Kesempatan

Kesempatan
BAB 25 | Bantuan Tak Terduga


__ADS_3

Bak suara langakah kaki yang seirama dengan detak jantung, Pak Umar memasuki aula pertemuan bersama seluruh dewan direksi dan Chaca, rangkaian bunga yang berucapkan selamat dan sukses untuk PT Terang abadi dan PT Warna Cakrawala. Berbagai media turut datang dalam meliput berita yang cukup menggemparkan ini, siapa menyangka bahwa pada akhirnya PT Warna Cakrawala akan mejadi anak perusahaan dari PT Terang Abadi, tak ada yang menyangka termasuk kelima Dewan Direksi yang sangat terobsesi utuk menguasai PT Warna Cakrawala seorang diri. Berbagai kamera terarah pada kedua Direktur itu dan seluruh jajarannya, sangat terlihat sekali bahwa Pak Karto kesal karena kabar tiba tiba yang tak terduga ini.


“Bersulang untuk bersatunya PT Terang Abadi dan PT Warna Cakrawala”, ucap Pak Umar dengan mengangkat segelas wine di tangan kanannya bersama seluruh dewan direksi dan juga seluruh tamu undangan yang hadir. Ucapan selamat tak henti hentinya datang dan membanjiri acara itu, tanpa sengaja pandangan Chaca tertuju pada Pak Karto dan kawanannya yang melihat dirinya dengan tatapan kebencian, namun Chaca membalasnya hanya dengan senyuman dan mengangkat segelas wine di tangannya menujukkan bahwa ia tak takut pada mereka semua.


“Bajingan!!! Sekali lagi kita dikalahkan oleh anak itu. Bisakah anak itu mati saja?”, ucap Pak Lukman yang lagi lagi tersulut emosinya melihat Chaca yang seperti menantang mereka semua.


“Tenanglah!! Bersikap sewajarnya saja di pesta ini atau para tamu undangan akan berpikir yang macam macam pada kita, mari tersenyum dan berbaurlah hari ini”, perintah Pak Karto pada keempat rekan rekannya itu dan mereka mulai berpencar untuk berbaur bagaikan serigala berbulu domba.


“Bagaimana situasi di sana?”, tanya Chaca pada Shena yang hanya terhubung dengan sebuah alat dengar jarak jauh.


“Sepertinya tak bisa dilakukan malam ini Bu Chaca. Penjagaan lebih ketat dari sebelumnya, dan lagi nomer 1 ada di tempat ini. Saya butuh pengalihan”, balas Shena memantau dari jarak yang jauh.


“Tunggulah, aku mengirimkan beberapa orang sebagai pengalihan, fokuslah pada rencana kita”, jawab Chaca dengan perlahan menjauh dari kerumunan banyak orang agar ia bisa lebih fokus pada Shena.


Sesuai dengan ucapan Chaca, banyak orang mulai berdatangan dengan pakaian serba hitam lengkap dengan topi dan juga kain yang menutupi wajah mereka, kini pelabuhan itu sangat ramai dan mereka bertarung satu sama lain, dengan cepat Shena berjalan menuju peti yang harus dikirimkan malam ini sambil menyingkirkan lawan yang menghalangi jalannya. Disaat Shena telah menemukan peti itu, lagi lagi langkahnya di hadang oleh seorang pria bertubuh besar.

__ADS_1


“Sial.. Dari sekian banyak orang mengapa aku harus bertemu dengan nomer 1?”, gumamnya dalam hati. Tak ada pilihan lain, Shena harus maju dan bertarung dengan nomer 1 jika ingin segera pergi dengan membawa peti itu.


“Kita bertemu lagi gadis kecil. Kamu adalah salah satu dari kami bukan? Dasar pengkhianat !!”, seru nomer 1 lalu meluncurkan serangan pertamanya yang berhasil dihindari oleh Shena. Tak ingin mengulang kesalahan yang sama seperti yang lalu, Shena menyerang terus menerus tanpa henti seakan tenaganya tak ada habisnya. Hingga nomer 1 terlihat sangat kelelahan, Shena memandang ke belakang dan melihat banyak lawannya yang mulai banyak yang tumbang, disaat Shena memalingkan fokusnya nomer 1 kembali menyerang Shena dan kali ini ia tak membiaran Shena menyerang hingga Shena lebam dan tak lagi mampu berdiri.


“Dasar bodoh!!. Jangan berpaling ketika sedang bertarung”, ucap nomer 1 sambil memukuli seluruh bagian dari tubuh Shena. Melihat Shena yang sudah mulai kehilangan kekuatannya, nomer 1 mencoba untuk membuka topi dan masker yang menutupi wajahnya. Namun sebuah belatih yang menggores lengannya dan tertancap di sebuah peti dihadapannya berhasil menghalangi niatnya untuk mengkuak identitas Shena. Seorang wanita menggunakan perahu motor yang sangat besar dengan kecepatan tinggi menuju ke pelabuhan dan menghentikan aksi nomer 1. Sama seperti Shena, ia menggunakan pakaian serba hitam dan topi juga masker yang menutupi wajahnya. Shena tak mengenal siapa wanita ini, ia bukan Chaca namun ia datang untuk menolongnya.


“Kamu utusan Bu Chaca?”, tanya Shena dengan menahan kesakitan di tubuhnya. Wanita itu menggelengkan kepalanya, ia bukanlah sebuah bantuan yang dikirimkan Chaca padanya.


“Pergilah ke perahu motor itu dengan membawa peti. Panggil beberapa orang bersamamu untuk memindahkannya. Biar aku yang melawan pria jelek ini”, ucap wanita itu dengan menatap nomer 1. Disaat ia ingin mendapatkan Shena, wanita itu menghalangi jalannya dan segera menyerangnya.


“Sial!!! Menyingkir dari jalanku ****** !!”, umpat nomer 1 dengan terus membalas serangan wanita itu tanpa henti. Kemarahannya membuat kekuatannya meningkat melihat Shena mencoba membawa pergi peti yang harus dikirim malam ini.


Ketika Shena berhasil memindahkan peti itu ke perahu motor yang berukuran sangat besar. ia memerintahkan tiga orang yang membantunya untuk segera melarikan diri dengan semua orang yang masih selamat.


“Heiii!!!”, teriak Shena dengan kencang sambil melambaikan kedua tangannya ke arah wanita yang menggantikannya menyerang nomer 1. Segera setelah ia melihat Shena memanggilnya, ia melumpuhkan nomer 1 dengan sekali tendangan dan hantaman yang membuatnya jatuh tersungkur ditanah lalu ia melarikan diri menghampiri Shena di perahu motor. Melihat nomer 1 yang mulai mengejar wanita itu, dengan cepat Shena melemparkan lagi sebuah belatih dan tertancap pada dada bagian kiri nomer satu, hal itu cukup untuk menghentikan langkah nomer 1 dan wanita itu berhasil lolos bersama Shena dan juga peti yang ia bawa.

__ADS_1


“Hah.... Hah..... Haaahhh....”, kedua wanita itu mencoab mengatur napa mereka.


“Siapa.. Siapa kamu?”, tanya Shena melepas topi dan juga masker yang menutupi wajahnya. Wanita itu juga melepas topi dan juga masker yang menutupi wajahnya man menunjukkan diirnya di depan Shena yang membuat Shena sangat terkejut dengan siapa wanita ini.


“Kimmi?!!”, sebut Shena dengan terkejut dan tak percaya. Seorang wanita yang menolongnya kabir dari nomer 1 adalah Kimmi, sekertaris yang ditugaskan untuk menggantikan posisinya di perusahaan.


“Tapi.. Bagaimana mungkin itu kamu?” tanya Shena dengan sangat bingung.


“Aku mengetahuinya, aku mengetahui segalanya, Shena, aku sebenarnya adalah teman lama dari Chaca saat SMA, sayangnya aku harus pergi ke luar negeri untuk operasi wajah karena kejahilan salah satu temanku di SMA. Aku bahkan mengganti identitasku gara tak ada satu orang pun yang mengenaliku, termasuk Chaca. Saat itu hanya Chaca yang selalu bersamaku dan menemaniku disaat yang lain selalu saja menjauh karena keanehanku. Bisakah kamu tak mengatakannya pada Chaca? Biarkan aku yang mengakuinya sendiri nanti”, pinta Kimmi pada Shena.


Shena mengerti dan ia menganggukan kepalanya. Sama seperti Kimmi, Shena pun ada karena pertologan dari Chaca, kini mereka memiliki tujuan yang sama dalam membantu Chaca.


“Bu Chaca. Saya berhasil membawa peti ini sebagai bukti nyata”, lapor Shena pada Chaca.


“Bagus. Aku telah mengirimkan lokasinya padamu, bawa itu masuk kedalam kontainer dan amankan”, perintah Chaca pada Shena

__ADS_1


__ADS_2