
Seperti biasa Cinta melalukan aktivitasnya dipagi hari dan melaksanakan kewajibannya mengajar mahasiswa sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.
Selesai mengajar Cinta berniat untuk istirahat sebentar diruang dosen , dan tidak langsung pulang ke asrama , Cinta juga ingin bertemu sahabatnya Via yang sedang sibuk menyusun acara yang akan diadakan mahasiswa dijurusannya.
Perjalanan dari ruang kelas ke ruang dosen cukup jauh , saat sedang melangkah menuju ruang dosen Cinta bertemu Via dari arah yang berbeda , kemudian Cinta melihat kebahagiaan Via yang menyambut dirinya dengan hangat.
Cinta langsung menyambut kembali dengan memeluk Via penuh kasih sayang , seolah - olah mereka tidak bertemu lama sekali karena kesibukannya masing- masing . Maklum Cinta dan Via mengajar dijurusan yang berbeda.
Saat Cinta dan Via sedang asyik ngobrol , tiba - tiba Adam menghampiri mereka , dan meminta Izin Cinta untuk menemaninya ngobrol dikantin. Adam mengajak Cinta berbicara berdua tanpa harus mengajak Via.
Walaupun Via merasa kesal karena tidak diperbolehkan ikut ngobrol tapi Via merasa senang sudah ketemu Cinta.
Via hanya bisa marah dan cemberut didepan Adam karena Via merasa dirugikan oleh Adam , seharusnya hari ini Via bisa ngobrol sepuasnya dengan Cinta mengisi jadwal kosongnya.
__ADS_1
Cinta pun meminta maaf kepada Via , karena harus meninggalkan Via sendirian , Cinta merasa tidak enak hati kepada Via , tetapi Via segera menenangkan Cinta dan menyuruhnya untuk pergi bersama Adam.
Via tersenyum dan melambaikan tangannya kepada Cinta , begitu pula dengan Cinta yang membalas lambaian tangan terhadap Via .
Adam yang sedari tadi memperhatikan sikap Cinta dan Via merasa heran keakraban dua dosen muda yang cantik dan pintar ini ternyata ada sisi kekanak -kanakannya .
Apa jadinya kalau mahasiswa mengetahui sikap para dosennya ini.
Sungguh mengagumkan sikapnya yang tegas , bijak , dan berwibawa diruang kelas dihadapan mahasiswanya , bisa bersikap lucu dan bertingkah aneh saat diluar.
Berbeda halnya dengan Via yang setiap bertemu Adam selalu marah -marah dan kesal , untuk menutupi rasa kagumnya kepada Adam.
Sebenarnya hampir dua tahun ini Via merasa kagum terhadap Adam , dan Via selalu gugup bila bertemu Adam.
Via juga selalu memperhatikan Adam , karena Via dengan Adam mengajar dijurusan yang sama hanya mata kuliah yang berbeda.
__ADS_1
Adam selalu saja membuat Via terpesona dan kagum , apalagi kalau Adam sedang mengajar , Via selalu mengintip dan memperhatikan dari kejauhan supaya tidak ketahuan Adam.
Tidak ada yang tahu perasaan Via terhadap Adam, Via selalu memendam perasaannya terhadap Adam , karena Via tahu kalau dihati Adam hanya ada Zara.
Tetapi itu dulu , mungkinkah setelah kepergian Zara , Adam berpaling dan jatuh cinta serta terpesona oleh kecantikan Cinta.
Kenapa Adam tidak pernah merasakan apa yang dirasakan Via , padahal Via sudah mencoba memberi sinyal kepada Adam ,tapi tetap saja Adam tidak mengerti apalagi mengetahuinya.
Via semakin galau memikirkan kepergian Adam dengan Cinta , tidak terasa air matanya jatuh membasahi pipinya meratapi nasibnya yang menunggu lama untuk menyatakan perasaannya kepada Adam.
Setelah kepergian Zara , Via berfikir bisa akrab dengan Adam tetapi malah semakin jauh bahkan jarang sekali bertemu walaupun mengajar dijurusan yang sama.
Via merasa galau disatu sisi Cinta adalah sahabat barunya yang terbaik dan sangat disayanginya. Tetapi Via juga tidak rela menyerahkan Adam kepada sahabat barunya itu.
Via takut penantiannya selama dua tahun ini sia - sia dan direbut Cinta . Dilihat dari tatapan Adam yang tidak lepas terhadap Cinta , seakan menahan rindu , membuat Via merasa sakit.
__ADS_1
Pokoknya Via tidak akan menyerah kepada Cinta , untuk mempertahankan Adam . Via akan berusaha menceritakan perasaan sukanya terhadap Adam kepada Cinta , agar Cinta tidak merampas Adam dari dirinya.
*** Mohon dukungan like dan komennya ya***