Kembalinya Cinta

Kembalinya Cinta
Amanah untuk Azam


__ADS_3

Pagi - pagi sekali Cinta sudah bersiap untuk segera pergi ke Rumah Sakit , kali ini Cinta mengajak Lee & Qil menjenguk Chan .


Lee & Qil sudah menunggu Cinta dan bersiap untuk pergi dengan penuh semangat .


Mereka sudah tidak sabar ingin bertemu daddynya , Qil yang paling ribut minta segera pergi agar rasa rindunya pada daddy mereka terobati .


Lee juga sama rindu pada daddynya namun Lee sedikit tertutup dan bisa menahan sedikit perasaannya .


Cinta memeluk Qil & Lee , kemudian Cinta pun mengajak mereka segera meninggalkan rumah dan pamit terlebih dahulu pada bi Jum .


*****


Diperjalanan Qil terus mengoceh menanyakan keadaan daddynya pada Cinta.


Qil : " mommy , sekarang daddy sudah bisa pulang bersama Qil belum ? "


Cinta : " Sayang , daddy masih belum bisa pulang dengan kita , Qil harus banyak berdoa , agar daddy cepat pulang , dan berkumpul lagi bersama kita ."


Qil : " Lee & Qil sering berdoa agar daddy cepat sembuh dan pulang lagi ke rumah ."


Cinta : " Oke , doa Qil & Lee semoga cepat terkabul ."


Qil & Lee : " Aamiin ."


Lee : " Mommy , sebenarnya daddy sakit apa ?"


Cinta : terdiam . menghela nafasnya , agar bisa menjelaskan penyakit Chan namun tidak membuat mereka khawatir . " Meningitis sayang ."


Lee : " apakah maningitis itu penyakit berbahaya ?"


Cinta : " kalau daddy minum obatnya teratur penyakit daddy bisa sembuh , sayang kita berdoa ya biar daddy bisa bertahan dan kuat melawan penyakitnya ."


Qil : " Mommy , kalau begitu Qil harus bertemu pahlawan hero yang kuat dan bisa bantu Qil melindungi daddy serta melawan penyakitnya ."


Lee : " bodoh ."


Qil : " mommy , Lee bilang Qil bodoh ."


Cinta : " Sudah - sudah jangan pada ribut kita sudah sampai , Lee sayang , Qil bukan bodoh melainkan belum begitu paham ." jelas cinta .


Lee : mengangguk dan segera membujuk Qil , "Maaf Qil."


Qil : " Ok , tapi lee jangan bilang Qil bodoh lagi ."


Cinta pun tersenyum melihat tingkah mereka yang menggemaskan terutama Qil , dengan tingkahnya yang selalu merajuk sedangkan Lee yang senang menggoda Qil .


Cinta memarkirkan mobilnya dan mengajak si kembar turun .


Mereka bergegas segera menuju ruang inap daddynya.


Cinta sudah diberi kabar terlebih dahulu oleh Azam bahwa oprasi Chan berjalan dengan baik dan segera dipindahkan ke ruang rawat .


*****


Qil setengah berlari saat hendak masuk ke ruangan rawat , Cinta sampai tidak bisa menahannya dan menghentikannya .


Azam pun tersenyum melihat tingkah Qil yang langsung memeluk daddynya sambil terus mengajak daddynya bercerita .


Chan yang masih berbaring sedikit menahan sakit karena pelukan Qil yang begitu kuat .


Cinta segera membujuk Qil dan menjelaskan kepada Qil agar Qil melepaskan pelukan daddynya gantian dengan Lee .

__ADS_1


Lee sedikit lebih tenang dan bersikap dewasa dibandingkan Qil .


Maka dari itu Lee langsung tanggap saat Cinta mengatakan gantian peluk daddynya pada Qil .


Daddynya hanya bisa menahan sambil tersenyum , dalam hatinya Chan merasa sangat sedih karena dirinya kini lemah merasa tidak berguna melindungi Kedua anaknya .


Kesedihan Chan terlihat jelas oleh Cinta , dengan penuh inisiatif setelah Lee memeluk Chan , Azam mengajak lee & Qil membeli sarapan untuk mommynya .


Sekalian Azam mengajak Lee & Qil melihat taman yang bagus yang ada di Rumah sakit ini .


Tujuannya tiada lain Azam hanya ingin memberi ruang pada Cinta dan Chan untuk mengobrol .


*****


Cinta menghampiri Chan kemudian menggenggam tangan Chan yang masih terlihat lemah .


Cinta : " Sayang , apa masih terasa sakit ? "


Chan : menggeleng , " sudah tidak terlalu sakit ."


Cinta : " Syukurlah , kamu harus kuat suami kuh ." Cinta memeluk Chan .


Chan : " Sayang , ada yang ingin aku sampaikan mengenai urusan kantor dan perusahaan yang sedikit terbengkalai ."


Cinta : " Sayang , bisakah kita tidak membicarakan itu untuk sementara ini , aku cuma ingin kamu sembuh ."


Chan : tersenyum , " sayang beri aku kesempatan untuk mengatakannya ."


Cinta : " hemmmmh. "


Chan : " Ayolah sayang , jangan cemberut gitu donk , nanti ngga terlihat cantik lho ."


Cinta : " ngga peduli ."


Cinta : " Ok , tapi janji jangan terlalu banyak berfikir masalah pekerjaan ."


Chan : " Aku ingin perusahaan yang berada di kota ini diambil alih oleh Azam , melihat kegigihan dan kejujuran Azam sepertinya Azam bisa bertanggung jawab mengelola perusahaan ."


Cinta : " sayang , kamu yakin ?"


Chan : " Tentu saja , Azam juga sholeh , prilakunya baik Insya Allah bisa memegang amanah ."


Cinta : " sayang , sebagai istri keputusan suami menjadi prioritas dan mudah2an Azam orang yang tepat menggenggam amanah yang kamu berikan ."


Chan : " Aamiin ."


*****


Cinta pun membujuk Chan agar mau dibersihkan badannya dan memakan makanannya yang diantar suster .


Chan merajuk pada Cinta untuk membasuh badannya , Chan tidak mau disentuh oleh suster .


Cinta terkekeh melihat tingkah Chan yang seperti anak kecil meminta dibelikan permen .


Cinta pun berterima kasih kepada suster yang telah berusaha membujuk Chan untuk makan .


Suster pun segera meninggalkan mereka berdua , yang hampir membuat malu dan iri karena keromantisan mereka .


Cinta menanyakan pada Chan , " sayang sekarang mau makan apa mau dilap dulu badannya ? "


" Makan " kata Chan .

__ADS_1


" Oke ."


Cinta segera mengambil makanan yang sudah tersedia yang tadi dibawa suster .


Cinta menyuapi Chan dengan penuh rasa kasih sayang .


Setelah Chan rasa cukup , Cinta segera membawa air hangat di ember dan membasuh tubuh Chan dengan lembut menggunakan lap handuk .


Chan sedikit mengeluarkan air mata namun segera diusapnya takut terlihat oleh Cinta .


Chan tidak mau membuat Cinta khawatir , Chan harus kuat dan bangkit melawan penyakit yang dideritanya .


Chan tidak ingin terlihat lemah , dihadapan Cinta dan keluarganya terutama Lee & Qil .


Cinta heran melihat tingkah Chan yang sedikit mencurigakan , seperti menyembunyikan sesuatu .


" Sayang , kamu kenapa terus membelakangi aku ?" kata Cinta .


" Ti,,tidak kok hanya sedikit pegal saja ." chan pun menutupi perasaan sebenarnya .


*****


Setelah Chan berganti baju , tiba - tiba Vira masuk setengah berlari dan langsung memeluk Cinta .


" Cinta kamu tidak apa - apa kan ?"kata Vira .


" kakak , Cinta baik - baik saja , tapi tidak dengan Chan ." kata Cinta .


" Chan kamu ini kenapa tidak pernah mau nurut untuk tidak terlalu memporsir tenagamu , kalau sudah sakit begini kan repot ." kata Vira sedih .


"Maaf kak , Chan menyesal ." katanya .


mereka kakak beradik saling berpelukan membuat Cinta terharu dan meneteskan air mata .


Azam , lee , dan Qil pun segera masuk kembali ke ruang rawat Chan , melihat Vira mereka berdua langsung berhamburan memeluk Vira .


Vira mencium dan memeluk mereka berdua , Vira juga sekalian ingin menyampaikan kepada Cinta dan Chan mengenai surat wasiat yang ayah dan ibunya tulis jauh sebelum mereka meninggal .


Ayah menginginkan Lee & Qil sekolah diluar negeri bersama Gava yang telah lebih dulu sekolah disana .


Lee & Qil harus medapatkan ilmu yang lebih baik dan lebih keras dari anak seusianya karena lee & Qil nantinya akan memegang amanah yang cukup berat .


Vira & Chan dulu juga sekolah ditempat tersebut sekolah khusus yang banyak nilai plusnya , ditatar bagaimana menjadi seorang pemimpin yang berakhlak , tegas , bijaksana , berwibawa , jujur dan bertanggung jawab .


Seminggu lagi Lee & Qil sudah genap berusia 9 tahun , usia yang sudah cukup untuk disekolahkan disana .


Chan dan Cinta pun terdiam , bingung , tidak dapat menolak apalagi itu wasiat dari kedua orang tua Chan yang begitu menyayangi dirinya .


*****************


Hello , sahabat reader..


Terima kasih author ucapkan pada reader yang sudah memberikan like , komen , vote juga favorit..


Jangan bosan - bosan ya reader yang budiman...


Terus ikuti setiap episodenya ...


jangan lupa tinggalkan jejak..


like , komen , vote juga favorit..

__ADS_1


terima kasih...


__ADS_2