Kesempatan

Kesempatan
BAB 53 | Amarah Gina


__ADS_3

“Aaarrgghh!!!!” teriakan Gina yang cukup keras memenuhi ruangan Pak Karto siang itu, beruntung ruangannya bisa meredam auman Gina yang terdengar seperti singa kelaparan, dalam diam Pak Karto tak terlalu menanggapi keponakannya yang sedang mengamuk di ruangannya dan fokus pada pekerjaannya yang saat ini.


“Tidakkah paman lihat betapa arogan dan kejamnya Chaca? Bahkan kekasihnya sendiripun ia penjarakan!!” geramnya sambil menggertakkan gigi, tubuhnya yang bergetar menahan kemarahan didalam dirinya seakan tak sapat lagi ia kuasai, Pak Karto hanya melirik keponakannya itu dan tak tertarik ikut campur didalamnya.


“Namun bukankah Ryan juga kekasihmu? dia berselingkuh denganmu bukan? Mengapa tak kamu bantu saja dia?”, ujar Pak Karto melirik sambil menurunkan sedikit kacamatanya.

__ADS_1


Ucapan Pak Karto membuatnya diam sejenak sambil menundukkan kepalanya dan mengepalkan kedua tangannya. Sulit baginya mengakui jika ia tak bisa menandingi Chaca yang mampu melakukan segalanya dengan baik, sedangkan dirinya? Membantu Ryan keluar dari masalahnya saja tak dapat ia lakukan. Ia menyadari bahwa jika ia membantu Ryan maka tekanan dari ayahnya akan semakin besar dan membuatnya tak lagi mampu bergerak dengan bebas.


“Aku? Tak mungkin bisa ku lakukan. Aku bukan dirinya, aku ingin menjadi dirinya namun kesempatan itu tak pernah datang”, gumamnya dalam hati dan perlahan meneteskan air matanya menahan kesedihan dan kemarahan yang bercampur menjadi satu dalam dirinya.


“Sudahlah, semua ada waktunya Gina, fokuslah saja dengan apa tujuanmu. Jika kamu memiliki tujuan untuk mendapat pengakuan dari ayahmu maka lakukanlah, jangan lagi menyimpang jalanmu. Setidaknya ini nasihat dari pamanmu yang telah mempelajari sesuatu dari seorang muda yang paman kenal”, ucap Pak Karto sambil memikirkan Chaca, Pak Karto juga menyadari bahwa sampai kapanpun ia akan sangat sulit untuk mengalahkan Chaca, obsesinya pada sebuah kedudukan hingga saat ini tak dapat ia gapai dengan ketamakan dan keserakahan.

__ADS_1


“Lakukan apa saja yang menurutmu baik Gina, paman sangat menyayangimu”, ujar Pak Karto pada Gina dengan lembut. Siap sangka bahwa Pak Karto mampu berkta seperti itu, Gina dibuat kebingungan oleh Pak Karto yang mendadak berubah, ia merasa bahwa pamannya sudah tak lagi menyayanginya seperti dahulu juga tak lagi memperhatikannya.


“Aku benar benar akan membuat Chaca jatuh dan menderita. Akan ku hancurkan apapun yang menjadi kebanggaannya. Pabrik, perusahaan semuanya akan ku hancurkan. Biarkan dia merasakan bagaimana rasanya menjadi diriku dasar wanita sialan!!”, umpatnya yang membuat Pak Karto tersulut emosinya mendengar Gina berkata seperti itu.


Braakk!!!!

__ADS_1


Tatapan yang sangat menyeramkan diberikan Pak Karto pada Gina, bahkan Gina tak pernah melihat pamannya itu menatapnya seperti itu, membuat Gina merasa kecil dan takut, ia bahkan tak dapat menggerakkan tubuhnya.


“Silahkan saja kamu balas dendammu pada Chaca, sentuh dan sakiti dia dengan caramu namun tidak dengan perusahaan. Meski perusahaan dan pabrik itu hampir seluruhnya karena kerja kerasanya namun paman memiliki andil dalam pembangunan perusahaan itu, yang membuatnya berdiri hingga saat ini. Sekali kamu menyentuhnya, jangan pernah berani kamu datang dan memanggilku paman. Paham!!”, gertak Pak Karto pada Gina yang terasa sangat keterlaluan. Kemarahan Pak Karto berhasil membuat Gina menangis dan meninggalkan ruagannya begitu saja. Memang benar Pak Karto sangat menyayangi Gina namun ketika ia mendengar bahwa Gina akan bermain main dengan pabrik atau bahkan perusahaan, ia takkan pernah tinggal diam.


__ADS_2