
Keesokan paginya,,,,,,,
Kedua orang tua Cinta telah bersiap untuk pergi membujuk dr.Candra supaya makan walau pun hanya satu suap.
Cinta dan Chan masih belum keluar dari kamarnya , karena ritual yang tadi mereka lakukan sampai Cinta merasa sangat letih , sarapan pun harus diantar Bi Minah.
Kedua orang tua Cinta memahami kondisi mereka karena ayah dan ibunya Cinta pun mengalaminya saat mereka masih muda.
Karsih dan Karta segera bergegas pergi menuju rumah dr.Candra.
*****************************
Mbo Mun mengetuk - ngetuk pintu kamar dr.Candra , namun dari tadi dr.Candra tidak membukakan pintu , menyahut pun tidak.
Mbo Mun merasa khawatir takut terjadi apa - apa dengan dr.Candra , mbo Mun bermaksud untuk meminta tolong kepada mang Usro tukang kebun untuk mendobrak pintu dr.Candra .
Namun niatnya itu diurungkan dengan kedatangan pak Karta dan bu Karsih dengan membawa bubur ditangannya.
Mbo Mun merasa senang dan tenang melihat kedatangan mereka , dan menyambutnya dengan ramah.
Bu Karsih langsung diajak ke dalam begitu pun dengan pak Karta.
Mbo Mun segera membuat minuman untuk disuguhkan pak Karta dan Bu Karsih.
Bu Karsih langsung menanyakan kamar dr.Candra , bu Karsih sudah tidak sabar ingin mengetahui keadaan dr.Candra.
Mbo Mun langsung membawa bu Karsih dan pak Karta menuju kamar dr.Candra.
Bu Karsih mengetuk pintu kamar dr.Candra dan memanggilnya dengan penuh rasa kasih sayang.
Dokter Candra membuka pintu kamarnya perlahan dan merasa sangat malu dengan keadaannya sekarang.
Bu Karsih :" Bolehkah ibu masuk nak ?"
dr.Candra :" Tapi bu , Candra sedang tidak enak badan , maaf."
__ADS_1
Bu Karsih :" Ibu dah jauh - jauh datang dan bawain dr.Candra sarapan , masa ibu ngga boleh masuk."
dr.Candra :" Maaf bu , kamar Candra berantakan belum diberesin , ibu boleh tunggu Candra di meja makan saja , Candra akan segera ke sana."
Bu Karsih :" Ya sudah , ibu tunggu ya , dr Candra jangan lama - lama nanti buburnya ke buru dingin."
Bu Karsih dan Pak Karta pun segera kembali menuju meja makan dan menyiapkan makannya untuk dr.Candra.
sementara dokter Candra segera membersihkan diri dan mengganti pakaiannya serta menyuruh mbo Mun membersihkan kamarnya.
Dokter Candra sudah siap dan segera menghampiri bu Karsih dan pak Karta di meja makan.
Bu Karsih bangkit dan memeluk dokter Candra yang terlihat tidak baik - baik saja.
Dokter Candra merasa nyaman berada dipelukan Bu Karsih yang sudah dr.Candra anggap seperti ibunya sendiri.
Bu Karsih memberikan bubur kemudian menyuapi dr.Candra dengan semangat.
Dokter Candra merasa sangat senang dan kembali bersemangat karena bu Karsih dan pak Karta begitu perhatian terhadapnya dan menyayanginya seperti anaknya sendiri.
Pak Karta : " dr.Candra bapak dan ibu sangat sayang sama dr.Candra , dan sudah menganggap dr.Candra seperti anak sendiri.
Pak Karta :" walaupun dr.Candra tidak berjodoh dengan Cinta namun bapak dan ibu telah menganggap bahwa dr.Candra merupakan bagian dari keluarga kami , jadi kalau ada masalah dr.Candra boleh cerita pada kami, anggap saja kita adalah orang tua dr.Candra."
dr.Candra :" Baik , Candra terharu mendengar perkataan bapak juga kasih sayang yang ibu berikan untuk Candra yang tulus."
Bu Karsih :" jangan sungkan ya kepada kami , karena ibu menganggap dokter Candra anak kedua kami setelah Cinta."
dr.Candra :" Terima kasih banyak pak , bu , Candra merasa senang memiliki ayah dan ibu kembali selama ini Candra merasa kesepian , hanya mbo Mun yang selalu menemani Candra , kini bagaikan mimpi dalam satu hari Candra memiliki keluarga yang lengkap."
Mereka saling berpelukan seperti seorang anak yang baru bertemu dengan orang tuanya, lama tidak pulang dan baru kembali.
*******************
Cinta membuka matanya dan ternyata hari sudah siang. Cinta pun segera bangun , walau pun badannya terasa sakit dan pegal namun Cinta berusaha bangun untuk sarapan.
__ADS_1
Begitu Cinta bangun , Chan yang juga ikut bangun segera memegang tangan Cinta dan menyuruhnya duduk kembali, Chan mendekatkan wajahnya kepada Cinta agar Cinta hari ini istirahat saja , Chan akan keluar kamar membawakan sarapan untuk Cinta.
Cinta pun menyetujuinya dan Chan segera bergegas mengambil sarapan di meja makan yang telah bi Minah sediakan.
Chan celingak celinguk melihat keadaan di rumah yang terasa sepi tidak melihat ayah dan ibu mertuanya.
Chan penasaran dan menanyakannya kepada bi Minah yang sedang mencuci piring.
Bi Minah pun menjawab pertanyaan Chan bahwa bu Karsih dan pak Karta sedang menjenguk dr.Candra ke rumahnya tadi pagi.
"Sebenarnya tadi ibu sama bapak menunggu tuan Chan dan nona Cinta namun tidak keluar - keluar makanya bapak dan ibu pergi duluan ke rumah dr.Candra sambil membawa bubur buatan ibu sendiri." Kata bi Minah.
"Oke , terima kasih infonya bi Minah nanti setelah Cinta baikan kita menyusul ke rumah dr.Candra." tegas Chan.
Chan kembali ke kamar dengan membawa sarapan untuk dirinya dan Cinta dalam satu piring.
Cinta yang menunggu Chan duduk disofa depan TV , merasa senang melihat Chan membawakannya sarapan , namun Cinta merasa bingung karena hanya ada satu piring yang Chan bawa.
Chan tahu kalau Cinta sedang bingung dan Chan pun menggoda Cinta dengan mengatakan kalau sarapannya habis dan hanya tersisa satu piring karena terlambat bangun.
Cinta tersenyum dan tidak peduli lagi dengan candaan dari Chan dan melahap sarapan yang ada di tangan Chan karena perutnya yang sudah tidak bisa menahan lapar.
Chan pun segera menyuapi Cinta ,sesuap masuk mulit Cinta sesuap masuk mulutnya terus saja seperti itu sampai habis.
Kini Chan menyuruh Cinta untuk bersiap menggunakan pakaian rapih karena Chan mengajak Cinta datang ke rumah dr.Candra.
Cinta pun bengong tidak percaya dengan apa yang didengarnya , namun Chan menyentil hidung Cinta menyadarkannya untuk segera bergegas karena hari sudah siang.
Setelah mereka siap , Chan segera mengambil kunci mobil dan langsung pamit pada bi Minah untuk pergi ke rumah dr Candra bersama Cinta.
Bi Minah pun mengangguk mengerti dan tersenyum melihat Tuan Chan yang sangat baik menerima dr.Candra sampai pergi untuk mengunjunginya.
Ditengah perjalanan Cinta membeli buah segar untuk dibawa ke rumah dr. Candra sekedar buah tangan.
Chan pun menuju jalan yang ditunjuk Cinta menuju rumah dr.Candra.
__ADS_1
Akhirnya mereka pun sampai di depan rumah dr. Candra , dan bertemu mbo Mun , menyuruhnya langsung masuk dan menghampiri ayah, ibu dan dr.Candra yang sedang mengobrol diruang keluarga.
***mohon dukungan like , komen dan vote ya***