Kesempatan

Kesempatan
BAB 52 | Penyesalan Ryan


__ADS_3

Ryan bukanlah seorang buronan namun ia mengerti bahwa Chaca bukanlah wanita sembarangan, dengan mudah ia pasti mampu menemukan keberadaannya, karena itu Ryan menutupi dirinya hingga tak ada satupun orang yang dapat mengenalinya. Namun tidak dengan Shena dan Kimmi yang telah menemukannya dengan mudah, Shena berusaha masuk terlebih dahulu dengan cara menerobos namun langkahnya ditahan oleh Kimmi.


“Aku tahu kamu pandai bertarung namun kini saatnya mengguakan otak bukan otot. Jangan sia siakan tenagamu”, ucap Kimmi pada Shena yang menahan dirinya untuk masuk.


Sebuah pesan masuk kedalam ponsel Shena. Tiket palsu telah berhasil dibuat oleh Kimmi dalam waktu singkat, tanpa membuat keributan dan memberikan sebuah perlawanan mereka berdua dapat masuk secara baik baik dan tak menimbulkan keramaian atau Ryana akan lari dari mereka.


Kimmi dan Shena berhasil masuk, mereka memutuskan untuk berpencar karena stasiun pinggir kota cukup luas, satu persatu mereka memperhatikan tiap orang yang mereka jumpai untuk memastikan apakah itu adalah Ryan atau bukan hingga Kimmi menemukannya. Sosok pria yang sangat tertutup menggunakan tas ransel dan sepatu yang sama persis dengan yang dipakai Ryan ketika ia melarikan diri dari kejaran polisi.


“Aku mendapatkannya”, seru Kimmi menggunakan alat komunikasi yang berada di telinganya, dengan cepat Shena menuju ke tempat Kimmi dan mereka berdua berdiri di samping Ryan.


“Polisi polisi itu sungguh bodoh tak mampu mendapatkanmu, berbeda dengan kita yang dengan mudahnya menemukanmu. Bukan begitu Ryan?”, ucap Shena pada Ryan di sampingnya.

__ADS_1


Ryan sungguh terkejut karena anak buah Chaca berhasil menangkapnya, bahkan lebih cepat dari polisi. Kedua tangan Ryan dipegang erat oleh Kimmi dan Shena lalu dengan cepat mereka membawa Ryan keluar dari stasiun itu.


“Tidak.. Tidak.. Ku mohon lepaskan aku, aku tak ingin dipenjara!! Aku akan melunasi semua hutangku pada Chaca namun biarkan aku pergi!”, rengek Ryan memohon pada Shena dan Kimmi yang terus saja meggenggam kedua tangannya dengan sangat erat.


Mereka berdua tak menghiraukan pandangan orang lain terhadap mereka yang sedang membawa Ryan dengan paksa, yang mereka tahu adalah menemukan Ryan dan membawanya dihadapan Chaca. Ryan yang terlalu berisik dan terus saja mengoceh membuat Kimmi kesal dan geram. Ia menghajar wajah Ryan hingga ia jatuh pingsan didalam mobil.


“Diam bodoh !!”, bentaknya.


“Tak perlu, ini sudah cukup larut, biarkan Bu Chaca beristirahat. Kita serahkan bajingan ini esok hari, di tempat biasa” balas Shena.


Mereka berdua berjaga semalam malaman tanpa tertidur memastikan bahwa Ryan tak kabur dari genggaman mereka. Tak tidur semalaman bukan sesuatu yang berat bagi mereka, mata mereka tak pernah lepas dari Ryan yang sudah tersadar dari pingsannya. Sinar matahari mulai muncul dan pagi itu Shena menghubungi Chaca mengabari bahwa Ryan telah ada bersama mereka sejak kemarin malam.

__ADS_1


Chaca memerintahkan mereka untuk mengatkan ikatan pada diri Ryan dan memastikan bahwa ia tak dapat kabur kembali sampai polisi datang untuk menangkapnya, karena Chaca telah menghubungi polisi dan memberi tahu lokasi Ryan pada mereka. Perintah Chaca dituruti oleh mereka berdua, mereka menguatkan ikatan Ryan dan meninggalkannya begitu saja hingga polisi berhasil mendapatkan Ryan.


“Tangkap dia!!”, perintah salah seorang polisi pada rekannya yang lain.


Ryan yang tak bisa melakukan apapun lagi hanya bisa pasrah dengan keadan yang terjadi setelahnya. Gina yang menjadi satu satunya harapan yang ia miliki tak lagi dapat membantunya, kedua orang tuanya meninggalkannya begitu saja setelah mengetahui usaha yang mereka bangun selama puluhan tahun habis tak bersisa, kini yang tersisa hanya dirinya sendiri dan penyesalan tiada akhir.


Kedua polisi itu membawa Ryan dan segera memasukkannya ke dalam penjara, saat ini jeruji besi adalah rumah baginya, tempat dia merenung dan menyesali seluruh perbuatannya. Menipu kekasihnya hanya untuk kesenangan pribadinya tanpa memikirkan apa yang akan terjadi dikemudian hari.


“Hah!! Sungguh bodoh aku menyia nyiakan wanita baik seperti Chaca demi berselingkuh dengan Gina. Seandainya dari awal aku tak membohonginya hal buruk seperti ini takkan terjadi padaku. Dia pasti tak tahu jika aku berselingkuh dengan sahabatnya, jika dia tahu mungkin dia akan membunuhku”, lirihnya menyesali perbuatannya pada Chaca.


Ryan tak menginginkan apapun lagi selain meminta Chaca memaafkannya, dalam diam ia memanggil nama Chaca dan berharap ia datang lalu memaafkannya.

__ADS_1


“Sepertinya itu takkan mungkin terjadi. Chaca takkan melihat masa lalunya yang berada di balik jeruji besi ini. Selamat tinggal Cha, dan maafkan aku”, lirihnya sekali lagi.


__ADS_2