
Pagi - pagi sekali Cinta sudah bersiap untuk segera pergi ke Rumah Sakit , kali ini Cinta mengajak Lee & Qil menjenguk Chan .
Lee & Qil sudah menunggu Cinta dan bersiap untuk pergi dengan penuh semangat .
Mereka sudah tidak sabar ingin bertemu daddynya , Qil yang paling ribut minta segera pergi agar rasa rindunya pada daddy mereka terobati .
Lee juga sama rindu pada daddynya namun Lee sedikit tertutup dan bisa menahan sedikit perasaannya .
Cinta memeluk Qil & Lee , kemudian Cinta pun mengajak mereka segera meninggalkan rumah dan pamit terlebih dahulu pada bi Jum .
*****
Diperjalanan Qil terus mengoceh menanyakan keadaan daddynya pada Cinta.
Qil : " mommy , sekarang daddy sudah bisa pulang bersama Qil belum ? "
Cinta : " Sayang , daddy masih belum bisa pulang dengan kita , Qil harus banyak berdoa , agar daddy cepat pulang , dan berkumpul lagi bersama kita ."
Qil : " Lee & Qil sering berdoa agar daddy cepat sembuh dan pulang lagi ke rumah ."
Cinta : " Oke , doa Qil & Lee semoga cepat terkabul ."
Qil & Lee : " Aamiin ."
Lee : " Mommy , sebenarnya daddy sakit apa ?"
Cinta : terdiam . menghela nafasnya , agar bisa menjelaskan penyakit Chan namun tidak membuat mereka khawatir . " Meningitis sayang ."
Lee : " apakah maningitis itu penyakit berbahaya ?"
Cinta : " kalau daddy minum obatnya teratur penyakit daddy bisa sembuh , sayang kita berdoa ya biar daddy bisa bertahan dan kuat melawan penyakitnya ."
Qil : " Mommy , kalau begitu Qil harus bertemu pahlawan hero yang kuat dan bisa bantu Qil melindungi daddy serta melawan penyakitnya ."
Lee : " bodoh ."
Qil : " mommy , Lee bilang Qil bodoh ."
Cinta : " Sudah - sudah jangan pada ribut kita sudah sampai , Lee sayang , Qil bukan bodoh melainkan belum begitu paham ." jelas cinta .
Lee : mengangguk dan segera membujuk Qil , "Maaf Qil."
Qil : " Ok , tapi lee jangan bilang Qil bodoh lagi ."
Cinta pun tersenyum melihat tingkah mereka yang menggemaskan terutama Qil , dengan tingkahnya yang selalu merajuk sedangkan Lee yang senang menggoda Qil .
Cinta memarkirkan mobilnya dan mengajak si kembar turun .
Mereka bergegas segera menuju ruang inap daddynya.
Cinta sudah diberi kabar terlebih dahulu oleh Azam bahwa oprasi Chan berjalan dengan baik dan segera dipindahkan ke ruang rawat .
*****
Qil setengah berlari saat hendak masuk ke ruangan rawat , Cinta sampai tidak bisa menahannya dan menghentikannya .
Azam pun tersenyum melihat tingkah Qil yang langsung memeluk daddynya sambil terus mengajak daddynya bercerita .
Chan yang masih berbaring sedikit menahan sakit karena pelukan Qil yang begitu kuat .
Cinta segera membujuk Qil dan menjelaskan kepada Qil agar Qil melepaskan pelukan daddynya gantian dengan Lee .
__ADS_1
Lee sedikit lebih tenang dan bersikap dewasa dibandingkan Qil .
Maka dari itu Lee langsung tanggap saat Cinta mengatakan gantian peluk daddynya pada Qil .
Daddynya hanya bisa menahan sambil tersenyum , dalam hatinya Chan merasa sangat sedih karena dirinya kini lemah merasa tidak berguna melindungi Kedua anaknya .
Kesedihan Chan terlihat jelas oleh Cinta , dengan penuh inisiatif setelah Lee memeluk Chan , Azam mengajak lee & Qil membeli sarapan untuk mommynya .
Sekalian Azam mengajak Lee & Qil melihat taman yang bagus yang ada di Rumah sakit ini .
Tujuannya tiada lain Azam hanya ingin memberi ruang pada Cinta dan Chan untuk mengobrol .
*****
Cinta menghampiri Chan kemudian menggenggam tangan Chan yang masih terlihat lemah .
Cinta : " Sayang , apa masih terasa sakit ? "
Chan : menggeleng , " sudah tidak terlalu sakit ."
Cinta : " Syukurlah , kamu harus kuat suami kuh ." Cinta memeluk Chan .
Chan : " Sayang , ada yang ingin aku sampaikan mengenai urusan kantor dan perusahaan yang sedikit terbengkalai ."
Cinta : " Sayang , bisakah kita tidak membicarakan itu untuk sementara ini , aku cuma ingin kamu sembuh ."
Chan : tersenyum , " sayang beri aku kesempatan untuk mengatakannya ."
Cinta : " hemmmmh. "
Chan : " Ayolah sayang , jangan cemberut gitu donk , nanti ngga terlihat cantik lho ."
Cinta : " ngga peduli ."
Cinta : " Ok , tapi janji jangan terlalu banyak berfikir masalah pekerjaan ."
Chan : " Aku ingin perusahaan yang berada di kota ini diambil alih oleh Azam , melihat kegigihan dan kejujuran Azam sepertinya Azam bisa bertanggung jawab mengelola perusahaan ."
Cinta : " sayang , kamu yakin ?"
Chan : " Tentu saja , Azam juga sholeh , prilakunya baik Insya Allah bisa memegang amanah ."
Cinta : " sayang , sebagai istri keputusan suami menjadi prioritas dan mudah2an Azam orang yang tepat menggenggam amanah yang kamu berikan ."
Chan : " Aamiin ."
*****
Cinta pun membujuk Chan agar mau dibersihkan badannya dan memakan makanannya yang diantar suster .
Chan merajuk pada Cinta untuk membasuh badannya , Chan tidak mau disentuh oleh suster .
Cinta terkekeh melihat tingkah Chan yang seperti anak kecil meminta dibelikan permen .
Cinta pun berterima kasih kepada suster yang telah berusaha membujuk Chan untuk makan .
Suster pun segera meninggalkan mereka berdua , yang hampir membuat malu dan iri karena keromantisan mereka .
Cinta menanyakan pada Chan , " sayang sekarang mau makan apa mau dilap dulu badannya ? "
" Makan " kata Chan .
__ADS_1
" Oke ."
Cinta segera mengambil makanan yang sudah tersedia yang tadi dibawa suster .
Cinta menyuapi Chan dengan penuh rasa kasih sayang .
Setelah Chan rasa cukup , Cinta segera membawa air hangat di ember dan membasuh tubuh Chan dengan lembut menggunakan lap handuk .
Chan sedikit mengeluarkan air mata namun segera diusapnya takut terlihat oleh Cinta .
Chan tidak mau membuat Cinta khawatir , Chan harus kuat dan bangkit melawan penyakit yang dideritanya .
Chan tidak ingin terlihat lemah , dihadapan Cinta dan keluarganya terutama Lee & Qil .
Cinta heran melihat tingkah Chan yang sedikit mencurigakan , seperti menyembunyikan sesuatu .
" Sayang , kamu kenapa terus membelakangi aku ?" kata Cinta .
" Ti,,tidak kok hanya sedikit pegal saja ." chan pun menutupi perasaan sebenarnya .
*****
Setelah Chan berganti baju , tiba - tiba Vira masuk setengah berlari dan langsung memeluk Cinta .
" Cinta kamu tidak apa - apa kan ?"kata Vira .
" kakak , Cinta baik - baik saja , tapi tidak dengan Chan ." kata Cinta .
" Chan kamu ini kenapa tidak pernah mau nurut untuk tidak terlalu memporsir tenagamu , kalau sudah sakit begini kan repot ." kata Vira sedih .
"Maaf kak , Chan menyesal ." katanya .
mereka kakak beradik saling berpelukan membuat Cinta terharu dan meneteskan air mata .
Azam , lee , dan Qil pun segera masuk kembali ke ruang rawat Chan , melihat Vira mereka berdua langsung berhamburan memeluk Vira .
Vira mencium dan memeluk mereka berdua , Vira juga sekalian ingin menyampaikan kepada Cinta dan Chan mengenai surat wasiat yang ayah dan ibunya tulis jauh sebelum mereka meninggal .
Ayah menginginkan Lee & Qil sekolah diluar negeri bersama Gava yang telah lebih dulu sekolah disana .
Lee & Qil harus medapatkan ilmu yang lebih baik dan lebih keras dari anak seusianya karena lee & Qil nantinya akan memegang amanah yang cukup berat .
Vira & Chan dulu juga sekolah ditempat tersebut sekolah khusus yang banyak nilai plusnya , ditatar bagaimana menjadi seorang pemimpin yang berakhlak , tegas , bijaksana , berwibawa , jujur dan bertanggung jawab .
Seminggu lagi Lee & Qil sudah genap berusia 9 tahun , usia yang sudah cukup untuk disekolahkan disana .
Chan dan Cinta pun terdiam , bingung , tidak dapat menolak apalagi itu wasiat dari kedua orang tua Chan yang begitu menyayangi dirinya .
*****************
Hello , sahabat reader..
Terima kasih author ucapkan pada reader yang sudah memberikan like , komen , vote juga favorit..
Jangan bosan - bosan ya reader yang budiman...
Terus ikuti setiap episodenya ...
jangan lupa tinggalkan jejak..
like , komen , vote juga favorit..
__ADS_1
terima kasih...