
Pagi harinya,,,,
Zura merasa sangat pengap karena badannya yang tertindih tubuh Candra .
Candra yang terus memeluk erat Zura , membuat Zura terasa sesak dan menjerit ketakutan saat tubuhnya polos tanpa pakaian .
Terlihat bingung Candra mengedip - ngedipkan matanya yang masih sulit untuk membuka dan menahan kantuk .
Candra langsung terperanjak saat tubuhnya bersatu dengan tubuh Zura dibawah selimut .
Zura menangis dan bersedih karena Zura merasa kesal terhadap Candra yang tidak pernah menghargai cintanya yang tulus .
Candra terus menerus meminta maaf kepada Zura , karena prilakunya yang mengagetkan Zura dan memeluk Zura semalaman .
Saat Zura sedang menangis karena kaget dan juga masih terasa demam dan pusing membuat Zura kembali berbaring ditempat tidur .
Tiba - tiba suara bel berbunyi , Candra segera memakai kimononya kembali , tanpa pikir panjang dan membereskan rambutnya yang masih acak - acakan .
Ternyata saat Candra membuka pintu apartemen , ibu dan ayahnya Zura sudah berada didepan pintu sambil tersenyum dan menenteng beberapa kantong makanan dan buah - buahan .
Ibunya Zura langsung duduk dan menanyakan keadaan Zura , Candra pun harus berbohong bahwa Zura semalam kecapean dan sekarang masih tidur dan berbaring didalam kamar .
Ayah Zura yang menasehati Candra , agar Candra jangan terlalu memaksakan keinginannya , kepada Zura yang masih polos dan Virgin , akan terasa sulit dan sakit untuk Zura .
Sebenarnya Candra kesal , mendengar celotehan mertuanya yang salah paham terhadap dirinya , mereka mengira bahwa Candra telah melakukan malam pertama dengan Zura .
Padahal Zura merasa sakit karena masuk angin , tadi malam Zura berada didalam kamar mandi terlalu lama dan hampir pingsan dan mati kedinginan .
Mungkin Zura tadi malam kecewa terhadap sikap Candra yang dianggap telah dikhianati oleh Candra .
Candra mempersilahkan ibu mertuanya melihat Zura ke kamar .
Saat masuk ke dalam kamar , Ibunya Zura terkejut , melihat pakaian Zura yang berserakan , dan keadaan kamar yang sudah kacau balau , sementara Zura terlihat masih berbaring lemah memakai selimut .
Candra heran tadi saat keluar kamar , keadaannya tidak seperti ini , kenapa saat kembali masuk kamar , seperti kapal pecah , berantakan sekali .
Ibunya Zura kembali keluar kamar , merasa risih melihat kelakuan anak dan mantunya semalam , sampai tidak terbayangkan , seperti apa Zura merasa kelelahan .
Ayah Zura yang hampir saja masuk ditahan ibunya yang hendak keluar , ibunya mengajak ayahnya pulang , biarkan mereka istirahat .
Mereka pun pamit pada Candra , buru - buru pulang tanpa menunggu Zura bangun .
Candra tersenyum ternyata istrinya cukup pintar berakting , agar mertuanya percaya bahwa mereka melakukannya semalam .
Sesaat ketika Candra sedang membereskan kekacauan yang disebabkan oleh Zura , Candra tidak sengaja melihat wajah Zura yang sangat polos , membuatnya penasaran dan mendekat .
__ADS_1
Zura yang berbaring , dipegang dahinya , betapa terkejutnya Candra karena Zura benar - benar demam , badannya menggigil .
Candra langsung mengambil alat prakteknya kemudian memeriksa Zura , sempat panik karena Zura demam sampai 39, 3 , artinya demamnya tinggi dan butuh perawat untuk menjaganya .
Keadaan Zura yang seperti itu membuat Candra merasa tersentuh untuk memakaikan baju pada Zura dan sedikit memberinya perhatian juga memberinya obat .
***********
Ditempat yang berbeda,,,,,
Cinta sibuk menyiapkan kebutuhan Chan pergi ke kantor dan dirinya yang hendak pergi ke kampus .
Mereka berangkat bersama - sama dengan mobil yang sama .
Semenjak kehamilan Cinta menginjak sembilan bulan , Cinta selalu diperhatikan Chan secara berlebihan .
Chan sangat protektif terhadap Cinta , kemanapun Cinta pergi , Dewi harus ikut kemana pun Cinta pergi begitupun dengan oca dan oci .
Sesampainya di kampus Chan memberikan semangat dan nasehat kepada Cinta , agar Cinta tidak terlalu kelelahan dan harus menjaga diri , juga bayi kembar yang dikandungnya .
Cinta merasa tersentuh dengan sikap suaminya yang sangat menjaga Cinta , dan bayi kembar dalam kandungannya .
Setelah melihat Cinta masuk ke ruangan dosen bersama Dewi , Chan kemudian melanjutkan perjalanannya menuju kantornya bekerja .
Sesampainya di kantor , Chan sudah ditunggu oleh seorang klien yang sudah dijadwalkan akan ada rapat penting dengannya .
Chan mengatakan kepada mereka untuk memberikan berkas dan segera pergi ke ruang rapat .
Sesampainya diruang rapat Chan bingung , kenapa tidak melihat pak Broto .
Saat Chan memasuki ruang rapat , Chan yang hendak menanyakan keadaan pak Broto , ternyata langsung dijawab seorang perempuan cantik dan manis , tiada lain adalah anaknya pak Broto .
Silva mengulurkan tangan dan mengenalkan diri .
Chan sempat terpesona melihat Silva yang memiliki paras cantik juga pintar dan elegan .
Semua berkas yang diterima Chan membuat Chan puas atas kerja samanya dengan Perusahaan Silva .
Begitu pun dengan Silva yang merasa senang memiliki kerja sama juga rekan kerja yang smart dan tampan seperti Chan .
Setelah rapat selesai Chan mengajak rekan kerja dan kliennya untuk makan bersama di restoran milik keluarga besar Chan .
Chan sampai melupakan janjinya kepada Cinta untuk menjemputnya setelah rapat selesai .
Di kampus Cinta berusaha menghubungi Chan , namun Chan sulit sekali dihubungi , kemudian Cinta menghubungi Roy dan juga Boy , mereka pun sama sulit untuk dihubungi .
__ADS_1
Cinta mulai gelisah dan khawatir , kemudian Cinta menghubungi Tono supir pribadinya , untuk menjemput Cinta , yang sudah mulai lelah , menunggu Chan selama dua jam dikantin kampus .
Tono akhirnya sampai di kampus dan langsung menuju kantin tempat Cinta dan dewi menunggunya .
Cinta bertanya kepada Tono , mengenai suaminya yang menghubungi Tono .
Tono menggeleng kepalanya dan berkata jujur bahwa majikan laki - lakinya tidak menghubunginya untuk menjemput Cinta .
Cinta mulai khawatir , mungkinkah Chan ada masalah dengan urusannya di kantor , tidak biasanya Chan bersikap seperti ini kepada Cinta .
Berhubung perut Cinta merasa lapar , Cinta ingin mengajak makan Dewi dan Tono bersamanya di Restoran keluarganya .
Saat Cinta hendak masuk , Cinta melihat mobil Chan terparkir didepan , Cinta tersenyum , ternyata suaminya masih rapat , sampai tidak menjemputnya juga mengabari Cinta .
Saat Cinta hendak menghampiri Chan , Cinta melihat Chan dicium pipinya oleh seorang perempuan cantik dan **** , juga perempuan tersebut tidak segan - segan memeluk Chan , tanpa ada penolakan dari Chan .
Cinta menangis dan berbalik untuk kembali ke dalam mobil dan menyuruh Tono juga Dewi untuk makan di restoran yang lain .
Dewi dan Tono segera mengikuti langkah Cinta , Dewi merasa khawatir kepada Cinta dan merasa kasihan disaat hamil tua , Cinta harus menerima perlakuan yang tidak mengenakkan dari suaminya .
Cinta pun memesan makanan favoritnya begitupun dengan Dewi dan Tono .
Dewi dan Tono makan dengan lahapnya karena sudah merasa sangat lapar , tapi tidak begitu dengan Cinta , makanan yang ada dihadapannya hanya diaduk - aduk tanpa dimakannya .
Cinta terlihat sangat sedih dan terpukul sampai tidak nafsu makan .
Dewi dan Tono membujuk Cinta untuk makan dan mengingatkan Cinta bahwa Cinta kini tengah mengandung anak kembar , kasihan kalau tidak diberi makan bisa sakit , bukan hanya Cinta sendiri namun berpengaruh terhadap bayi kembar uang dikandungnya .
Sesampainya di rumah , Cinta langsung masuk kamar dan membersihkan dirinya , kemudian menunaikan ibadah shalat , meminta kepada Allah YME supaya suaminya terjaga dan tidak tergoda oleh perempuan lain .
Kemudian Cinta membaringkan tubuhnya sampai tertidur , lelah dengan semua perasaan yang membuatnya kecewa atas sikap suaminya .
Cinta hanya bisa berharap bila pulang nanti suaminya bisa menjelaskan sikapnya kepada Cinta .
********
Hello ,,, sahabat reader maaf UPnya lama,,
Ada sedikit kendala ,,,
mohon dimaklumi ,,,🙏
Jangan lupa like , komen , vote , dan favorit ya
biar semangat UP
__ADS_1
terima kasih🙏😊