Kesempatan

Kesempatan
Chapter 1 : Prolog


__ADS_3

“Kita akhiri saja. Kalau dilanjutkan mungkin akan menyakiti perasaan masing-masing,” bisik pria berahang tegas itu sambil memandang penuh makna.


Tidak ada pemikiran lain yang ada di dalam benak seorang wanita berambut ikal terurai itu, begitu mendengar lelakinya berkata demikian. Hanya satu kata yang terlintas, mengapa?


Pandangan wanita itu terlihat kosong, menatap lurus ke bawah, ke arah kedua kakinya yang masih menapak di atas lantai keramik sebuah kedai kopi favorite mereka berdua. Duduk bersebelahan dengan arah yang berbeda. Salah satu tangan wanita itu digenggam erat oleh sang pria. Mungkin si pria berharap wanita di hadapannya itu mau menerima keputusannya untuk berpisah.


“Kenapa? Bukannya semua baik-baik aja? Atau aku sudah melakukan kesalahan?” Sambil menoleh, wanita itu menatap tajam dan berucap lirih.


“Aku enggak mau menyakiti hati pasangan kita masing-masing.”

__ADS_1


“Tapi ini menyakiti hatiku.”


Kerutan di dahi wanita itu terlihat sangat jelas, dia masih mencoba mencerna ucapan pria yang duduk di sampingnya itu. Setengah tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar. Pria itu meminta sebuah perpisahan dari hubungan yang sebenarnya tidak pernah ada permulaan.


Hubungan yang tidak dapat dijelaskan dan tidak dapat didefinisikan sebagai hubungan apa pun.


Berteman? Mungkin. Dekat? Iya. Sering jalan berdua? Benar. Pacaran? Tidak, jelas tidak!


Teman tapi mesra?

__ADS_1


Pelampiasan di kala sepi?


Entahlah.


Mungkin hanya hubungan untuk saling mengenal, tetapi tidak memiliki status apa-apa, atau mungkin tidak memiliki arti apa-apa. Mungkin begitu bagi sang pria.


Menganggap sebuah kedekatan antara lawan jenis sebagai hal yang biasa atau bahkan lumrah terjadi. Hal umum yang terjadi hampir pada semua orang. Tidak ada arti khusus baginya, tetapi tidak untuk sang wanita.


Sebuah kedekatan yang dianggap intim bahkan melebihi batas perkenalan apalagi pertemanan. Sebuah kedekatan yang dirasakan berbeda dari hanya sekedar teman.

__ADS_1


Kedekatan yang selalu terjadi berulang hingga akhirnya merasa aman dan nyaman. Kedekatan yang membuat semuanya buta, tetapi tak hentinya saling memuja.


***


__ADS_2