
“Seharusnya anda percaya pada saya bahwa pira itu berbohong pada kita agar ia bebas”, ucap Shena yang masih tak terima jika pria itu telah mati tertabrak mobil. Sambil melangkah menyusuri jalan menuju ruang kantor Shena terus saja mengomel tiada henti.
“Masalah ini ku anggap telah berakhir. Cepat atau lambat kita pasti akan menemukannya. Saat ini kembali pada masalah kita. Besok saya akan menghadiri rapat, jadi bawakan saya petinya ke Perusahaan induk. Saya akan mendepak jauh jauh kelima Dewan Direksi itu sesegera mungkin”, balas Chaca menatap pada Shena yang masih saja terlihat tak terima akna kejadian yang baru saja terjadi.
Chaca masuk ke dalam ruangannya, begitu pula dengan Shena yang duduk di tempatnya bersama dengan Kimmi yang terlihat sibuk dengan seluruh pekerjaan yang dilimpahkan padanya ketika Shena harus pergi bersama Chaca.
“Jadi bagaimana? Segalanya berjalan dengan baik?”, tanya Kimmi sembari terus mengerjakan tugas tugasnya.
“Yaa dan mungkin juga tidak”, jawab Shena sambil meregangkan tubuhnya.
“Butuh pertolongan?”, tanya Kimmi kembali dengan menghadapkan dirinya pada Shena mencoba menawarkan bantuannya.
Kimmi mengeluarkan laptop miliknya sendiri dan memulai aksinya yang terlihat luar biasa dimata Shena, tak disangka bahwa selain mampu bertarung Kimmi juga sangat lihai dalam meretas. Tampak keduanya sangat fokus pada apa yang dilakukan Kimmi hingga mereka tak menyadari bahwa sedari tadi Chaca berada tepat dibelakang mereka melihat dan mendengar apa yang mereka bicarakan.
“Jadi siapa kamu sebenarnya Kimmi?”, tanya Chaca yang mengejutkan mereka berdua akan kedatangan Chaca yang senyap dan tiba tiba.
__ADS_1
“Bu Chaca”, panggil Kimmi dan ia segera berdiri berhadapan dengan Chaca sambil menundukkan kepalanya.
“Jelaskan, siapa kamu sebenarnya, dan apa hanya saya yang tak tahu apapun disini? Sepertinya banyak sekali kejutan yang kamu sediakan untuk saya”, ucap Chaca menatap Kimmi.
Kimmi mencoba menjelaskan segalanya dari mulanya, dimana tak seorangpun menganggap dirinya ada diantara mereka pada waktu itu, dimana mereka semua menghina dan merendahkannya.
****Flash back masa SMA****
Suasana yang cukup ramai kala itu, Kimmi yang mempunyai nama asli Karin untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di sekolah setelah selama bertahun tahun ia hanya homeschooling karena merasa tak percaya diri akan wajahnya yang buruk rupa. Keinginan hati mengatakan bahwa operasi wajah mampu membuatnya berubah namun dilihat dari kedua orang tuanya yang tak memiliki cukup banyak uang untuk melakukan operasi wajah bagi anaknya, dan kali ini Karin memberanikan diri untuk keluar dari ketakutannya dan mencoba menghadapi dunia. Cacian demi cacian ia dapatkan bahkan Karin selalu dibully oleh teman temannya, membuat Karin merasa bahwa hidupnya tak berguna, hingga satu ketika ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan menyayat nadi pada pergelangan tangannya.
“Berhenti!!”, ucap Chaca yang melihat aksi Karin saat itu. Chaca merebut belatih yang dipegang oleh Karin dan membuangnya jauh jauh.
“Ku mohon jangan lakukan itu Karin”, ucap Chaca dengan terus mendekap Karin dalam pelukannya. Mendengar orang lain menghkawatirkannya dan memperdulikannya seperti ini membuat Karin menangis dengan sangat kencang. Perasaan sakit yang ia rasakan seumur hidupnya sampai hari ini pada akhirnya pecah dalam dekapan Chaca, lebih dari 30 menit sudah Karin menangis.
Suasana menjadi hening seketika, Karin atau Chaca, keduanya tak berbicara namun Karin merasa nyaman ada Chaca disampingnya meski percakapan tak terjadi diantara mereka setelah Karin menangis dengan begitu hebatnya.
__ADS_1
“Jadilah kuat dan jadilah tangguh. Jangan dengarkan ucapan mereka yang menghinamu. Tenggelamkan mereka dengan segala prestasimu. Bukankah kamu yang memenangkan perlombaan hacking tingkat nasional? Tenang, aku ada bersamamu dan mulai saat ini kita akan menjadi teman”, ucap Chaca mencoba menghibur Karin dengan setiap pujian dan motivasi yang keluar dari mulutnya.
Pertemanan dengan Chaca adalah sebuah awal bagi Karin untuk melangkah, meski masih banyak yang membully dirinya namun ia tak menghidarukannya dan menenggelamkan mereka dengan segala prestasi yang berhasil diraihnya. Hingga tiba waktunya Karin untuk pergi, seluruh uang yang ia dapatkan dari kompetisi hacking telah terkumpul sangat banyak, Karin memutuskan untuk pindah keluar negeri melanjutkan studi nya dan juga melakukan operasi wajah, sejak hari itu Karin dan Chaca tak pernah lagi berhubungan
****Flash back off****
“Karin? Kamu Karin?”, tanya Chaca terkejut mendengar cerita Kimmi bahwa dirinya adalah Karin, teman SMA Chaca sejak dahulu.
“Iya, ini aku. Maafkan aku jika aku harus berbohong padamu sejak awal. Aku tak ingin membongkar rahasia ini sebenarnya”, balas Kimmi tersenyum pada Chaca. Segera Chaca memeluk teman lamanya itu yang sangat ia rindukan.
“Mengapa kamu tak mengatakannya padaku?” tanya Chaca yang masih tak percaya bahwa Kimmi adalah Karin.
“Aku hanya ingin membantumu sama seperti kamu membantuku dihari itu. Dengan segala kemampuan dan kehebatanku, aku akan membantumu selama aku bisa, jadi jangan hanya Shena, pergunakan aku juga” jawab Kimmi pada Chaca.
“Tak harus seperti ini. Tak perlu sampai seperti ini”, balas Chaca dan menggenggam kedua tangan Kimmi. Seperti sepasang kawan lama yang sedang melepas rindu, Chaca sungguh sangat merindukan Karin.
__ADS_1
“Jika kamu tak datang saat itu, jika kamu tak menghalangiku dan memelukku, jika kamu tak pernah berdiri disampingku mungkin aku akan mati saat itu dan mungkin aku tak pernah ada disini untuk membantumu jadi. Biarkan aku menjadi bagian dari rencanamu. Akan selalu ada orang baik yang mengulurkan tangannya untukmu Chaca”, balas Kimmi pada Chaca.
Ucapan terakhir dari Karin mengingatkan dirinya akan Barra yang pernah mengatakan hal yang sama padanya. Pada akhirnya dirinya dikelilingi oleh orang orang yang baik yang selalu mengulurkan tangannya dan mendorongnya naik keatas kembali pada tempatnya yang seharusnya. Chaca melihat kearah Shena, wanita yang selalu berada di sisinya dan terus mendukung apapun keputusannya, ia juga melihat ke arah Karin yang saat ini berada disampingnya.