
Cinta sudah kenyang dengan makanan pavoritnya dan Via masih belum puas mengajak Cinta berkeliling - keliling.
Via melihat seorang nenek yang duduk sendirian didepan ruang tunggu depan toilet seperti kebingungan.
Cinta mengajak Via melanjutkan perjalanannya berkeliling -keliling , namun terhenti karena melihat Via yang malah menghampiri seorang nenek yang sedang kebingungan di ruang tunggu depan toilet.
Saat Cinta melihat ke arah Nenek Cinta kaget karena Cinta tahu kalau nenek yang sedang kebingungan adalah nenek Dwi.
Cinta pun ikut mengahampiri nenek dwi dan membawa pergi bersamanya.
Dari kejauhan nenek Dwi sudah mengetahui kalau yang menolongnya itu orang yang nenek Dwi kenal. Tapi nenek Dwi lupa dengan namanya.
Via jadi penasaran terhadap nenek Dwi sebenarnya apa yang nenek Dwi lakukan sampai kebingungan sendiri , apakah nenek Dwi datang sendiri tanpa diantar cucu ataupun anaknya.
Cinta menitipkan nenek Dwi sebentar kepada Via dan mengambil handphonenya serta mencari no Julian yang penah diberikan kepada Cinta , dan Cinta langsung save saat itu juga.
Ketemu nomor Julian , dan Cinta langsung menghubungi nomor Julian .
" Hallo,,,,,Assalammualaikum,,,,maaf mengganggu benarkah ini dengan Pak Julian ? " tanya Cinta.
" Ya ,,, Waalaikumsalam,,,Benar , ini siapa ?" Dengan suara Julian yang sedikit membentak .
"Cinta merasa kaget dan menjawab " saya Cinta , mas Julian , nenek Dwi sedang bersama saya , bisakan salah satu dari keluarga mas Julian menjemput nenek Dwi disini dan membawanya pulang." jawab Cinta.
"Biar saya sendiri yang menjemputnya , tolong share lokasi ." kata Julian.
"Oke, " kata Cinta.
Cinta kembali menghampiri nenek Dwi dan Via. Nenek Dwi menanyakan kapan keluarganya akan menjemputnya.
Cinta tersenyum terhadap Nenek Dwi dan mengatakan kepada nenek Dwi untuk tidak Khawatir.
Julian cucu Nenek Dwi akan segera menjemput Nenek Dwi langsung dan sedang dalam perjalanan menuju kemari.
Sambil menunggu Julian , Cinta membujuk nenek Dwi agar tidak jalan -jalan lagi sendirian. Bila ingin jalan - jalan nenek Dwi harus membawa salah satu anggota keluarganya atau ditemani orang kepercayaan keluarganya.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Ditempat lain Chan berputar - putar mencari keberadaan Cinta . Chan berfikir Cinta datang ke mall yang tidak jauh dari kampus dan langsung pergi kesana , Chan mencari Cinta ke tempat yang pernah mereka kunjungi .
Ke toko kue , toko buku , cafe , dan semua tempat Chan cari , dan hasilnya nihil.
Chan sudah hampir satu jam keliling Mall , dan berusaha menghubungi Cinta , tetap saja Cinta tidak tidak mengangkatnya dan mengabaikan telepon dari Chan.
Chan merasa prustasi , dan duduk di cafe saat pertama kali Chan bisa ngobrol bareng Cinta sambil menenangkan Cinta yang hampir jatuh karena terpeleset.
Chan tidak ingin melepas Cinta , apapun yang terjadi Chan akan berusaha untuk melamar Cinta dalam waktu dekat ini.
__ADS_1
Chan tidak mau pujaan hatinya keduluan dilamar orang atau bahkan dinikahi orang dengan cepat.
Dalam keadaan prustasi Chan berniat mengabari orang tuanya untuk tidak menunggunya malam ini , Chan masih ingin tinggal dan menginap dekat kampus supaya Chan bisa melihat Cinta walaupun hanya dari kejauhan saja.
Chan ingin menghubungi Adam , tapi itu ngga mungkin sudah dua tahun ini Chan ngga bisa mendekati Adam , apalagi menjelaskan kejadian yang sebenarnya karena Adam selalu emosi bila bertemu Chan dan selalu menghindar dari Chan.
Chan benar - benar sedang terpuruk dan stress memikirkan perasaannya yang tidak tersampaikan sehingga membuatnya sesak dan terduduk lemas.
Seorang pelayan menghampiri Chan dan menanyakan makanan atau minuman yang hendak Chan pesan.
Chan menunjuk , salah satu minuman favoritnya yang ada di menu , seorang pelayan pun bergegas untuk menyiapkannya.
Sambil menunggu pesanannya datang, Chan membuka sosmed , Chan terbelalak saat melihat foto pujaan hatinya yang terpampang dilayar Hp nya masuk ke galeri.
Chan langsung kepo dan melihat jelas nama Via . ternyata milik Via dan Chan lihat nama tempat ternyata Mall yang lumayan agak jauh dari tempatnya sekarang berada.
Tanpa fikir panjang Chan langsung menemui pelayan dan membayar Bill nya tanpa meminum pesanannya.
Chan tidak menyia - nyiakan waktu dan langsung meluncur dengan kecepatan tinggi , menemui Cinta , seorang perempuan pujaan hati yang selalu dinanti tanpa henti.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Setelah mendengar berita dari Cinta bahwa nenek Dwi sedang berada di mall , Julian marah besar dan menelepon orang - orang rumah dan memarahi semuanya karena sudah lalai menjaga nenek Dwi.
Julian langsung menuju Mall yang sudah diketahui tempatnya dan langsung masuk serta mencari keberadaan nenek Dwi.
Julian berbincang sebentar kemudian pamit karena Julian sedang terburu - buru mencari keberadaan nenek Dwi.
Karena terburu - buru tanpa sengaja Julian bertabrakan dengan seorang laki - laki Tampan yang tiada lain adalah Chan.
Hampir bersamaan mereka mengatakan" maaf."sahut mereka.
"Apakah anda sedang terburu - buru? "kata Julian.
"Benar , saya sedang mencari seseorang yang yelah lama saya nanti kebetulan ada di mall ini."kata Chan.
"Apakah anda juga mencari seorang perempuan ?" kata Julian.
"Deg,,,, benar , " kok bisa sama gumam Chan.
"Tenang saya berbeda dengan Anda , mungkin
Anda sedang mencari kekasih hati , sedangkan saya mencari seorang permasyuri yaitu nenek kesayangan hati." kata Julian.
"Anda pandai bergurau , ternyata ,kenalkan saya Chan. " sambil mengulurkan tangan.
__ADS_1
"Julian , " membalas uluran tangan Chan.
Akhirnya mereka pun berpisah , Chan mencari Cinta sementara Julian mencari nenek Dwi.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Cinta dan Via menunggu Julian menjemput nenek Dwi dengan sabar .
Untungnya Via tidak ngomel - ngomel kalau lagi menghadapi masalah serius seperti sekarang.
Karena Cinta tahu bahwa Via paling tidak suka menunggu , apalagi ini menunggu orang yang tidak dikenalnya.
Nenek Dwi , tersenyum ketika melihat Julian dari kejauhan dan langsung memberitahukan kepada Cinta.
Cinta melambaikan tangannya kepada Julian agar Julian segera melihat dan menghampirinya.
Julian pun tersenyum dan segera menghampiri mereka. Julian memeluk nenek Dwi begitu pun nenek Dwi yang bertingkah seperti anak kecil yang baru bertemu dengan ayahnya.
Via merasa geli sekaligus terharu melihat kehangatan mereka , Cinta dan Via jadi rindu akan keluarganya yang jauh.
"Terima kasih Cinta , ini yang kedua kalinya kamu menemukan nenek saya , kalau begitu bagaimana kalau saya mengantar kamu pulang , sebelum mengantar nenek pulang ke rumah." kata Julian.
"Tidak usah , mas Julian , saya pulang dengan teman saya saja karena dia juga bawa mobil .oh iya kenalkan ini teman saya Via , dosen linguistic dikampus yang sama." kata Cinta.
"Julian ."katanya singkat
"Haiii , saya Via , senang kenal dengan Anda pak Julian. bolehkah saya minta foto bersama untuk kenang - kenangan bertemu orang seganteng pak Julian" kata Via.
Tak lama kemudian , Julian mengajak nenek Dwi untuk pulang dan segera berpamitan kepada Via dan Cinta.
Cinta dan Via pun segera beranjak dan pergi dari tempat itu , karena Cinta sudah merasa lelah Cinta mengajak Via untuk segera pulang.
Via pun menyetujuinya dan segera turun dan berjalan menuju parkiran , sampai diparkiran sekilas Cinta melihat mobil Chan yang sedang terparkir , " tapi tidak mungkinkan Chan lagi berada di mall ini." gumam Cinta.
Chan berputar dan berkeliling di dekat tempat dimana Cinta tadi berfoto , ternyata tempat tadi Cinta berfoto itu merupakan Cafe.
Chan memberanikan diri menanyakan keberadaan Cinta dengan memperlihatkan foto Cinta yang telah di screenshoot tadi.
Kebetulan pelayan melihatnya dan menjelaskan bahwa Cinta telah pergi dan terdengar mengajak pulang kepada temannya.
"Shittt , Cintaaaaaaaaa , kenapa , kenapa , kamu memperlakukan saya seperti ini. "gumam Chan menahan kemarahannya sambil mengepalkan tangan .
Dengan wajah kusut , dan putus asa , Chan segera pulang ke penginapan dekat kampus , Chan benar - benar prustasi saat ini .
Chan berniat menghubungi temannya Roy tapi disaat ingin menelepon temannya Chan penasaran membuka sosmed seperti tadi , muncul foto Cinta bersama Julian ,Via ,dan seorang nenek .
Membuat Chan tidak karuan , Hatinya merasa terbakar Cemburu , kemarahan yang tidak terbendung lagi.
Chan melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi. Tanpa berfikir panjang , padahal saat ini dirinya sedang berada dalam bahaya.
__ADS_1
*****mohon dukungan like dan komennya ******