
Tidak lama mobil yg ditumpangi oleh Cinta dan keluarganya pun tiba. Aiden yg sengaja menyambut kehadiran Cinta langsung membukakan pintunya
"Silahkan nona Cinta. Tuan Alvin dan sekeluarga sudah menunggu anda didalam"
"Iya terima kasih Aiden. Tapi kenapa kami dibawa kesini?" tanya Cinta
"Itu semua akan dijelaskan oleh tuan muda nona." jawab Aiden.
Mereka langsung menuju tempat yg telah ditunjukkan oleh Aiden. Alvin yg melihat kehadiran sang pujaan hati langsung menyambutnya dan mengajak mereka untuk duduk bersama.
"Akhirnya setelah sekian lama kita bisa bertemu juga" ucap Wijaya dengan senyumnya
"Iya kau benar Wijaya, rasanya baru kemarin kita berpisah untuk melanjutkan sekolah kita masing masing" tutur David
"Oh iya aku sudah mendengar semua cerita anak kita Vid. Aku berniat ingin melamar anakmu dan segera melangsungkan pernikahan. Sesuai janji kita dulu" ucap Wijaya "Semoga kamu tidak lupa dan tidak keberatan dengan permintaanku ini" lanjut Wijaya
"Tentu tidak Wijaya, aku sangat senang kita bisa menepati janji kita yg sudah lama kita buat. Aku pun tidak menyangka tanpa kita jodohkan mereka secara langsung, mereka mengenal satu sama lain dan memutuskan untuk menikah" jawab David
"Baiklah, kapan kita akan melangsungkan pernikahannya?" tanya Wijaya
__ADS_1
"Kita tanya saja dad ke anak anak. Biar mereka yg memutuskan" jawab Aliesh
"Iya Aliesh benar, kita jangan membuat anak anak kita merasa terburu buru dengan pernikahan mereka. Biarkan mereka saling mengenal"
"Lebih baik secepatnya dad"
Setelah menyelesaikan makannya, Alvin meminta Aiden untuk menyerahkan berkas yang telah disiapkannya. Alvin yang telah menerima berkasnya langsung memberikan kepada Cinta.
"Apa ini?"
"Ini hadiah untukmu. Semoga kamu suka karena aku sudah menyiapkan semuanya untukmu" senyum Alvin "Bukalah"
"Apa maksudnya ini Vin?"
Alvin yang tersenyum melihat reaksi Cinta hanya tersenyum dan saat akan menjelaskan semuanya tiba tiba muncul orang yang tidak ingin Cinta lihat
"Cinta ternyata kamu disini? Om tante apa kabar?" tanya Richard
Alvin yang melihatnya hanya acuh tak acuh dan menggenggam tangan Cinta karena takut Cinta akan tersakiti. Cinta yang merasa tangannya dipegang hanya tersenyum ke arah Alvin. Ada perasaan hangat dan aman yang dia rasakan.
__ADS_1
" Aiden, kenapa ada orang asing yang bisa masuk saat acara ini berlangsung?" tanya Alvin kesal
" Maaf tuan, dia ini bagian dari tim dekorasi hari ini"
Alvin yang mendengarnya hanya menghela nafas panjang. Aiden tahu ini tidak akan baik jika dibiarkan lama lama.
"Maaf aku kesini hanya ingin memberikan ini untukmu, kemarin saat kita bertemu aku tidak sempat memberikannya" tutur Richard
Cinta yang mendapatkan kotak kecil yang diberikan Richard hanya terdiam tanpa menerima atau menolaknya. Keheningan sejenak terasa didalam ruangan tersebut. Richard yang tidak mendapat respon dari Cinta langsung menyimpan barang tersebut dimeja tepat dekat dengan tangan Cinta. Alvin yang melihatnya hendak berdiri namun ditahan oleh Cinta. Richard hanya tersenyum dan kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan meja tersebut.
"Bodoh, harusnya kamu cek terlebih dahulu daftar pegawainya Aiden" amarah Alvin mendapati Aiden tidak bisa detail untuk kali ini
"Maafkan saya tuan" hanya itu yang diutarakan Aiden. Percuma Jika dia menjelaskan semuanya. Aiden yang sudah mengetahui sifat tuannya akan semakin murka jika banyak bicara.
"Bukalah nak. Mungkin itu penting" David mencoba untuk mencairkan suasana agar tidak terlalu tegang. Dia tahu apa yang telah dilakukan pria tersebut kepada putrinya. Hanya saja dia tidak mau terbelenggu oleh amarah yang pada akhirnya akan membuat kacau semuanya.
Dengan ragu ragu Cinta yang hendak mengambil benda tersebut melirik Alvin sejenak meminta persetujuannya. Kemudian Cinta membuka benda tersebut setelah menerima anggukan dari Alvin.
Begitu terkejutnya Cinta saat melihat benda yang ada di dalam kotak tersebut. Membuat ingatannya kembali ke masa dulu dia bersama Richard
__ADS_1