
Chan telah sehat kembali setelah sakit selama tiga hari. Kini Chan siap pergi ke kantor untuk bekerja.
Cinta juga akan segera berangkat ke kampus karena Cinta sudah merasa tenang melihat Chan sudah sehat.
Cinta dan Chan bertemu dimeja makan dan mereka memperlihatkan kemesraannya didepan bi Jum dan kedua perawatnya.
Cinta yang merasa malu diperhatikan tapi tidak dengan Chan.
Chan sengaja mencium Cinta , dan memeluk erat Cinta sebelum mereka berpisah dengan mobil yang berbeda.
**********************
Di kampus Cinta mengajar seperti biasa , Cinta merasa kesepian karena kini dirinya benar - benar sendiri tanpa ditemani seorang sahabatnya Via.
Via selalu mengisi kekosongan waktu saat jadwal mengajar mereka kosong.
mereka saling bercanda dan bercerita seputar pengalaman mereka.
Cinta selalu saja sedih melihat bangku kosong tempat Via duduk dibelakang mejanya diruangan dosen.
Drtttttt,,,,Drtttttt,,,
Suara ponsel Cinta yang di silent , terlihat nama Chan dilayar ponsel , betapa girangnya Cinta dan langsung mengangkatnya.
Chan menanyakan keadaan Cinta dan kini Chan sedang dalam perjalanan bisnis yang dekat dengan kampus , Chan ingin sekalian menjemput Cinta.
Cinta tersenyum dan beranjak serta mengatakan akan menunggu Chan menjemputnya.
Cinta menutup teleponnya dan kembali melihat jadwal mengajarnya , ternyata jadwal mengajar Cinta telah habis jadi sekitar satu jam Cinta harus menunggu Chan menjemputnya.
Cinta berinisiatif menunggu Chan di kantin. Dan Cinta pun beranjak sambil pamit terlebih dahulu kepada rekan sesama dosennya di ruangan karena jadwal mengajarnya telah habis.
Sesampainya di Kantin , Cinta sengaja duduk dekat jendela yang mengarah ke jalan agar saat Chan turun Cinta langsung melihatnya.
Sambil menunggu minuman yang Cinta pesan dan cemilan datang , Ghatan yang melihat Cinta duduk sendiri segera menghampiri Cinta.
Cinta yang kaget dengan kedatangan Ghatan , merasa tidak enak hati takut Chan melihatnya bukannya apa - apa , Chan mudah cemburu semenjak tahu dirinya hamil.
Ghatan mendekati Cinta dan duduk dihadapannya padahal Cinta belum mengizinkannya duduk.
Cinta menanyakan kepada Ghatan ada yang perlu mereka bicarakan sampai Ghatan harus menghampirinya.
Ghatan tersenyum dan tahu bahwa Cinta tengah mengusirnya secara halus.
Ghatan semakin tertarik dengan Cinta yang semakin judes terlihat semakin Cantik.
Ghatan memesan minuman yang sama dengan Cinta dan membayar makanan Cinta sekalian dengan miliknya.
Cinta yang kaget dan bengong , melihat tingkah Ghatan merasa kesal , Ghatan semakin berani pada dirinya .
" Bu Dosen , Ghatan pernah bilang sama teman Ghatan bahwa bu dosen adalah kakak Ghatan tapi bu dosen tidak mengakuinya , bagaimana kalau bu dosen menganggap Ghatan sebagai selingkuhan bu dosen. " ucapnya.
Mata Cinta melotot dan terbelalak mendengar kata - kata yang keluar dari Ghatan mahasiswanya.
__ADS_1
Cinta merasa marah dan segera beranjak , namun Ghatan menahan tangannya dan hampir terjatuh dan dipeluk Ghatan , Chan yang baru sampai langsung melihat kejadian tersebut.
Chan langsung lari dan menghampiri mereka. Ghatan langsung melepaskan Cinta dan meminta maaf , serta berbungkuk pada Chan.
Chan yang sedang menahan emosi menarik Cinta dan mengajaknya langsung pergi meninggalkan Ghatan dan keluar dari Kantin .
Dengan penuh amarah , Chan membuka dan membanting pintu mobil , dan mengemudikan mobilnya secepat mungkin .
Cinta yang hanya bisa menangis dalam diam , merasa takut dengan sikap Chan yang akhir - akhir ini lebih sensitif.
Selain mudah cemburu , Chan juga mudah marah kadang tanpa sebab.
Chan menyetir tanpa menghiraukan Cinta , Chan kesal dan benar - benar marah.
Sesampainya dirumah Chan masih bersikap dingin , dan membanting pintu kamar.
Cinta terdiam , mematung didepan pintu , Cinta menangis karena kecewa dengan sikap Chan yang tidak memberi kesempatan untuk menjelaskannya kepada Chan.
Chan membuka pintu kamarnya , Cinta tersenyum namun senyumnya hilang begitu saja saat melihat Chan telah berganti maju dengan baju kasualnya memakai jaket dan membawa kunci mobilnya tanpa menyapa pada Cinta , Chan pergi lagi meninggalkan Cinta.
Cinta mengejar Chan , namun Chan tidak menghiraukan Cinta .
Cinta menangis sejadi - jadinya melihat Chan yang pergi meninggalkannya dirumah tanpa menyelesaikan masalah yang terjadi terlebih dahulu.
Chan memang sudah berubah , dulu Chan selalu mendengarkan Cinta dan menyelesaikan masalah dengan cepat tanpa menundanya.
Bi Jum yang melihat majikannya menangis dan tergeletak di lantai , sangat kaget , langsung meminta tolong pada satpam untuk mengangkatnya ke kamar.
Cinta terlihat sangat menyedihkan , baru kali ini bi Jum melihat Cinta diperlakukan seperti itu oleh Chan.
Bi Jum mencoba berkali - kali menelepon Chan namun tidak terhubung , bi Jum merasa aneh kenapa telepon majikannya tidak terhubung.
Bi Jum segera menelepon Vira , karena bi Jum bingung melihat kondisi Cinta.
Vira segera datang setelah di telepon bi Jum , dan menanyakan pada bi Jum tentang keberadaan Chan.
Vira kesal mendengar peristiwa yang terjadi dari bi Jum mengenai Cinta dan Chan.
Vira sengaja berulang - ulang menelepon Chan , namun tetap tidak bisa terhubung.
Vira juga menelepon Roy agar Roy melacak keberadaan Chan.
Roy meminta waktu untuk menemukan keberadaan Chan , Vira menyetujuinya dan menutup teleponnya.
Vira menghampiri Cinta yang terbaring ditempat tidur. Vira mengusap rambut Cinta , merasa iba melihat kondisinya .
Cinta perlahan membuka matanya dan menanyakan keberadaan Chan , Vira menggeleng dan menjelaskan sedang menunggu kabar dari Roy.
Cinta khawatir terjadi sesuatu kepada Chan yang pergi dalam keadaan emosi.
Vira berusaha menenangkan Cinta , dan memeluk Cinta yang terus khawatir sambil menangis karena rasa bersalahnya kepada Chan.
Roy segera memberi kabar pada Vira bahwa Chan berada disekitar kampus entah apa yang akan dilakukannya.
__ADS_1
Vira berterima kasih pada Roy atas kerja kerasnya Vira sedikit tenang bahwa Chan tidak pergi jauh begitu pun dengan Cinta.
*******************
Sementara Chan , yang langsung pergi ke asrama putra yang berada didalam kampus , langsung menanyakan pengurus asrama dan menanyakan keberadaan Ghatan.
Saat Ghatan turun dan menghampiri Chan , Chan langsung meninju Ghatan dan memukulnya , Chan memperingati Ghatan agar tidak mendekati lagi istrinya.
Ghatan meminta maaf dan memohon ampun kepada Chan , Ghatan berjanji tidak akan mengganggu dan mendekati dosennya lagi yaitu istrinya Chan.
Chan pergi meninggalkan Ghatan dengan berlumuran darah dibagian mukanya.
Ghatan tersenyum melihat kesetiaan Chan , Chan pantas untuk dicintai oleh Cinta , Ghatan sekarang percaya bahwa Chan benar laki - laki yang mencintai dan dapat menjaga Cinta.
pengurus asrama lari menghampiri Ghatan dan memapahnya serta menanyakan keadaan Ghatan.
Ghatan tersenyum dan menggeleng mengatakan tidak apa - apa dan mengakui kalau dirinya yang bersalah dan pantas mendapatkan pukulannya.
Chan kini berada ditaman dekat kampus dan duduk depan danau buatan , menenangkan dirinya disana.
Saat Chan duduk , seseorang memperhatikan dan menghampiri Chan , tiada lain adalah Nie.
Nie yang sedang kesal dengan Ghatan yang selalu menghindarinya bila Nie sengaja mendekatinya membuat Nie marah dan berlari ke taman dan berada tidak jauh dari tempat duduk Chan.
Nie meminta izin duduk dekat Chan , tapi Chan cuek tidak menghiraukannya.
Nie memotret kebersamaannya dengan Chan tanpa Chan sadari.
Nie memosting foto tersebut ke sosmed dan mengatakan kalau Chan adalah pacar barunya.
Niat Nie ingin memanas - manasi Ghatan , Chan jauh lebih tampan dan ganteng dari Ghatan , Nie tidak tahu kalau Chan adalah suami dosennya.
Setelah merasa tenang Chan pergi dari taman dan menuju rumah Roy , dan berniat menginap untuk menghilangkan rasa kesalnya.
Nie bengong melihat cowok sedingin dan cuek seperti Chan , " laki - laki itu normal ngga sih masa aku yang cantik begini dicuekin. " Gumam Nie.
Chan mengetuk pintu rumah Roy , saat Roy membuka pintu Roy kaget melihat muka Chan yang begitu kusut.
Roy segera menyuruh Chan masuk , Roy pun segera memberi kabar pada Via bahwa Chan berada bersamanya sekarang.
Vira dan Cinta merasa sedikit lega walaupun Cinta sedih dan terluka melihat sikap Chan yang benar - benar sudah berubah.
Padahal Cinta sedang membutuhkan Chan saat ini dengan masa kehamilan yang masih sangat muda.
Setelah melihat keadaan Cinta jauh lebih tenang , Vira memberikan Cinta makan dan minum obat serta menyuruhnya istirahat .
Vira juga berpesan pada bi Jum , untuk menjaga Cinta , dan segera menghubunginya bila terjadi sesuatu pada Cinta. Vira pun pamit meninggalkan Cinta dan bi Jum karena Vira masih banyak urusan yang harus diselesaikannya.
Bi Jum mengangguk dan berterima kasih kepada Vira , yang telah merawat majikannya dan menenangkan Cinta.
*Jangan lupa like , komen , dan vote juga hadiah*
*** Terima Kasih***
__ADS_1