Kembalinya Cinta

Kembalinya Cinta
Gelisah


__ADS_3

Dua bulan kemudian,,,,,,


Setelah acara empat puluh hari wafatnya kedua orang tua Cinta baru saja selesai , kini Cinta disibukkan dengan pernikahan Candra yang akan dilangsungkan beberapa hari lagi.


Cinta merasa senang melihat Candra dan Zura akan segera melaksanakan pernikahan .


Zura merasa sangat senang , saat mendengar Cinta telah ikut serta mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukannya untuk pernikahan Zura dan Candra .


Cinta dan Chan sudah menganggap bahwa Candra merupakan orang terdekat dan sudah dianggap sebagai adik oleh Cinta .


Candra dan Zura sebenarnya tidak mau melibatkan Cinta , melihat kondisi Cinta yang sudah tidak lagi segesit dulu .


Namun Cinta bisa marah dan cemberut bila dirinya tidak dilibatkan dalam acara persiapan pernikahan Candra dan Zura .


Melihat antusias Cinta dalam mempersiapkan pernikahan Candra membuat Chan harus selalu siaga dan tidak bisa jauh - jauh meninggalkan Cinta .


Cinta memesan segala keperluan yang dibutuhkan Candra dalam mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan Candra .


Dalam hati Candra masih jauh dilubuk hatinya yang paling dalam berharap untuk bahagia bersama Cinta sampai ajal menjemputnya , namun apalah daya takdir berkata lain , yang mengharuskannya menikahi Zura .


Candra menarik nafas dalam - dalam seandainya bayi yang dikandung Cinta adalah anaknya sungguh bahagia rasanya , seperti dunia itu milik Candra , beserta semua kebahagiaannya .


Sebenarnya kalau bukan Chan yang mengatakan kepada Candra bahwa Cinta ingin menjodohkannya dengan Zura satu tahun yang lalu , Candra tidak akan mau menjalin hubungannya dengan Zura .


Candra sudah sangat senang melihat Cinta bahagia , Candra juga sudah merasa puas berada disisi Cinta walaupun hanya sebagai adik , ataupun kakak bagi Cinta .


Candra sangat menyayangi kedua orang tua Cinta , kini kedua orang tua Cinta telah tiada namun Candra malah dituntut menikahi Zura oleh Cinta .


Cinta hanya bisa tenang bila Candra telah menikah dan Cinta merasa lega karena Cinta telah memenuhi amanah kedua orang tuanya untuk mengurus segala kebutuhan dan persiapan Chan saat menikah .


Candra sangat sedih kini dirinya harus menikahi orang yang sudah dianggap dirinya sebagai adik .


Zura sampai hari ini masih belum menjadi orang yang pantas untuk menempati posisi tertinggi dihati Candra.


Candra masih berharap terjadi keajaiban bahwa Candra bisa bersanding atau pun menjaga Cinta sampai akhir hayatnya .


Saat kedua orang tua Cinta meninggal , Candra semakin bulat bertekad untuk tidak menikah dengan Zura .


Namun pada akhirnya tetap saja Candra masih jadi pengecut bahwa dirinya tidak dapat menolak permintaan Zura untuk menemui kedua orang tua Zura .


Candra merasa punya kewajiban untuk tidak mempermalukan nama keluarga dan menjadikan Cinta menjauhi dirinya , karena Zura merupakan sahabat Cinta yang paling Cinta sayangi diantara yang lain .

__ADS_1


Bagaimana pun Candra tidak akan membuat Cinta kecewa , dan mempermalukan keluarganya .


Zura juga tidak masalah , saat Candra dekat dengan Cinta , kalau wanita yang lain mungkin saja cemburu , dan menjauhkan Cinta dengan Candra .


Candra terus saja melamun dan membayangkan hal yang tidak mungkin terjadi , membuat Chan menghampirinya dan membuatnya kaget .


Chan bingung dengan sikap Candra yang sedikit berubah setelah kepergian kedua orang tua Cinta .


Candra lebih pendiam , tidak terlalu banyak bicara , dan sering melamun sendiri .


Chan melihat keadaan Candra yang seperti itu membuatnya merasa sedikit tergerak untuk menanyakannya langsung kepada Candra .


Chan memukul pundak Candra dan merasa sok akrab dengan Candra .


Chan menanyakan kepada Candra tentang apa yang dirasakannya selama ini kenapa bisa terjadi .


Deg,,,,,,,,,,,,


Candra merasa terhenyak mendapat pertanyaan dari Chan yang seolah membuatnya jatuh tidak berdaya .


Chan tersenyum melihat tingkah Candra , Chan mengira bahwa Candra merasa kaget dan malu oleh Chan karena sedang membayangkan betapa indahnya malam pertama bersama Zura .


Candra langsung menepis segala tuduhan yang Chan katakan . Candra merasa sedikit lega kalau Chan tidak mencurigainya sedikit pun .


Chan pun tidak mencurigai Candra , karena Chan berfikir bahwa Cinta kini telah menganggap Candra saudaranya .


Apa yang harus diragukan lagi fikir Chan , karena Candra akan segera menikah dengan Zura dan menjalani rumah tangganya bersama Zura .


****************


Zura yang masih berada dikamarnya setelah goglemeet bersama Cinta , chan dan calon suaminya , perasaannya sedikit gelisah tidak seperti biasanya .


Zura merasa ada yang berbeda dari sikap Candra semenjak kedua orang tua Cinta meninggal , Candra kembali menjadi dingin dan banyak diam .


Zura mencoba menghubungi Candra , namun tidak terhubung , Zura pun masih tetap berusaha untuk menghubungi Candra namun tetap dan masih belum terhubung .


Akhirnya Zura pasrah menelepon Cinta untuk menanyakan keadaan Candra dan apa yang dilakukannya sampai Candra tidak mengangkat telepon darinya .


Cinta mengangkat telepon dari Zura dan menjelaskan bahwa Candra sedang asyik ngobrol bareng Chan .


Cinta juga menenangkan Zura , Candra jarang keluar rumah dan telah meminta cuti jauh - jauh hari demi mempersiapkan pernikahannya .

__ADS_1


Zura sangat senang , dan berterima kasih kepada Cinta yang telah memberinya informasi yang akurat .


Zura sempat merasa khawatir dengan perubahan sikap pada Candra , akhir - akhir ini yang membuatnya gelisah sepanjang hari .


Cinta mengingatkan Zura untuk tidak terlalu khawatir dan tetap fokus pada kesehatan juga persiapan pernikahannya yang sudah didepan mata .


Zura pun mengerti dan memahami semua nasehat dari Cinta . Kemudian Zura pun mematikan teleponnya .


Zura tersenyum - senyum , karena tingkah konyolnya yang membuatnya hampir menyiksa perasaan sendiri dengan mencurigai calon suaminya Candra tanpa sebab .


Perasaan yang selalu membuatnya khawatir kini telah ditepisnya jauh - jauh .


*************


Cinta menghampiri Candra dan suaminya yang asyik ngobrol tanpa peduli dengannya .


Chan tersenyum dan menggenggam tangan Cinta , kemudian merajuk pada Candra supaya membujuk istrinya agar tidak cepat marah .


Candra dengan senang hati dan semangat membujuk Cinta agar tidak marah pada Chan , karena marah itu tidak baik pada bayi yang lagi dikandungnya .


Chan sedikit heran pada sikap Candra , tadi terlihat murung saat sedang ngobrol dengannya tapi saat Cinta datang wajahnya berubah menjadi ceria dan begitu hangat .


Cinta mencium pipi Chan dan mengajaknya makan bersama karena bibi telah menyiapkan makan siang untuk mereka .


Mereka pun segera pergi menuju meja makan dimana telah tersedia berbagai menu kesukaan Cinta .


Cinta bergegas ke meja makan dan berterima kasih pada bibi , Chan juga Candra .


Chan mengingatkan istrinya agar pelan - pelan makannya nanti bisa tersedak .


Begitupun dengan Candra yang tidak ingin Cinta merasa terburu - buru untuk makan hidangannya .


Candra pun mengatakan pada Cinta dengan penuh kasih sayang bahwa makanan yang dihidangkan khusus untuknya , tidak akan ada orang yang bisa merebutnya .


Chan merasa janggal dengan kalimat yang Candra lontarkan , namun Chan buru - buru menepiskan karena Chan tidak mau membuat masalah dengan Candra didepan Cinta .


Mereka pun makan bersama dalam suasana yang penuh dengan rasa sedikit canggung.


Cinta merasa ada yang aneh dari sikap Chan juga Candra . Tapi tidak terlalu memikirkannya , Cinta tetap manja pada Chan dan memintanya menyuapi dirinya .


*** minta dukungan like , komen dan favorit ***

__ADS_1


* Terima kasih para reader yang budiman *


__ADS_2