
Chan dan Cinta yang sedang dalam perjalanan pulang , tiba - tiba mendapat kabar bahwa perampok rumahnya telah ditemukan .
Ternyata perampoknya berjumlah delapan orang , namun dua orang tewas tertembak , karena berusaha melarikan diri , yang empat orang juga luka - luka karena berusaha melawan aparat , dua orang lagi sehat , dan mengakui kejahatannya .
Cinta menutup mulutnya , tidak percaya bahwa perampokan yang terjadi dirumahnya berjumlah delapan orang , Cinta ngeri membayangkan ayah dan ibunya yang berusaha melawannya .
Juga bi Minah yang berusaha melindungi majikannya , sangat mengharukan dan membuatnya bergidik .
Chan mendekap Cinta , dan memarkirkan mobilnya ke samping jalan , membujuk Cinta agar tidak ikut ke penjara melihat orang - orang yang membuat kedua orang tuanya meninggal .
Cinta berusaha membujuk Chan untuk putar balik kembali ke tempat Azam , Cinta ingin mengajak Azam pergi bersamanya menemui perampok yang membunuh keluarganya .
Chan menenangkan Cinta dan segera memutar balik mobilnya menuju tempat Azam berada.
Sesampainya ditempat Azam , para santri sedikit heran melihat Chan yang datang terburu -buru dan melihat keadaan Cinta yang sedikit murung dengan mata yang memerah seperti menahan amarah .
Azam segera menghampiri mereka setengah berlari , Chan mengajaknya segera masuk untuk ikut ke kantor polisi melihat pelaku perampokan .
Azam pun terkejut dan mengepalkan tangannya serta langsung masuk ke dalam mobil Chan .
Chan menyuruh Cinta pindah duduknya dibelakang , sementara Azam duduk disampingnya , namun Azam menolak , Azam ingin menyetir saja , jadi Chan dan Cinta duduk dibelakang .
Azam menyarankan agar Chan menenangkan Cinta dan fokus untuk menjaga Cinta .
Chan sangat terharu dengan Azam yang begitu pengertian .
***********
Sesampainya di tempat tujuan , Cinta dan Chan juga Azam langsung menghubungi pihak yang tadi memberinya kabar .
Sesaat setelah Chan berkomunikasi dengan komandan yang menangkap pelaku , barulah Azam dan Cinta diperbolehkan melihat si pelaku .
Azam terlebih dahulu menanyai salah satu pelaku yang sudah terbaring dan hancur mukanya terkena pukulan warga setempat .
Pelaku meminta maaf , dan memohon ampun pada Azam dan Cinta mereka sadar bahwa mereka hilaf menusukkan pisau berkali - kali kepada korban karena takut korban melawan .
kemudian Azam menemui kedua orang yang sehat , mereka hanya sebagai supir yang menunggu enam orang lainnya .
Awalnya mereka tidak tahu , kalau mereka akan bekerja menjadi supir seorang perampok .
Kedua orang tersebut menangis dan nampak polos seperti anak ingusan dari kampung yang baru datang ke kota tanpa pengalaman kerja dan pengetahuan yang cukup .
Azam , Chan , dan Cinta kini menemui komandan dan berterima kasih karena telah menyelesaikan misinya dalam mengatasi perampokan yang terjadi di keluarga Cinta .
Mereka pun pamit pulang karena mereka tidak mau mengotori tangan juga akhlaknya karena memukuli mereka semua demi orang tuanya yang sudah meninggal .
__ADS_1
Biarlah mereka , menebus kesalahannya dengan menjalani hukumannya dan mendekam dipenjara karena hawa nafsu yang sesaat ingin mendapatkan harta secara tidak halal .
*********
Diperjalanan Cinta terus menangis dan bersedih jika mengingat rasa sakit yang diderita ayah , ibu , juga bi minah yang tanpa belas kasihannya terus menerus ditusuk ditempat yang berbeda sampai akhirnya menyerah dan meregang nyawa .
Chan terus menerus menenangkan Cinta begitu juga dengan Azam yang ikut menenangkan Cinta , Azam mengingatkan Cinta bahwa sekarang yang dibutuhkan kedua orang tuanya adalah doa dari anak - anaknya yang shaleh .
Cinta mengangguk dan sedikit tenang , dan merasa terhibur dengan bujukan Chan juga perkataan Azam .
Sesampainya dipondok , Chan mengundang semua santri , pengurus , juga anak yatim piatu , untuk menghadiri pengajian syukuran Candra yang akan menikah .
Azam mengerti dan segera mempersiapkan segala sesuatunya untuk acara yang akan dihadirinya nanti malam .
Azam sudah berpesan kepada Chan dan juga Cinta bahwa Azam tidak bisa ikut mengantar pernikahan Candra karena banyak urusan yang tidak bisa diwakilkan .
Chan dan Cinta mengerti , dan memahami keadaan Azam yang mengemban amanah yang tidak ringan .
Chan dan Cinta segera pulang untuk mempersiapkan acara pengajian sebelum hari pernikahan Candra .
************
Candra yang tidak diizinkan oleh Cinta keluar rumah sangat patuh , jadi Candra hanya menghubungi teman - temannya melalui ponselnya .
Candra juga mempersiapkan dan menghubungi teman yang bisa mendekor rumahnya agar Cinta tidak curiga dengan pernikahannya yang penuh dengan kepalsuan .
Sementara diruang tengah sengaja Candra dekor untuk acara pengajian .
Setelah semua selesai Candra merasa puas dengan karya sahabat dan teman dekatnya dalam mendekor ruangan.
Candra tersenyum manis karena kepalsuan yang dibuatnya tertutup rapat dengan kesempurnaan dekorasi yang begitu meyakinkan .
Demi Cinta sang pujaan hati lebih dekat dengannya , Candra pun rela tersiksa dalam memerankan pernikahannya yang penuh dengan kepalsuan .
**********
Sementara dikediaman Zura telah ramai berlalu lalang para kerabat Zura yang tengah mempersiapkan acara siraman dikeluarga Zura .
Sedangkan Zura sedang bersiap dan keluarga besarnya sudah menghadiri acara pengajiannya sekalian .
__ADS_1
Semua takjub dengan dekorasi pengajian yang disajikan dirumah Zura , terpancar wajah Zura yang bercahaya menambah kecantikannya yang begitu menawan .
Zura sangat tulus mencintai Candra , ketulusan Zura mencintai Candra , bahkan tidak bisa membuka pintu hati Candra untuk Zura .
Namun Zura tidak mengetahui maksud Candra , pernikahannya yang dilandasi kepalsuan , menyilaukan mata Zura dan membuatnya buta , serta memberikan ketulusan cintanya kepada Candra .
*************
Chan dan Cinta telah sampai dirumah Candra , dan melihat hasil dekor rumahnya yang luar biasa .
Cinta menyuruh bibi membereskan snack yang dibawanya .
Cinta menggenggam tangan Chan saat menemui Candra , agar Candra tahu kalau Cinta sudah mempersiapkan snack untuk pengajiannya nanti malam .
Candra tersenyum dan berusaha tidak gugup saat kembali melihat Cinta menggenggam mesra tangan Chan .
Chan juga sengaja mencium Cinta dan mengumbar kemesraan didepan Candra , sehingga membuatnya semakin cemburu dan tidak bisa menahannya namun berusaha tenang dihadapan mereka .
Chan dan Cinta pun akhirnya pergi ke kamar untuk segera bersiap sebelum tamu undangan datang .
*********
Candra segera pergi ke kamarnya dan mengunci pintu kamar , Candra melampiaskan kemarahannya yang sedari tadi ditahannya .
Candra tidak mau kalah dan terlihat lemah oleh Chan , Candra harus memikirkan cara , seperti apa yang pantas untuk memisahkan antara Cinta dengan Chan .
Setelah menikah Candra akan pindah ke kota A , mengikuti jejak Cinta yang tinggal di kota A bersama Chan .
Candra juga sudah mendapatkan surat keputusan pindah tugas ke rumah sakit yang terbesar dikota A.
Namun tanpa sepengetahuan Cinta dan juga Chan . Karena Candra ingin memberi kejutan kepada Chan dan Cinta bahwa dirinya berada sangat dekat dengan mereka .
Candra membuka bajunya dan masuk ke kamar mandi untuk menghilangkan rasa panas yang melanda dirinya .
Setelah merasa dingin dan tenang , Candra keluar dengan pakaian yang khas kemeja putih , membuatnya terlihat tampan .
Chan dan Cinta juga para tamu yang hadir , sudah menunggu calon pengantin yang baru saja keluar , membuat tamu yang hadir terpesona , oleh Candra yang terlihat tampan .
Chan berbisik kepada Cinta , tampan mana antara Chan dan Candra , Cinta terkekeh dan menjawab masih tampan suamiku Chan .
Chan tersenyum dan mencium tangan Cinta , membuat Candra semakin tidak nyaman dan ingin segera mengakhiri acaranya agar cepat selesai .
__ADS_1
****** jangan lupa jadikan favorit ya ********
* mohon dukungan like , komen , vote , hadiah ya*