
Cinta telah bangun dan mempersiapkan segala kebutuhan Chan , dari menyiapkan baju kerja , dan sarapannya.
Cinta kemudian membangunkan Chan dengan lembut dan mencium keningnya , mengusap rambutnya perlahan membuat Chan semakin sayang terhadap Cinta.
Chan bermanja - manja pada Cinta dan minta dipeluk Cinta agar Chan mau bangun.
Namun saat Cinta ingin mengabulkan permintaan Chan , Cinta merasa mual dan pusing seperti yang masuk angin.
Cinta pun terjatuh ke pelukan Chan dan tidak sadarkan diri.
Chan yang merasa kaget juga panik melihat keadaan Cinta langsung menggendong Cinta dan menidurkannya di ranjang.
Chan langsung menelepon temannya Zura yang berprofesi dokter untuk segera datang ke rumahnya sekarang juga.
Zura yang masih tiduran karena jadwal ke Rumah sakitnya Siang , langsung beranjak dan bergegas menuju rumah Chan.
Chan memegang tangan Cinta , dan terus menciumnya , Chan yang belum sempat mandi terlihat kusut namun tetap tampan.
Zura langsung masuk ketika bi Jum membuka pintu dan langsung menuju kamar Chan dengan diantar oleh bi Jum.
Bi Jum mengetuk pintu kamar majikannya dan tak lama Chan pun membuka pintu kamar dan menyuruh Zura segera memeriksa keadaan Cinta yang masih belum sadarkan diri.
Bi Jum segera kembali ke dapur untuk mengambil minum buat Zura .
Zura segera memeriksa Cinta dengan seksama dan berulang - ulang takutnya ada yang terlewatkan , namun Hasilnya tetap sama bahwa Cinta hanya demam karena kelelahan.
Zura menjelaskan kepada Chan aturan obat yang harus di minum Cinta , dan mengingatkan Chan agar tidak terlalu memporsir Cinta untuk melayaninya sampai harus kurang tidur.
Chan tersenyum kecut dan mengangguk tanda mengerti penjelasan Zura , kemudian Zura segera pamit pulang ingin melanjutkan istirahatnya yang tadi terganggu oleh telepon dari Chan.
Bi Jum yang datang membawa minuman langsung bengong melihat kepergian Zura yang tidak sempat meminum minuman yang bi Jum buat.
Bi Jum pun kembali membawa minuman tersebut ke dapur.
Chan terus mencium tangan Cinta yang masih belum sadarkan diri , kemudian Chan menelepon pihak kampus dan meminta izin untuk Cinta tidak masuk hari ini karena sakit.
Tidak lama kemudian Cinta perlahan membuka matanya dan melihat Chan yang berada disampingnya sambil meneteskan air matanya.
Cinta mengusap air mata Chan yang mengalir diatas pipinya kemudian menenangkan Chan bahwa dirinya baik - baik saja.
__ADS_1
Chan langsung memanggil bi Jum segera membawakan bubur yang tadi sudah dimasaknya dan memberikannya pada Cinta.
Chan dengan sabar menyuapi bubur ke mulut Cinta perlahan , setelah habis Chan memberikan Cinta obat dan menyuruhnya istirahat.
Chan menjelaskan kepada Cinta agar Cinta jangan melakukan aktivitas yang berat - berat dulu dan pergi ke kampus untuk mengajar , sementara waktu sampai badannya benar - benar pulih.
Cinta mengangguk mengerti , Chan mencium kening Cinta dan tidak tega meninggalkan Cinta disaat sakit , wajahnya Cinta terlihat pucat membuat Chan semakin Khawatir.
Namun Cinta berusaha kuat walaupun kepalanya terasa sangat pusing. Cinta menenangkan Chan dan menyuruh Chan ke kantor karena dirinya baik - baik saja.
Cinta menyarankan Chan segera mandi dan bergegas pergi ke kantor karena bi Jum bisa menjaga Cinta di rumah saat Chan bekerja.
Dengan berat hati Chan pun melangkah ke kamar mandi dan meninggalkan Cinta.
Cinta pun beristirahat kembali dengan memejamkan matanya namun yang Cinta rasakan kepalanya semakin sakit .
Tapi Cinta berusaha menahannya dan tidak ingin Chan mengetahui kondisinya agar tidak terlalu mengkhawatirkannya.
Chan sudah bersiap ke kantor dan pamit kepada Cinta , Chan juga berpesan agar Cinta selalu istirahat , dan meminta bantuan bi Jum.
Chan menelepon Zura , meminta Zura datang lagi ke rumahnya sebelum Zura pergi ke rumah sakit. dan meminta rekomendasi suster yang bisa menjaga dan merawat Cinta di rumah.
Zura pun menyetujui permintaan Chan dan segera melaksanakan perintahnya , Zura tidak ingin membuat Chan marah dan mengamuk , karena kesalahannya sedikit saja bisa membuat Chan murka , apalagi ini menyangkut nyawa istri tercintanya.
Bi Jum mengangguk dan mengerti perintah majikannya.
Chan segera pergi ke Kantor walaupun hatinya gelisah dan khawatir meninggalkan Cinta namun Chan tidak bisa meninggalkan rapat penting dengan klien yang sudah dijadwalkan hari ini.
****************
Sesampainya di Kantor , dengan tidak sengaja Chan melihat sepasang suami istri yang sedang beradu argumen tentang surat lamaran kerja diperusahaan miliknya.
Chan pun tidak mau ambil pusing , mobil yang Chan tumpangi melewatinya begitu saja tanpa mempedulikannya.
Sikap Chan yang dingin dan tegas sangat populer di perusahaan , dan sudah menjadi asumsinya setiap hari bila bertemu para karyawannya.
Chan segera masuk ruangannya dan disana sudah ada Roy yang menunggunya.
Chan tersenyum melihat sahabatnya yang setia menunggunya dan bersedia datang membantunya langsung di perusahaan miliknya.
__ADS_1
Boy sekertarisnya yang kini sedang berlari menuju ruangannya dengan terengah - engah karena takut jadwal bosnya terlambat , bengong melihat bosnya yang sedang tersenyum.
Chan melihat kedatangan Boy yang seperti itu sangat geli dan menyuruhnya segera mempersiapkan berkas untuk rapat sekarang dan memerintahkan Roy untuk melaksananan apa yang sudah mereka rencanakan.
Roy mengerti dan langsung pergi untuk menjalankan misinya.
************************
Di rumah Cinta diperiksa Zura untuk kedua kalinya dan membawa peralatan medis lengkap serta suster seperti yang diperintahkan Chan.
Zura tersenyum kepada Cinta dan memperkenalkan diri kepada Cinta.
Zura juga menjelaskan bahwa Chan dan dirinya telah menjadi sahabat dari kecil. Zura juga tahu sifat Chan yang keras sedikit merepotkan Cinta namun Zura baru melihat Chan bersikap lembut hanya pada Cinta.
Sebelumnya Zura hanya tahu kalau Chan seseorang yang memiliki kepribadian dingin , cuek , tegas , dan keras.
Cinta tersenyum mendengarkan Zura bercerita mengenai suaminya.
Zura juga menyimpan nomernya diponsel Cinta.
Bila terjadi sesuatu Cinta tinggal menghubunginya.
Cinta mengangguk dan berterima kasih terhadap Zura yang selalu memeriksa dan merawatnya.
Zura tersenyum dan menjelaskan bahwa semua yang Cinta katakan tadi adalah pekerjaannya sebagai dokter dan sudah menjadi kewajibannya.
Zura tersenyum ramah terhadap Cinta.
Zura pamit ke Cinta untuk segera pergi ke Rumah sakit karena ada jadwal operasi , Cinta mengangguk dan mengerti , Cinta pun kembali menutup matanya tertidur , mungkin pengaruh dari obat yang diberikan Zura , supaya Cinta banyak beristirahat.
Zura juga memberi perintah kepada Suster yang akan merawat Cinta dan meninggalkannya.
*****************
Sesampainya di Rumah Sakit , Zura segera menelepon Chan dan memberitahu bahwa Zura telah melaksanakan apa yang telah Chan perintahkan.
Chan mengucapkan terima kasih pada Zura dan melanjutkan rapatnya dengan seksama supaya cepat selesai dan segera kembali merawat Cinta di rumah yang sedang sakit.
__ADS_1
Agar Chan menyaksikan sendiri bagaimana perkembangan dan keadaan Cinta sekarang , dan ingin selalu berada disampingnya saat Cinta dalam kondisi sakit.
*** Mohon dukungan like , komen dan vote ya***