
Beberapa menit kemudian, akhirnya mobil yang di tumpangi oleh pak lukman dan ibu lisa masuk ke gerbang VILA nya pak lukman tersebut. Mobil itu pun berhenti tepat di halaman VILA nya pak lukman, yang ada di puncak tersebut.
Pak lukman dan ibu lisa pun, keluar dari dalam mobil nya itu. Lalu mereka berdua berdiri di halaman VILA itu, dan menunggu mobilnya emir, yang belum sampai juga disana. Mereka berdua pun resah dan khawatir, karena emir dan hana(sintia) belum sampai disana.
"PA, kok mobilnya belum nyampe-nyampe yah?."tanya ibu lisa, dengan gelisah dan khawatir, sambil melihat ke arah gerbang masuk VILA tersebut.
"Mungkin sebentar lagi, mereka nyampe MA, mama jangan khawatir yah."tenang pak lukman kepada ibu lisa, sambil merangkul pinggang istrinya.
"Tapi, PA. Emir sama hana belum juga nyampe-nyampe, sampe sekarang. Apa jangan-jangan mereka berdua, kenapa-kenapa yah, PA?."ucap ibu lisa.
"Husst, mama nggak boleh ngomong gitu. Ingat MA, omongan itu doa."tegur pak lukman.
"Iya, PA, maaf. Mama cuma khawatir sama mereka berdua, aja."ucap ibu lisa.
"Ya udah, kita tungguin mereka berdua disini, mungkin sebentar lagi mereka nyampe MA."ujar pak lukman.
"Iya, PA."sahut ibu lisa.
Beberapa kemudian, mobil emir memasuki gerbang VILA nya pak lukman, hal tersebut tidak lepas dari mata ibu lisa dan juga pak lukman. Yang melihat kehadiran mobilnya emir itu, yang baru sampai. Mobil itu pun, berhenti tepat di depan pak lukman dan ibu lisa berdiri.
Emir melirik ke arah hana(sintia) yang masih tidur, di jok mobil tersebut. Lalu emir mencoba untuk membangunkan hana (sintia), yang sedang tertidur di jok mobilnya itu. Emir sudah mencoba untuk membangunkan hana (sintia), namun hana(sintia) belum juga bangun dari tidurnya.
"Masih belum bangun juga, kamu hana."lirih emir, ketika melirik ke arah hana(sintia) yang masih tertidur pulas di jok mobilnya itu.
"Hana, hana, hana. Ayo bangun, kita udah sampai di VILA."ucap emir, sambil mencoba membangunkan hana(sintia) yang sedang tertidur itu.
"Hana, ayo bangun. Kita udah sampai di VILA, nih."sambung emir, sambil masih mencoba untuk membangunkan hana(sintia). Tapi hana(sintia) masih belum juga bangun, dari tidurnya itu.
__ADS_1
"Kamu lelah banget yah, hana. Sampai-sampai, belum juga bangun. Ya udah kakak keluar dulu, yah hana."pamit emir kepada hana(sintia), dan langsung keluar dari dalam mobilnya.
Lalu emir langsung keluar dari dalam mobilnya, dan meninggalkan hana(sintia) yang masih tertidur itu. Emir keluar dari dalam mobilnya, untuk menghampiri papa dan mamanya yang berdiri disana. Ibu lisa langsung melemparkan banyak pertanyaan kepada emir, yang baru sampai di VILA tersebut.
"Emir, kamu sama hana baik-baik aja kan?. Kamu sama hana, nggak kenapa-kenapakan sayang?. Terus hana nya mana emir, kok nggak keluar?."tanya ibu lisa.
"Satu-satu dong MA, nanya nya."ucap emir.
"Iya-iya, tinggal jawab ajah, apa susah sih emir."ngotot ibu lisa.
"MA, aku sama hana baik-baik kok. Kami nggak kenapa-kenapa, MA."ujar emir.
" Alhamdulillah, kalau kamu nggak kenapa-kenapa sih sayang. Soalnya mama tuh, khawatir banget sama kalian berdua."seru ibu lisa.
"Terus, hana nya mana sekarang emir?."tanya ibu lisa kepada emir.
"Oh, ya udah kamu bangunin Hana nya. Mama sama papa, kedalam dulu yah."pamit ibu lisa.
"Iya, MA."sahut emir.
"Ayo, PA, kita kedalam."ajak ibu lisa, sambil menggandeng tangan suaminya. Mereka berdua berjalan menuju ke arah VILA nya itu, dan meninggalkan emir disana.
"Ayo, MA."sahut pak lukman.
Emir kembali masuk ke dalam mobilnya itu, dan mencoba membangunkan hana(sintia) lagi. Namun sayang hana(sintia) belum juga bangun, dan alhasil emir pun langsung menggendong tubuh sintia dari dalam mobilnya itu ke dalam VILA.
"Hana, ayo bangun, kita udah sampai."emir mencoba membangunkan hana(sintia) lagi, masih tertidur pulas di dalam mobilnya.
__ADS_1
"Hana, pulas banget kamu tidurnya."lirih emir.
" Masa harus tidur di mobil sih sampai pagi, kan kasian. Nggak ada cara lain lagi, aku harus menggendong kamu Hana."putus emir.
"Hana, aku izin gendong kamu yah."emir pun, langsung menggendong tubuh hana(sintia) dengan gaya bridal style dan juga membawa tas selempang yang hana(sintia) pakai. Kini hana(sintia), sudah berada di dalam gendongannya emir. Dan emir langsung melangkahkan kakinya, masuk ke dalam VILA tersebut.
Emir langsung membawa hana(sintia) ke salah satu kamar, yang ada di VILA itu. Emir menaiki tangga menuju ke arah kamar, yang akan di pakai oleh hana(sintia). Sambil menggendong hana(sintia), menaiki anak tangga lantai dua VILA tersebut.
Emir masuk ke dalam salah satu kamar, yang ada di dalam VILA itu. Lalu emir langsung membaringkan tubuh hana(sintia), yang masih tertidur tersebut. Emir membaringkan tubuh hana(sintia) ke tempat tidur, emir juga melepaskan sepatu yang di pakai oleh hana.
Setelah itu emir, langsung menyelimuti tubuh hana(sintia). Emir pun pamit kepada hana, yang sedang tertidur pulas itu. Lalu emir langsung meninggalkan tersebut, dan langsung menuju ke arah kamar lainnya.
"Hana, kamu tidur yang nyenyak yah. Kakak pergi dulu, good night."pamit emir, sambil mengusap-usap kepala hana (sintia) yang masih terbungkus hijab. Lalu emir langsung meninggalkan kamar tersebut, dan langsung masuk ke dalam kamar tidurnya yang lainnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi pun datang, hari ini hana terbangun dari tidurnya. Mata hana melihat-lihat ke sekelilingnya, yang terasa aneh dengan tempat tersebut. Lalu hana berpikir, apakah dirinya itu sudah berada di VILA.
"Aku sekarang ini berada di mana yah, kok aku asing yah, dengan tempat ini?."lirih sintia, yang baru bangun tidur. Sambil matanya berkeliling melihat-lihat, yang terdapat di sana.
"Apa sekarang aku, sudah berada di VILA nya papa yah. Mungkin aku ketiduran di mobil, terus kakak langsung bawa aku kesini."gumam hana.
"Ini udah jam beberapa yah?, terus handphone punya ku mana yah. Coba aku cari deh di atas nakas, ada nggak handphonenya."ucap sintia, lalu langsung mencarinya di meja nakas.
"Ini dia, handphonenya."seru Hana, ketika sudah menemukan handphonenya itu. Lalu hana langsung melihat jam, dan jam pun menunjukkan pukul sekitar jam tiga pagi.
"Jam tiga pagi, aku sholat tahajud dulu ajah ah."hana langsung menaruh handphonenya kembali di atas nakas, lalu hana segera mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat tahajud. Dan setelah selesai berwudhu, hana langsung mengambil mukenanya dan sajadahnya di dalam tas selempangnya itu.
__ADS_1