KETIKA TAKDIR MEMPERSATUKAN

KETIKA TAKDIR MEMPERSATUKAN
Bertemu Sintia Lagi


__ADS_3

Setelah selesai sholat dzuhur, emir melangkahkan kakinya itu keluar dari dalam kamar tidurnya. Lalu berjalan menuju ke arah tangga, dan emir pun. Menuruni anak tangga lantai dua tersebut, dan langsung berjalan menuju ke arah meja makan.


Emir melihat sang mama, yang berada di meja makan tersebut. Lalu emir menghampiri mamanya, yang ada di meja makan itu. Emir memanggil nama sang mama, yang berada di meja makan. Ibu lisa, menyuruh emir duduk disana. Emir pun duduk di meja makan itu, bersama dengan sang mama tercintanya.


"Ma.."panggil emir kepada ibu lisa, sambil menghampiri sang mama yang berada di meja makan.


" Eh, emir. Ayo nak, sini duduk. Ayo, kita makan sama-sama nak."sahut ibu lisa kepada emir, sambil menyuruh sang putra semata wayangnya itu untuk duduk di sana.


"Mama, juga sudah buatin makanan kesukaan kamu loh, sayang. Kamu pasti lapar kan, sayang."lanjut ibu lisa kepada emir.


"Iya, Ma. Oh, yah mah. Papa, belum pulang?."timpal emir kepada ibu lisa, sambil duduk di kursi meja makan tersebut, sambil menanyakan papa nya.


"Belum, nak. Papa, belum pulang. Mungkin, sorean pulangnya."sahut ibu lisa kepada emir.


Emir bergegas mengambil nasi, dan ibu lisa juga membantu emir untuk mengambilkan lauk pauk yang ada di meja makan tersebut ke piring emir. Ibu lisa juga mengambil nasi ke dalam piringnya, dan mengambil lauk untuknya.


Lalu ibu lisa, menyuruh anaknya untuk segera di makan makananya tersebut. Dan ibu lisa, langsung melahap makanan itu bersama dengan emir di meja makan.


"Sini nak, mama ambilin lauknya."ucap ibu lisa kepada emir, sambil mengambil satu persatu lauk pauk yang ada di sana.


"Iya, Ma. Makasih."sahut ibu lisa kepada emir.


"Ayo, nak. Di makan makananya, nanti keburu dingin loh itu makanannya."ucap ibu lisa kepada emir, sambil menyuruh makan sang putra kesayangannya itu.


"Iya, Ma."sahut emir kepada ibu lisa, lalu langsung memakan makanan kesukaannya tersebut.


Emir pun, langsung menyuapkan makanan kesukaannya itu kedalam mulutnya. Kini emir masih melahap, makanan kesukaannya tersebut ke dalam mulutnya. Lalu ibu lisa menyuruh sang putra, untuk menghabiskan makanan itu.


"Ayo, nak. Di habiskan, makanannya."titah ibu lisa kepada emir.


"Iya, Ma."sahut emir kepada ibu lisa, di sela-sela makannya.


Ibu lisa bercerita kepada emir, tentang ibu lisa yang membuat makanan kesukaan emir tersebut. Ibu lisa bercerita bahwa dia, membuat makanan itu di bantu oleh asisten barunya yang bernama sintia.


Emir yang sedang makan pun tersedak, ketika sang mama menyebutkan nama wanita yang baru saja membuat kesal. Ibu lisa, menyodorkan segelas air putih kepada anaknya itu.


"Oh, yah emir. Tadi mama masak makanan kesukaan kamu ini semua, di bantu oleh ART baru mama. Namanya, sintia."ucap ibu lisa kepada emir.


"uhuk uhuk uhuk."emir yang sedang tersedak makan.


"Emir, ayo di minum dulu airnya."ucap ibu lisa kepada emir, sambil menyodorkan segelas air putih kepada emir.


Emir pun, meminum segelas air putih yang di berikan oleh ibu lisa tersebut. Ibu lisa yang penasaran melihat sang anak tersedak, ketika menyebutkan nama pembatu barunya itu. Ibu lisa pun, bertanya kepada sang putra semata wayangnya.


"Emir, kamu kenapa. Kok bisa tersedak ginih sih, nak. Ada apa, nak?. Kalau ada apa-apa, cerita dong sama mama, sayang."ucap ibu lisa kepada emir.


"Enggak, ada apa-apa kok Ma."sahut emir kepada ibu lisa, menutupi tentang sintia habis dari kamarnya tersebut.


"Cuma masalah nya, wanita itu masuk kedalam kamar emir, tadi Ma."ucap emir di dalam hati.


"Oh, ya udah. kalau nggak ada apa-apa sih, nak."timpal ibu lisa kepada emir.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, akhirnya emir dan ibu lisa sudah selesai memakan makanan tersebut di meja makan. Lalu ibu lisa pun, memanggil sintia dan juga bi ira. Sintia dan bi ira, langsung menghampiri ibu lisa di meja makan itu.


"Bi Ira...., sintia...."Panggil ibu lisa kepada bi Ira dan sintia, dengan suara kencang.


"Iya, bu lisa."sahut bi Ira kepada bu lisa.


"Ada yang bisa kami bantu, Bu Lisa?."tanya bi ira kepada ibu lisa.


"Bi Ira, sintia. Tolong kalian berdua beresin meja makannya yah, dan sekalian bersihkan juga meja makannya."ucap ibu lisa kepada bi ira dan sintia, yang masih duduk di meja makan bersama dengan emir disana.


"Baik, bu lisa."sahut bi Ira dan sintia, dengan kompak kepada ibu lisa.


Emir yang masih di meja makan tersebut, ia melihat ke arah sintia yang sedang membereskan alat makan yang kotor di meja makan. Sintia merasa ada orang, yang sedang memperhatikannya. Lalu sintia pun, melihat ke arah emir yang sedang memperhatikan nya itu.


" Oh, ternyata benar kalau dia itu pembantu baru disini. Gue kira dia, bohongin gue."ucap emir didalam hati.


"Nggapain tuan emir, ngeliatin aku aja yah. Apa ada yang salah yah, di muka aku?."ucap sintia di dalam hati.


"Masa bodo, lah. Yang paling penting adalah, aku harus lanjutin pekerjaan ku."lanjut sintia didalam hati, sambil menepis pikiran yang tidak-tidak kepada emir.


Bi Ira dan sintia pun, membawa alat-alat makan yang kotor itu ke dapur. Bukan cuma alat makan saja, tapi juga makan yang masih tersisa di sana. Lalu ibu lisa, mengajak emir untuk mengobrol di ruang tengah.


"Nak, kita lanjutkan ngobrolnya diruang tengah aja, yuk."ajak ibu lisa kepada emir.


"Iya, Ma. Ayo."sahut emir kepada ibu lisa.


Emir pun, menuruti perintah dari sang mama tercintanya itu. Emir dan ibu Ira, pergi dari meja makan tersebut. Dan mereka berdua, berjalan menuju ke arah ruang tengah rumah itu. Lalu ibu dan juga emir, duduk di sofa ruang tengah.


"Emir, mama kangen banget tau sama kamu sayang. Sudah tiga tahun, kamu nggak pulang loh. Rumah ini terasa sangat sepi banget, tanpa kehadiran kamu sayang."ucap ibu kepada anaknya itu.


"Terus papa kamu sibuk dengan kerjaan nya di kantor, jadi mama sendirian di rumah."lanjut ibu lisa kepada emir, sambil bertanya.


"Iya, Ma. Emir juga kangen banget, sama mama dan papa. Apa lagi aku tuh kangen banget sama, cerewetnya mama. Hehehe."ucap emir kepada ibu lisa, sambil terkekeh.


"Kamu, tuh. Biasa aja, emir."sahut ibu lisa kepada emir.


"Iya, Ma. Di sana juga sepi banget, nggak ada mamaku yang cerewet ini."timpal emir kepada ibu lisa, sambil memeluk tubuh ibu lisa.


"Terus gimana dengan perkembangan perusahaan disana, emir?."tanya ibu lisa kepada emir.


"Alhamdulillah, sudah beres Ma. Aku sudah titipkan, perusahaan disana. Sama karyawan kepercayaan aku, disana Ma. Cuma, perlu di kontrol saja dari sini Ma."ucap emir kepada ibu lisa.


"Alhamdulillah, kalau lancar mah, nak. Mama, senang dengarnya."timpal ibu lisa kepada emir.


Lalu emir pamit kepada ibu lisa, untuk beristirahat dulu di dalam kamarnya. Ibu lisa, menuruti keinginan dari sang putra semata wayangnya itu. Emir pun, pergi dari sana. Dan langsung menaiki tangga lantai dua, dan langsung berjalan menuju ke arah kamar tidurnya.


"Ma, aku ke kamar dulu yah, mau istirahat."pamit emir kepada ibu lisa.


"Iya, nak."sahut ibu lisa kepada emir.


" Ya sudah sana, katanya mau istirahat emir."lanjut ibu lisa kepada emir.

__ADS_1


"Iya, Ma. Ya sudah Ma, aku ke kamar dulu yah."ucap emir kepada ibu lisa, lalu sambil berdiri dari duduknya.


"Iya,nak."timpal ibu lisa kepada emir.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Emir melangkah kakinya, masuk kedalam kamar tidurnya itu. Dan langsung merebahkan tubuhnya, di atas tempat tidurnya tersebut. Dan akhirnya emir pun, terlelap dalam tidurnya di siang hari ini.


...****************...


Emir pun, terbangun dari tidur siangnya. Lalu emir bangun dari posisi rebahan nya, dan emir mengambil ponsel itu. Yang berada di atas nakas, di dekat tempat tidurnya tersebut. Emir melihat waktu di ponselnya, yang menunjukkan sudah waktunya sholat ashar.


Emir pun, bergegas untuk mencuci wajahnya itu. Dan langsung mengambil air wudhu, di dalam kamar mandi. Lalu emir, langsung bergegas untuk melaksanakan tugasnya sebagai seorang muslim. Yaitu, sholat lima waktu.


Seusai sholat ashar, emir melangkah kakinya keluar dari dalam kamarnya itu. Dan emir berjalan menuju ke arah kolam renang, yang ada di rumahnya tersebut. Lalu emir, membuka kaos yang dia pakai itu.


Kini emir, hanya mengunakan bokser saja. Dan terpampang dengan jelas, tubuh yang kekar dan berotot itu. Lalu emir pun, menceburkan dirinya tersebut ke dalam kolam renang. Emir berenang-renang kesana kemari, di dalam kolam renang pada sore hari ini.


Beberapa menit kemudian, emir pun selesai juga berenang. Lalu emir berteriak, memanggil pembantu rumah tangga nya. Sintia yang mendengar suara teriakan tuan mudanya itu, bergegas menghampiri sumber suara tersebut.


"Bi.......Bibi..."teriak emir, yang memanggil ART nya itu.


"Mana sih, orang-orang. Kok, nggak ada yang nyaut-nyaut sih."gerutu emir, yang sedang duduk di pinggir kolam renang.


Sintia menghampiri tuan mudanya, tersebut. Dan ternyata suaranya ada di dekat kolam renang. Sintia melangkahkan kakinya menuju ke arah kolam renang. Sintia pun, sampai di dekat kolam renang.


Sintia melihat sang tuan mudanya itu, sedang duduk di pinggir kolam renang. Sintia pun, memalingkan mukanya ketika melihat tuan mudanya hanya mengunakan bokser saja. Lalu memanggil tuan mudanya itu, yang berada di kolam renang.


"Tu - - -an, ada yang bisa saya bantu?."tanya sintia kepada emir, sambil menundukkan kepalanya.


"Tolong, ambilkan handuk saya di kamar saya. SEKARANG JUGA, NGGAK PAKE LAMA."titah emir kepada sintian dengan tegas, sambil menghadap ke arah sintia berdiri.


"Baik, tuan."ucap sintia kepada emir.


"Permisi, tuan. Saya ambilkan handuknya dulu."lanjut sintia kepada emir.


"Hmmm."sahut emir kepada sintia, dengan gumaman.


Sintia langsung bergegas menuju ke arah kamar tidurnya, tuan mudanya itu. Sintia melangkah masuk ke dalam kamar tuanya, langsung mengambil handuk yang di suruh oleh tuannya tersebut.


Setelah mendapatkan handuk milik tuannya, sintia bergegas keluar dari dalam kamar itu. Sintia berjalan menuruni anak tangga, dan langsung menghampiri tuannya yang berada di kolam renang.


Sintia menyerahkan handuk yang di minta oleh, tuanya tersebut kepada emir. Sambil menundukkan kepalanya, ketika melihat emir masih betah duduk di dekat kolam renang. Emir pun, berjalan menuju ke arah sintia dan langsung menerima handuk dari sintia. Dan langsung memakai handuk itu, ke tubuhnya.


"Tu - - - an, ini handuknya."ucap sintia kepada emir, sambil menyerahkan handuk kepada emir.


"Hmmm."sahut emir kepada sintia dengan gumaman, sambil mengambil handuk di tangan sintia.


"Tuan, apakah saya boleh pergi dari sini?."tanya sintia kepada emir.


"Hmmm."sahut emir dengan gumaman, kepada sintia.

__ADS_1


Sintia langsung bergegas pergi dari sana, dan langsung menuju ke arah dapur. Sedangkan emir masih, mengerikan badannya dengan handuk. Dan masih berdiri di dekat kolam renang, tersebut.


__ADS_2