
Chan dan Cinta menghampiri pa Karta, bu Karsih dan dr. Candra di ruang keluarga.
Cinta memberikan buah segar kepada dr.Candra dan Chan mengulurkan tangannya untuk menerima dr.Candra sebagai teman.
Kedatangan Cinta membuat suasana hati dr.Candra menjadi baik , melihat wajah Cinta saja membuatnya langsung segar dan bersemangat kembali.
Chan yang tidak suka istrinya dipandangi dr.Candra langsung duduk di depan Cinta menghalangi pandangan dr.Candra.
Dokter Candra yang tidak suka dengan tingkah Chan sengaja mendekati Cinta dan duduk disampingnya.
Cinta yang sedang duduk tenang pun menjadi bingung jadi serba salah apa yang harus dilakukannya.
Akhirnya Cinta pergi ke dapur untuk memotong buah yang dibelinya.
Chan mengikuti langkah Cinta ke dapur dan membantu Cinta mencuci buah segar tersebut sementara Cinta memotong kecil - kecil buah tersebut agar mudah memakannya.
Sebenarnya dr. Candra ingin sekali mengikuti Chan dan Cinta ke dapur namun dr.Candra gengsi apalagi masih ada kedua orang tua Cinta di rumahnya sungguh tidak sopan.
Sesaat Cinta dan Chan kembali dari dapur , bu Karsih dan pak Karta pamit pada dr. Candra dan berpesan agar dr. Candra banyak istirahat dan menghubunginya bila terjadi sesuatu.
Cinta dan Chan mengantar kedua orang tuanya sampai halaman depan , mereka baru saja datang jadi ngga baik kalau buru - buru pulang bareng pak Karta dan bu Karsih.
Mereka masuk kembali menemui dr.Candra. Mbo Mun langsung membuat minuman untuk Cinta dan Chan serta menyimpannya di meja.
Mbo Mun juga kembali ke dapur untuk memasak makan siang .
Sementara Chan dan dokter Candra berebut duduk karena ingin lebih dekat dengan Cinta.
Dokter Candra juga berebut buah segar dengan Chan yang baru dipotong oleh Cinta.
Mbo Mun yang melihat tingkah kedua laki - laki tampan itu sedikit geli begitu juga dengan Cinta yang aneh melihat tingkah mereka berdua.
Chan menggeser Cinta duduk mentok ke samping sofa dan Chan duduk ditengah antara Cinta dan dr.Candra.
Dokter Candra kesal dengan tingkah Chan yang selalu saja menghalangi Cinta , dr.Candra pura - pura lemas dan terjatuh membuat Cinta khawatir dan segera bangkit untuk menolong dr.Candra.
__ADS_1
Namun dengan sigap Chan menolong dr.Candra. Sehingga tidak ada kesempatan Cinta bersentuhan dengan dr.Candra.
Chan tersenyum kepada dr.Candra dan memapahnya ke dalam kamar dr.Candra yang sebelumnya sudah dibersihkan mbo Mun.
Chan menawarkan bantuan kepada dokter Candra seandainya ada yang dibutuhkan.
Chan berniat menggantikan Cinta membantu merawat dr.Candra.
Dokter Candra merasa kecewa dan sedih dengan penuturan Chan , pupus sudah harapan dr.Candra untuk mencuri kesempatan mendekati Cinta.
Dokter Candra kini sudah berbaring dan beristirahat setelah Chan memberikan obat demamnya.
Chan menyuruh Cinta menunggu diruang keluarga sambil menonton TV , Chan pamit ke kamar mandi sebentar dan diangguki Cinta.
Setelah kepergian Chan ke kamar mandi , tiba - tiba dr.Candra terbatuk - batuk dan muntah mbo Mun segera masuk dan melihat keadaan dr .Candra begitu pula dengan Cinta yang terlihat panik dan khawatir.
Cinta menyuruh mbo Mun membersihkannya dan membawakan air hangat, zementara Cinta mengelap mulut dr.Candra dengan lembut.
Keadaan yang terasa canggung dirasakan antara Cinta dan dr Candra sangat terlihat , Cinta yang ragu - ragu menyentuh dan mengelap mulut serta wajah Chan dengan handuk , kemudian memberinya minum air hangat.
Dia membayangkan seandainya saja Cinta miliknya akan lebih indah dan lebih bersemangat menjalani hidupnya.
Cinta semakin tidak nyaman dengan dr. Candra yang terus memandanginya membuat Cinta semakin menundukkan wajahnya.
Mbo Mun yang melihat dr. Candra yang sudah mendingan segera keluar kamar dr.Candra dan meninggalkan mereka berdua.
Dokter Candra membuka percakapannya kepada Cinta dengan suara lemahnya dan sedikit memaksakan.
"Cinta , kenapa kamu tidak menunggu aku datang menjemputmu , apakah tidak ada perasaanmu sedikit saja terhadap ku ?" kata dr. Candra.
"Maaf , dr. Candra , Cinta menerima kebaikan dan kesabaran dokter merawat Cinta , namun semua itu Cinta anggap sebagai kasih sayang seorang kakak terhadap adiknya , ngga lebih." Kata Cinta.
Deg ,,,,serasa menusuk rasa nyeri yang begitu dalam dihatinya , jelas sudah ternyata Cinta hanya menganggapnya kakak saja.
Dokter Candra memohon kepada Cinta ingin memegang tangannya untuk yang pertama dan terakhir kalinya.
__ADS_1
Tanpa menunggu lama dr.Candra langsung menggenggam tangan Cinta dan tanpa Cinta sadari dr.Candra pun memeluknya dan menangis dipelukannya.
Chan yang melihat kejadian tersebut menyulut emosinya dan menonjok dinding dekatnya kemudian pergi meninggalkan Cinta dan duduk sendiri di ruang keluarga sambil mengeratkan gigi menahan emosinya.
Cinta melepaskan pelukan dr.Candra dan juga tangan yang menggenggamnya , Cinta juga menjelaskan bahwa dirinya tidak pantas berpelukan dengan laki - laki lain karena telah memiliki suami.
Dokter Candra sadar dan meminta maaf pada Cinta dan ingin menjelaskan kejadian tersebut kepada Chan .
Namun Cinta mencegahnya , Cinta tidak ingin kejadian tersebut menambah Chan tambah emosi , biarkan Cinta yang menjelaskan kepada Chan.
Cinta menyuruh dr.Candra istirahat dan jangan memikirkan hal- hal yang terlalu berat dulu , Cinta dan Chan pamit dulu soalnya hari mulai sore , kalau terjadi apa - apa bisa langsung menghubunginya.
Dokter Candra mengangguk dan pasrah dengan apa yang dikatakan Cinta.
Kepergian Cinta diiringi air matanya yang terus mengalir membasahi pipi dan wajahnya, dr.Candra merasa sangat sedih berpisah dengan Cinta.
Diluar , Chan sudah duduk dengan muka yang masam, Cinta mendekatinya dan mengajak Chan pulang tanpa sepatah kata pun keluar dari mulut Chan , langsung bangkit dan masuk mobil tanpa mempedulikan Cinta.
Di dalam mobil Cinta bingung dan gelisah menghadapi Chan yang bersikap dingin terhadapnya.
Sesampainya didepan rumah Cinta , Chan segera turun dan langsung ke kamar setelah menyapa mertuanya dan meninggalkan Cinta.
Cinta pun menyapa kedua orang tuanya dan sengaja menutupi kejadian antara Chan dan dirinya seolah tidak terjadi apa - apa.
Cinta pamit pada kedua orang tuanya dan langsung masuk ke kamar , sesampainya di kamar Cinta melihat Chan tidur tertelungkup , seolah Chan tidak mau bertemu Cinta.
Cinta mendekati Chan mengusap punggungnya dengan lembut namun Chan sudah dikuasai emosi dan menghempaskan tangan Cinta.
Cinta meminta maaf kepada Chan dan ingin menjelaskan semua yang terjadi memang benar tidak ada apa - apa antara dr.Candra dan dirinya.
Chan tidak peduli dan terus saja diam tidak menghiraukannya.
Cinta dibuatnya bingung menghadapi kemarahan Chan yang sulit untuk diredakan.
Cinta pun kesal dan meninggalkannya sendiri dikamar. Kemudian Cinta membantu bi Minah masak didapur , menyediakan untuk makan malam.
__ADS_1
***ditunggu like , komen , dan votenya ya***