
keesokan harinya,,,,,,,
Cinta terbangun dari tidurnya saat mendengar suara Adzan Shubuh berkumandang , perlahan Cinta menyingkirkan lengan Chan yang memeluknya.
Cinta mengambil satu persatu pakaiannya yang berserakan kemudian memasukkannya ke keranjang cucian , Cinta langsung bergegas dan hendak ke kamar mandi tapi Cinta tahan sebentar dan berjongkok menahan sakit dan perih yang Cinta rasakan didaerah Selangkangannya.
Cinta meringis menahan sakit dan meremas seprai yang berada dekatnya , rintihannya terdengar samar oleh Chan , dan langsung Chan pun bangun .
Chan terkejut melihat Cinta yang kesakitan Chan langsung menggendong Cinta ke dalam kamar mandi , Chan khawatir melihat Cinta yang kesakitan, Chan menyarankan Cinta untuk diperiksa dokter.
Cinta tersenyum dan menggeleng kepala , mengisyaratkan bahwa Cinta baik- baik saja dan tidak memerlukan dokter , Cinta hanya merasa kaget dan lecet saja , nanti juga sembuh sendiri, hal ini pertama baginya jadi Chan pun memakluminya.
Chan membantu Cinta menyediakan air hangat dan menggendongnya ke dalam bad tab , Cinta dengan lembut menyuruh Chan keluar kamar mandi , tapi Chan bukannya keluar malah menghampirinya dan masuk ke bad tab dengan alasan membantu Cinta membersihkan diri.
Cinta yang merasa malu , terlihat wajahnya blush , memerah dan berfikir kalau mandinya sekarang tidak akan secepat yang difikirkannya.
Benar dugaan Cinta mandi yang seharusnya sepuluh menit selesai , ini malah satu jam baru selesai , untung masih ada waktu untuk Shalat Shubuh.
Chan jadi imamnya Cinta, saat mereka mengerjakan shalat shubuh diakhiri dengan dzikir dan doa bersama.
Chan mengecup kening Cinta setelah Cinta mengecup tangan Chan sehabis sholat.
Chan merasa sangat bahagia karena doa untuk mendapatkan istri yang sholehah terkabul.
Cinta segera membereskan kamarnya , selagi Chan menonton TV dan duduk santai sambil membuka laptopnya.
Cinta segera keluar kamar dan menyapa kedua orang tuanya dan orang tua Chan. Mereka semua telah berkumpul di tengah rumah sambil mengobrol dan meminum teh hangat dan memakan kue kering.
Cinta berpamitan ke dapur untuk membuatkan Chan Teh hangat dan membawanya ke kamar. Sebenarnya Cinta ingin sekali berkumpul bersama orang tua dan mertuanya disini namun Chan menyuruhnya untuk segera kembali ke kamar.
Cinta merasa malu tapi kedua orang tuanya dan mertuanya sudah mengerti situasinya sekarang Chan dan Cinta masih pengantin baru.
__ADS_1
Saat Cinta membuka kamar , Chan sudah menyambutnya dengan senyuman Chan pun memeluk Cinta dan membawa kepangkuannya.
Cinta yang hendak memberikan minuman untuk Chan tidak jadi karena Chan menangkap tangannya dan menciumnya , kemudian Chan melakukannya lagi diatas sofa didepan TV.
Saat sedang memakai kerudung kembali , terdengar suara pintu yang diketuk , tiada lain ibu yang menyuruh kami untuk turun dan makan.
Chan segera membuka pintu kamar hanya setengah , berhubung Cinta yang belum selesai berpakaian rapih , ibunya mengerti dan tersenyum, Chan yang cuek berbeda dengan Cinta yang merasa sangat malu.
Mereka berdua turun dan Chan selalu memegang tangan Cinta , Chan tidak mau lepas dari Cinta. Cinta pun pasrah dan membiarkannya.
Semua pemandangan itu membuat kedua orang tua Cinta dan Chan bahagia, mereka bersyukur anak dan menantunya terlihat sangat bahagia dan dunia ini serasa milik mereka berdua.
Setelah sarapan pagi ayah dan ibunya Chan pamit pulang ke kota A, karena ada beberapa pekerjaan yang harus segera diselesaikan dan mengontrol perusahaan yang Chan pimpin saat Chan cuti.
Chan yang senang mendengarnya sangat berterima kasih kepada orang tuanya yang sangat mengerti dan memahami kondisi Chan sekarang.
Chan , Cinta , dan kedua orang tua Cinta membantu mengantarkan kepergian orang tua Chan sampai Bandara.
Tapi kedua orang tuanya senang atas pekerjaan dan menikmati kesibukannya menjalankan perusahaan dan pergi kesana kemari nanti setelah merasa jenuh dan lelah mereka akan berhenti dengan sendirinya.
Chan dan Cinta memeluk ayah dan ibunya Chan serta mereka melambaikan tangannya seperti yang berat untuk meninggalkan anaknya, ibunya Chan menitikkan air mata kebahagiannya Chan serta mendoakan Chan dan Cinta agar selalu bahagia menjalani rumah tangganya.
Chan , Cinta, dan kedua orang tua Cinta kembali ke rumah setelah mengantarkan kepergian kedua orang tua Chan ke kota A.
Sesampainya dirumah Ternyata disana sudah ada tamu tiada lain Arya dan Via.
Kedua orang tua Cinta langsung menyambutnya begitu pun dengan Cinta dan Chan.
Chan melihat ada keganjilan dengan via dan Arya , yang tidak sempat Chan tanyakan berhubung Chan tidak ingin mengganggu kebahagiaan Via dengan Cinta istrinya.
Setelah ngobrol sebentar kedua orang tua Cinta pamit untuk istirahat ke kamar dan meninggalkan Cinta , Chan , Via , dan Arya mengobrol.
__ADS_1
Bi minah datang membawa makanan ringan dan menawarkan rujak mangga yang sangat terlihat segar bila dimakan.
Via yang tidak bisa mengontrol dirinya langsung melahap rujak mangga tersebut tanpa rasa malu dan membuat semua orang yang ada disitu merasa heran dan terkejut.
Yang Cinta tahu , Via tidak terlalu suka dengan rujak sama halnya dengan Cinta. Karena Cinta kalau makan rujak suka merasa perutnya panas dan harus bolak - balik ke kamar mandi karena sakit perut.
Chan juga merasa ada yang tidak beres dengan Via , dilihat dari bentuk badannya yang tidak seperti biasanya dan sikap Arya yang merasa selalu bersalah terhadap Cinta dengan sikapnya.
Cinta dengan polosnya tidak mau ambil pusing dengan sikap Via begitupun dengan Chan karena kalau pun Via dan Arya menyembunyikan sesuatu pada Cinta tohhh nanti juga akan ketahuan pada akhirnya.
Cinta terlihat sangat bahagia dengan pernikahannya bersama Chan yang cinta ceritakan kepada Via .
Sesekali Via terlihat senang, bahagia, kadang juga murung dan sedih , Cinta lagi - lagi tidak terlalu menghiraukannya , begitupun dengan Arya saat ngobrol dengan Chan kadang tersenyum tapi kebanyakannya melamun dan tidak fokus saat diajak bicara oleh Chan.
Via dan Arya sudah lama berkunjung dirumah Cinta, mereka pun pamit untuk pulang karena mereka tidak mau mengganggu Chan dan Cinta yang masih suasana pengantin baru.
Chan dan Cinta berpesan untuk Arya supaya menjaga Via dengan baik agar mereka segera menyusul seperti Cinta dan Chan untuk menikah.
Kalau bisa sebelum Arya pulang ke Australia , Arya harus sudah menikah dengan Via , dan diangguki Arya yang menggenggam erat tangan Via.
Cinta dan Chan pun senang melihatnya , dan mengantarkan kepergian mereka sampai pintu depan.
Chan mengajak masuk Cinta dan menggendongnya ke kamar dan Chan mengeluarkan Jurus mautnya lagi kepada Cinta hingga cinta kelelahan dan tertidur dalam pelukan Chan.
Cinta perlahan membuka matanya , badannya terasa sakit semua , ingin rasanya bermalas - malasan ditempat tidur , tapi Cinta harus segera menjalankan shalat maghribnya dan bergegas membersihkan dirinya ke kamar mandi.
Begitupun dengan Chan yang tersenyum penuh kelicikan dan Cinta pun segera menutup kamar mandi dan menguncinya.
Cinta sudah sangat lelah dan tidak mau mengulanginya lagi sementara ini takutnya Cinta tidak bisa bangun dari tempat tidur karena kelelahan.
***mohon dukungan like , komen , dan vote ya***
__ADS_1