." jawab Cinta dengan rasa malu ,canggung ,dan suara yang bergetar menahan rasa yang nano -nano (campur aduk).
"Sudah tidak apa -apa bu dosen , jangan cangung dan malu -malu begitu donk , saya hanya menolong bu dosen saja dan itu sudah jadi kewajiban menolong sesama." kata Chan.
Cinta dan Pak Chan akhirnya tidak jadi membeli buku tapi mereka berdua malah pergi ke cafe terlebih dahulu sambil memesan minuman , mereka ngobrol walau canggung diawal , tapi lama kelamaan mereka sudah tidak canggung lagi dan mulai saling bertukar cerita sampai lupa tujuan awalnya yaitu membeli buku.
Pak Chan merasa risih kalau diluar kampus disebut pak seolah -olah pak Chan itu atasan Cinta dan terlihat seperti lebih tua , padahal selisih usia pak Chan dan Cinta tidak terlalu jauh hanya empat tahun.
"Cinta tersenyum kepada pak Chan dan berkata :" anda memang atasan saya pak Chan."
Pak Chan mengatakan : "bahwa sebenarnya saya sedang bingung mencari buku yang disukai keponakannya yang genrenya putri kerajaan gitu , jadi dari tadi saya muter - muter di toko buku itu entah mana yang cocok."
"Kalau begitu biar saya bantu cari pak Chan upss , emhm C' Chan , sekalian saya juga mau cari buku education quis untuk tambahan bahan ajar." kata Cinta.
Sebelum mereka pergi ke toko buku , mereka meminum minuman yang tadi dipesan terlebih dahulu , sambil menghilangkan rasa yang aneh yang dirasakan Cinta dalam hatinya.
__ADS_1
Sambil menunggu minumannya habis Chan menanyakan kepada Cinta apakah Cinta mempunyai kekasih atau tidak ? dan Cinta pun tersenyum serta menjawab untuk tidak memikirkan hal itu , Cinta hanya ingin mengabdikan dirinya sebagai pendidik dan membahagiakan kedua orang tuanya yang sudah lanjut usia.
Chan tertawa mendengar jawaban Cinta karena Chan merasa jawaban Cinta sungguh klise bagi wanita diusianya yang sudah cukup untuk memiliki seorang kekasih bahkan mungkin berkeluarga. Dan Chan berfikir bahwa Cinta menutup hatinya dan menolak pria mendekatinya secara langsung.
"Hari ini kamu tidak ada jadwal masuk ngajar ?" kata Chan.
"Iya hari ini saya tidak ada jadwal dan merasa bosan terus berdiam diri di asrama selama satu bulan , jadi saya mencoba untuk keluar sebentar dan meminta izin pada bu Kanti penjaga asrama , dan tidak sengaja bertemu Chan disini , kalau Chan hari ini ngga ngantor?" kata Cinta menjelaskan panjang lebar .
"Sebenarnya saya sibuk , di perusahaan lagi banyak pekerjaan tapi kakak saya selalu seenaknya menyuruh pulang dan membelikan buku putri sepaket untuk anaknya atau keponakan saya, maklum keponakan saya sudah tidak punya ibu jadi selain kakak ya sayalah om nya tempat dia bersandar , dan hari ini adalah ulang tahunnya sedangkan ayahnya masih ada diluar kota untuk urusan pekerjaan. "jelas Chan panjang lebar juga.
Cinta mendengarkan cerita Chan dengan seksama dan mengangguk tanda mengerti. Sedangkan Chan bengong menatap Cinta tanpa berkedip , Chan benar -benar terpesona oleh Cinta.
Cinta merasa malu , dan pipinya merah merona saat saling beradu pandang , dengan cepat Cinta menunduk dan memalingkan wajah , karena semua itu tidak pantas baginya.
***jangan lupa like dan komennya ya ***
__ADS_1