
Seminggu kemudian ....
Chan sudah diperbolehkan pulang ke rumah tetapi tidak boleh telat meminum obatnya , harus banyak istirahat , dan kontrol seminggu sekali ke rumah sakit .
Cinta bersyukur karena kini Chan sudah bisa tinggal bersamanya kembali .
Azam membantu memapah Chan yang masih sedikit lemah dimasa pemulihannya .
Bi jum dan Vira juga membantu membereskan semua kebutuhan Chan saat berada di rumah sakit .
Sedangkan Cinta pergi menyelesaikan administrasi dengan pihak Rumah Sakit .
Chan pun lega , dan tersenyum pada Azam karena Chan sudah bisa pulang dan tinggal lagi dirumahnya bersama Cinta .
Setelah semuanya selesai mereka segera pergi meninggalkan rumah sakit .
******
Dirumah Lee & Qil telah menunggu dan menyambut kedatangan daddynya dengan sangat senang .
Pa meno pun ikut senang melihat majikannya sudah kembali ke rumah .
Lee & Qil langsung menuntun daddynya menggantikan Azam yang tadi memapahnya .
Chan bersikeras tidak mau menggunakan kursi roda , karena Chan tetap tidak mau memperlihatkan sisi lemahnya dihadapan Lee & Qil .
Azam membantu Chan untuk berbaring kembali di tempat tidurnya agar istirahat , selama masa pemulihan Chan harus banyak istirahat .
Chan meminta Azam menemaninya dan menyuruh yang lain untuk memberi kesempatan pada mereka .
Chan menyuruh Azam menghampirinya dan sedikit mendekat pada dirinya .
******
Chan : " Azam , maukah kamu membantu aku ? "
Azam : " Maaf pak , maksudnya ?"
Chan : " Bisakah kamu membantu dan mengabulkan semua permintaan aku , saat aku memohon padamu Azam ? "
Azam : " Tentu saja Pak , selama itu bisa saya lakukan dan tidak keluar dari aturan agama ."
Chan : " terima kasih , Azam ."
Azam : " sama2 pak , namun Azam masih bingung , apa yang bisa Azam lakukan untuk membantu bapak ."
Chan : " Bisakah jangan panggil bapak , panggil saya kakak saja ."
Azam : " Maaf pak , saya tidak berani , rasanya tidak pantas ."
Chan : " Apanya yang tidak pantas , kamu sudah saya anggap seperti adik saya sendiri ."
Azam :" Baiklah kak , terima kasih ."
Chan memeluk Azam begitu pun dengan Azam yang memeluk Chan dengan meneteskan air matanya .
__ADS_1
*******
Penjelasan Chan terhadap Azam .
Azam , kakak ingin berbagi rahasia denganmu , karena kakak yakin kalau kamu bisa mengemban amanah , jujur , bertanggung jawab , dan kakak yakin kamu bisa sukses lebih dari yang kakak bayangkan .
Mengingat penyakit kakak yang entah berapa lama lagi kakak bisa bertahan , kakak ingin Azam meneruskan perusahaan kakak yang ada di kota B ini .
Sudah lama sekali perusahaan ditinggalkan bahkan mungkin hampir terbengkalai .
Chan menarik nafas sesaat , dokter memvonis kakak paling bisa bertahan kurang lebih satu tahun .
Walaupun bisa dioprasi diluar negeri tetapi kemungkinannya kecil untuk sembuh total , karena benjolannya sudah menyebar kesetiap syaraf otak .
Tolong jangan beritahu Cinta , kakak tidak mau Cinta khawatir dan bersedih .
Kakak tahu kini kakak yang tidak tahu diri ini telah meminta permohonan yang sangat berat untuk Azam .
Tetapi hanya Azam yang kakak harapkan dan percaya .
Kak Vira kasihan sudah terlalu lelah mengurus perusahaan peninggalan ayah dan ibu , Roy juga harus berusaha memegang perusahaan di kota A milik kakak juga .
Bukan hanya Roy tetapi Boy juga yang harus meneruskan perusahaan yang kakak miliki di kota C , sedangkan dewi dan Tono mereka diberi kepecayaan oleh Cinta mengelola butik milik Cinta juga di kota C .
Sedangkan Adam dan Via mereka diberi amanah menjalankan tempat kursus yang makin bertambah siswanya di kota C .
Masing - masing memiliki amanah yang kami mandatkan pada mereka sesuai kemampuannya , semua aset kakak sudah ganti dengan nama Lee dan Qil .
Tetapi untuk yayasan dan ponpes ( pondok pesantren) juga perusahaan property yang ada di kota B kakak serahkan untuk Azam .
Kakak minta tolong lindungi keluarga kakak disaat kakak tidak bisa melindungi mereka .
******
Azam terus menangis tanpa bisa berkata - kata disela - sela mendengarkan penjelasan panjang lebar dari Chan yang sekarang sudah menjadi kakaknya .
Azam ingin sekali menolak namun mulutnya seperti terkunci , dan terasa berat untuk berucap .
Azam hanya bisa diam sambil terisak dan sepatah kata yang bisa dipaksakan untuk berucap walaupun terasa sangat berat.
" Kakak akan sembuh , jangan khawatir , kakak harus semangat , untuk melawan penyakit kakak ." kata Azam .
" Semuanya akan baik - baik saja , tidak akan terjadi apa - apa terhadap kakak " lanjut Azam .
******
Chan pun berusaha bangkit dan menggenggam tangan Azam , memohon Azam berjanji dan memenuhi permintaan terakhirnya dengan tulus .
Azam pun tidak kuasa untuk menolak dan berjanji akan berusaha semampunya untuk tidak mengecewakan Chan yang kini adalah kakaknya .
Mereka pun mengakhiri semua obrolannya , takut Cinta curiga dengan obrolan yang sedang mereka bicarakan .
Azam pun keluar dari kamar Chan , memanggil Lee & Qil untuk segera menemui daddynya .
Azam berusaha menutupi semua kesedihan dan rasa sakitnya yang menusuk saat harus mendengar kata2 terakhir dari Chan .
__ADS_1
" Bagaimana kalau Cinta yang mendengarnya? apakah akan sanggup ? Tentunya tidak akan sanggup , secara wanita perasaannya lebih sensitif dan cenderung lemah ."gumamnya .
******
Chan menyuruh Lee & Qil duduk disampingnya , sekarang posisi Chan berada ditengah antara lee & Qil .
Chan : " Lee , daddy bangga pada Lee dengan sikap Lee yang lebih tenang dan tidak mencolok , daddy hanya ingin Lee menyayangi Qil dan mommy. "
Lee : " Tentu saja Lee sayang Qil , sayang mommy , dan sayang daddy ." sahut Lee sambil terisak .
Chan :" Qil , daddy juga ingin Qil bisa menjaga mommy , dan menyayangi Lee .Sikap Qil yang hangat membuat orang cenderung merasa nyaman dekat dengan Qil .
Qil : " Ok daddy , Qil memeluk daddynya sambil menangis ."
Chan menjelaskan secara detail dan bahasa yang mudah dipahami Lee & Qil tujuan mereka sekolah di luar negeri tiada lain karena mereka harus dididik dan berusaha lebih keras lagi belajar semua yang tidak ada disekolahnya sekarang .
Mereka sudah memiliki tanggung jawab yang harus dipupuk semenjak dini mengenai segala sesuatu menjadi seorang CEO yang sukses kelak .
Chan juga mengingatkan pada kedua anaknya agar bisa menggantikannya suatu saat, menjaga , melindungi , dan menyayangi mommynya .
Lee & Qil juga harus lebih akrab dengan uncle Azam agar suatu saat nanti tidak canggung karena sekarang uncle Azam telah sah menjadi Adik daddy .
Lee & Qil pun mengerti mengenai penjelasan daddynya yang begitu singkat .
Mereka akhirnya berpelukan , Cinta yang memperhatikan mereka dari pintu meneteskan air matanya tak kuasa menahan kesedihan dan kekhawatirannya .
Vira pun menepuk pundak Cinta sampai Cinta tersadar dan segera masuk menghampiri mereka , dan mereka semua saling berpelukan .
Vira juga yang melihat pemandangan tersebut merasa terharu , berat sebetulnya memisahkan Lee & Qil dengan Cinta juga Chan yang sedang sakit .
Tetapi harus bagaimana lagi semua itu demi kebaikan mereka dan masa depan yang lebih baik.
Vira menghampiri mereka yang sedang asyik berpelukan ," Lee & Qil sayang ayo , bersiap untuk pergi nanti terlambat sayang ." bujuk Vira.
Lee & Qil enggan berpisah dengan mommy dan daddynya , namun Chan dan Cinta harus tega demi masa depannya .
Chan bersiap begitupun dengan Cinta ingin mengantar Lee & Qil.
Vira juga Azam ikut mengantar kepergian Lee & Qil ke Bandara .
Vira ikut dengan Qil dan Lee serta memilih tinggal beberapa lama disana , sekalian ingin mengunjungi Gava anaknya .
Isak tangis Cinta yang tak henti terus mengiringi kepergian Lee & Qil ke luar negeri , Chan berusaha tegar didepan mereka walau didalamnya rapuh .
Hanya Azam yang tahu dan mengerti semua perasaan Chan .
Mereka pun segera pergi meninggalkan bandara karena Azam dan Cinta khawatir dengan kondisi Chan yang masih terlihat pucat dan lemah .
*********************
Hello sahabat reader yang budiman ...
makin penasaran kan ?
ikuti terus episode selanjutnya...
__ADS_1
jangan lupa like , komen , vote , juga favorit..
terima kasih ....