
Adam merasa tenang melihat Via sudah sadar , semua doa Adam terkabul mengenai keselamatan Via , walaupun janin Via tidak tertolong.
Via nampak meneteskan air matanya melihat perutnya yang kini tampak bekas operasi , mengingatkannya pada janin yang selama ini Via perjuangkan namun tetap tidak bertahan lama.
Via menyesal telah memukul keras bagian perutnya yang berdampak besar terhadap keguguran.
Karena rasa kesalnya pada Adam , janin yang tumbuh dan tidak berdosa kini terkena imbasnya sampai menyerah untuk bertahan.
Sambil memegang perutnya yang kini masih terasa ngilu dan nyeri , Via menangis meminta maaf atas kesalahannya yang tidak menjaga dan melindungi janinnya dengan baik yang baru berusia 12 minggu.
Adam yang melihat Via sedang menangis merasa sedih dan segera menghampirinya.
Namun Via mengatakan stop pada Adam untuk tidak menghampirinya.
Terlihat jelas raut wajah Adam yang penuh dengan kekecewaan yang mendalam.
Adam pun pergi dan keluar meninggalkan Via yang sedang menangis ditemani ibu dan ayahnya.
Adam mengeluarkan kekesalannya dengan menonjok dinding yang berada dekatnya dan terduduk lemas di taman yang berada disekitar Rumah sakit.
Chan yang hendak membawa Cinta berjalan - jalan ke area taman demi mendapatkan rasa sejuk dan mengurangi kejenuhannya merasa seperti mengenal sesosok pria yang membelakanginya.
Begitu juga dengan Cinta yang berada di kursi roda mengenal sosok yang ada didepannya.
Mereka saling adu pandang dan mengerutkan alisnya , Adaaam , tukasnya berbarengan , setengah berteriak.
Adam melihat ke arah suara dan sangat terkejut melihat Chan mendorong kursi roda yang diduduki Cinta.
Adam menghampiri Chan dan menanyakan apa yang terjadi terhadap Cinta sampai harus duduk di kursi roda.
Chan mencurigai keberadaan Adam , sampai membuat Adam kesal pada sikap Chan.
Adam menjelaskan keberadaannya di Rumah Sakit dan peristiwa yang terjadi saat Adam datang menemui Via bersama kedua orang suruhan Roy.
Cinta yang mendengar penuturan dari Adam sangat terkejut dan meminta Chan untuk segera menemaninya , menjenguk dan menemui Via.
Chan langsung menurutinya dan mengantar Cinta menjenguk Via didampingi oleh Adam.
Sesampainya didepan ruangan Adam menyuruh masuk Chan dan Cinta , disambut oleh kedua orang tua Via.
Via sangat senang melihat kedatangan Cinta , Chan mendorong kursi roda Cinta mendekati Via yang masih berbaring.
Via masih belum bisa duduk karena Via masih merasa ngilu dan nyeri seolah bagian perut bawahnya seperti teriris oleh pisau.
__ADS_1
Cinta menggenggam tangan Via mereka saling menguatkan satu sama lain.
Chan dan Adam memberi waktu kepada Cinta dan Via agar mereka bisa saling bercerita tanpa harus sungkan karena adanya Chan , dan Adam.
Akhirnya Adam dan Chan ngobrol dikursi luar depan ruang rawat Via.
******************
Di ruangan Cinta dirawat , Kedua orang tua Cinta khawatir begitupun dengan orang tua Chan mereka berempat khawatir dengan anak dan menantunya yang tidak ada diruangan takut terjadi sesuatu pada Cinta.
Namun dalam keadaan yang panik datang Vira , Zura , dan Candra .
Mereka berusaha menenangkan para orang tua.
Vira menjelaskan bahwa Cinta sedang menengok sahabatnya yang kebetulan dirawat di Rumah sakit yang sama.
Para orang tua merasa lega dan tenang , kedua orang tua Chan hendak pulang karena masih ada pekerjaan yang harus diselesaikannya begitu pula dengan Vira yang sama sibuknya juga khawatir meninggalkan Gava dirumah ditemani pengasuhnya.
Vira inisiatif menelepon Chan dan pamit pulang bersama kedua orang tuanya.
Chan menutup teleponnya dan segera masuk ke dalam ruangan meminta Cinta segera pulang dengan alasan kedua orang tua dan kakaknya pamit pulang.
Cinta pun dengan berat hati pamit pada Via semoga Via dan Cinta bisa bertemu kembali setelah mereka sembuh.
*****************
Cinta menanyakan kabar Via dan merasa penasaran mengapa tiba - tiba bertemu Adam dan Via berada di Rumah sakit.
Via menjelaskan dari awal bertemu Adam dirumahnya sampai harus berada di Rumah Sakit di kota B yang sama dengan Cinta.
Cinta menangis sedih mendengar cerita Via , begitu juga dengan Via yang menangis setelah mendengar cerita Cinta yang membuatnya pilu.
Mereka berdua selalu saling menguatkan bila terjadi masalah dan bertemu untuk menemukan solusi.
****************
Cinta dan Chan pamit pada kedua orang tua Via dan Adam , Chan berpesan pada Adam agar menjaga Via.
Adam mengangguk dan berterima kasih sudah memberinya kesempatan untuk memperbaiki diri.
Chan dan Cinta segera pergi ke ruangan tempatnya dirawat , saat masuk sudah banyak orang yang sedang menunggunya.
Ibunya Chan dan Vira memeluk dan mencium Cinta juga berpesan agar Cinta segera sembuh dan bila Chan bermasalah lagi jangan sungkan untuk memukulnya bahkan meninggalkannya.
__ADS_1
Cinta tersenyum bahagia karena seluruh keluarganya sangat menyayangi Cinta.
Chan yang merajuk kepada Cinta setelah mendengar kata - kata Vira membuat semua orang yang ada diruangan tertawa.
Candra dan Zura bersyukur melihat kebahagiaan keluarga mereka.
Zura yang tidak sadar bahwa dirinya yang tidak luput dari perhatian dokter Candra , tersenyum membuat dokter Candra gemazz , dan tanpa sadar memegang tangan Zura.
Zura yang kaget segera menepis tangan dr. Candra dan merasa malu.
Zura dan Candra mengantar Vira dan kedua orang tua Chan sampai gerbang parkiran . Mereka harus segera kembali ke kota A sementara Zura dan Candra kembali ke ruangan Cinta.
Cinta sedih saat kedua orang tuanya pun mendapat telepon dari pamannya yang berada diluar kota mengalami kecelakaan dan harus segera ke luar kota.
Chan membantu kepergian kedua orang tua Cinta membeli tiket pesawat dan menyuruh salahbsatu anak buahnya menemani kedua orang tua Cinta ke luar kota.
Kini Cinta hanya ditemani Chan setelah Zura dan Candra memeriksa kesahatan Cinta yang makin membaik pamit kembali untuk memeriksa pasien lainnya.
Chan segera menutup pintu dan berbaring disamping Cinta sambil memeluk Cinta , karena Chan sangat rindu saat bersama Cinta.
Cinta tersenyum mereka saling berpelukan dan Chan memeluk Cinta sampai Cinta lelah dan tertidur dipelukannya.
Chan sangat kesal dalam hatinya karena harus selalu menahan si junior yang tidak mengerti situasi sekarang.
Chan selalu saja bergairah saat berada dekat dengan Cinta , namun Chan tahu dan merasa kasihan dengan Cinta yang masih terlihat lemah.
Chan harus bersabar dan menunggu Cinta sehat kembali agar si junior tidak pegal menunggunya.
Keinginan yang besar untuknya berkeringat dengan Cinta membuatnya semakin tidak bisa menahan dan bangun dengan hati - hati.
Chan pergi ke kamar mandi mengguyur tubuhnya dengan air dingin agar jiwanya yang panas kembali dingin .
Cinta yang terbangun bingung melihat Chan tidak berada disampingnya , Cinta memanggil Chan dan Chan keluar dari kamar mandi membuat Cinta terpesona dan malu.
Chan menghampiri Cinta , menciumnya namun menahan hasratnya karena Chan hanya ingin menyalurkan hasratnya disaat Cinta sedang sehat.
Chan segera memakai baju dan mengeluarkan makan siangnya yang tadi dibawa Vira untuk Cinta.
Mereka berdua makan siang bersama , Chan menyuapi makan siang Cinta.
Mereka terlihat sangat bahagia dan bersyukur dengan adanya peristiwa yang menimpa rumah tangganya membuat mereka semakin dewasa menjalani biduk rumah tangganya.
*Jangan lupa like , komen ,,dan votenya ya*
__ADS_1