Kesempatan

Kesempatan
BAB 40 | Tawaran Menarik


__ADS_3

Meski tubuhnya masih belum sepenuhnya pulih namun Chaca bukan wanita yang senang menikmti rasa sakit yang berada di tubuhnya. Mengingat bahwa ia memiliki janji dengan PT Citra Sentosa Abadi, ia segera bersiap dari apartemen miliknya dan langsung menuju Perusahaan milik Pak Yohan itu. Kedatangan Chaca sungguh sangat membingungkan bagi Pak Yohan yang saat itu tengah sibuk dengan pekerjaannya memikirkan bagaimana ia dapat membayar semua tagihan yang telah jatuh tempo. Kini Chaca berdiri berhadap hadapan dengan Pak Yohan, pemilik dari PT Citra Sentosa Abadi.


“Sepertinya anda cukup sibuk, Pak Yohan”, sapa Chaca yang terus menatap Pak Yohan yang sedang sibuk dengan urusannya sendiri.


“Apa yang anda lakukan di tempat ini? Tidakkah anda melihat bahwa saya sedang sibuk?”, balas Pak Yohan yang tak terlalu menginginkan kedatangan Chaca kemari.


“Baiklah, namun saya kemari menawarkan sesuatu yang sangat baik bagi anda” ucap Chaca dan melangkah untuk dudu di sofa yang telah tersedia bersama Shena yang berdiri di sampingnya. Pak Yohan datang dan mendekat pada Chaca mendengar bahwa Chaca memiliki sesuatu yang baik baginya.


“Ku dengar perusahaan ini telah diujung tanduk”, ucap Chaca, mendengar kalimat yang keluar dari mulut Chaca, Pak Yohan telah mengerti kemana arah pembicaraan mereka dengan segera Pak Yohan menahan Chaca untuk melanjutkan ucapannya dan memalingkan wajah darinya.


“Arah pembicaraan kali ini, saya tidak tertarik”, balas Pak Yohan.

__ADS_1


“Anda pasti berpikir bahwa saya datang untuk merampas apa yang menjadi milik anda bukan? Namun tujuan saya datang kemari bukan untuk itu. Mungkin benar tebakan Pak Yohan, kedatangan saya adalah untuk membeli PT Citra Sentosa Abadi, namun anda belum mendengar tawaran apa yang akan saya berikan bukan?”, ucap Chaca membujuk Pak Yohan agar ia mau mendengarkannya. Melihat Pak Yohan yang sudah kembali menatapnya, Chaca meneruskan kembali ucapannya.


“Perusahaan ini saya beli namun anda tetap memimpin di sini, sebagai seorang direktur. Sedangkan saya? Hanya sebagai pemegang saham utama. Tidakkah itu sangat menguntungkan bagi anda?” ucap Chaca menatap Pak Yohan dengan berusaha meyakinkannya, reaksi Pak Yohan yang terlihat sangat baik ketika hal itu ditawarkan Chaca untuknya.


“Saya juga akan ikut andil dalam pengembangan stasiun televisi ini dan akan saya bawa menjadi yang terbaik. Dan ketika hal itu terjadi tebaklah, siapa yang akan diuntungkan? Siapa yang akan dikenal banyak orang? Bukankah itu anda?”, ucap Chaca kembali memberikan sebuah pandangan yang baru untuk Pak Yohan agar ia menyetujui tawaran yang Chaca berikan.


Tampak jelas di wajah Pak Yohan bahwa ia tertarik dengan kerja sama yang ditawarkan Chaca padanya, bahkan tawarannya lebih menarik dari Pak Joyo. Pak Yohan melihat kearah luar jendela, ia melihat karyawan yang bekerja dengan sangat keras bahkan sampai larut malam, bahkan memberikan bonus bagi mereka saja tak bisa Pak Yohan lakukan. Meski terkenal keras kepala dan sedikit arogan namun Pak Yohan tetap sangat memperhatikan para pegawai dan pekerjanya.


“Saya yang akan ambil alih, tenang saja. Dana sudah tersedia bahkan kontrak sudah saya siapkan”, ucap Chaca, persiapan yang dilakukan Chaca tak main main, segalanya ia siapkan dengan sangat sempurna tanpa adanya kekurangan.


“Apakah perusahaan lain akan melakukan hal yang sama seperti apa yang saya lakukan? Pikirkan baik baik”, sambung Chaca terus membuat Pak Yohan percaya dengan setiapa kata yang diucapkannya.

__ADS_1


Semua ucapan dari Chaca mampu membuat Pak Yohan sangat tergiur, bukan hanya jabatan yang tetap ia jalani saja yang ia dapatkan namun segala hal yang akan terjadi diwaktu mendatang, sudah terpikirkan oleh Pak Yohan.


“Besok, biarkan saya menyiapkan kontraknya terlebih dahulu. Besok datanglah kemari, dan ku serahkan perusahaan ini dalam tanganmu”, ucap Pak Yohan dengan cepat. Tanpa membuang buang waktu lagi, Chaca berhasil mengambil kepercayaan dari Pak Yohan, Satu stasiun TV sudah berhasil dikuasai oleh Chaca.


Sekali lagi Chaca berhasil mendapatkan apa yang ia inginkan, sebuah kerja keras tak pernah mengkhianati hasi akhirnya, itulah yang selalu dirasakan oleh Chaca, kemauannya yang sangat keras diimbangi dengan usaha yang tak pernah setengah setengah menjadikan Chaca pribadi yang lebih kuat dan lebih hebat dari wanita muda seusianya. Dalam perjalanan menuju basement, seseorang melihat Chaca berjalan memasuki. Ia adalah Gina, dari dalam mobilnya Gina menatap Chaca dan juga Shena memasuki mobilnya lalu pergi dari tempat ini.


“Apa yang dilakukannya disini?”Gumam Gina yang masih tak keluar dari mobil menunggu Chaca pergi jauh dan tak terlihat.


Dengan berdandan imut dan menggemaskan, Gina berjalan menuju tempat Pak Yohan, sangat terlihat jelas bahwa para karyawan khususnya pria sangat menyukai Gina namun kini mangsanya bukanlah mereka semua melainkan Pak Yohan, sang Direktur.


“Kali ini akan ku pastikan aku akan mendapatkan apa yang ku inginkan meski ku berikan tubuhku untuk pria hidung belang ini”, gumamnya dalam hati sambil meneruskan langkahnya menuju ruangan Direktur Utama.

__ADS_1


__ADS_2