KETIKA TAKDIR MEMPERSATUKAN

KETIKA TAKDIR MEMPERSATUKAN
Bertemu Ustadz Zayyan 2


__ADS_3

"Wah, mbak nya beruntung banget yah. Dapat suami yang mau di ajakin belanja. Suami saya ajah, nggak mau kalau di ajakin belanja. Katanya sih malas lah, ini lah, itu lah. Banyak banget deh, alasannya. Tapi mbak nya beruntung banget deh, dapat suami macam mas nya ini. Udah ganteng, baik lagi mau bantuin istrinya belanja."ucap salah satu ibu-ibu sekitar umur 40 tahunan, kepada hana dan emir.


Sedangkan hana dan emir, hanya terbengong-begong saja dengan ucapan absurd ibu-ibu tersebut. Lalu hana pun hanya menimpali ucapan ibu-ibu itu dengan cengengesan dan juga, mengiyakan saja.


"Hah, suami istri?. Aku ini kan, adiknya kak emir. Ada-ada tuh, ibu-ibu."gumam Hana di dalam hati.


"Iyain aja lah, itung-itung bahagia orang."sambung hana di dalam hati.


"Hehehe, ibu bisa saja."sahut Hana, sambil cengengesan.


"Ya udah mbak, saya duluan yah, permisi."ucap ibu-ibu tersebut kepada hana.


"Iya, bu."sahut hana, sambil tersenyum kepada ibu-ibu itu.


"Oh, yah mbak. Pesan saya nih, tolong mbak nya untuk menjaga suaminya. Karena jaman sekarang ini, banyak sekali pelakor - pelakor yang bertebaran seperti lalat loh mbak. Jadi mbak nya, harus jagain suaminya yang tampan ini dari para pelakor-pelakor di luaran sana."ujar ibu-ibu itu kepada Hana.


"Ya udah yah mbak, saya permisi. Mari, mbak, mas."pamit ibu tersebut kepada Hana, lalu langsung pergi dari hadapan hana dan emir.


"Eh, iya Bu. Mari."sahut hana, sedangkan emir hanya dengan menganggukkan kepalanya saja.


Setelah ibu itu pergi, hana dan emir pun langsung bergegas melanjutkan belanjanya lagi. Dan mereka berdua juga, bertemu dengan ustadz Zayyan di sana. Lalu mereka berdua pun, akhirnya berbincang-bincang sebentar dengan ustadz Zayyan.


"Ada-ada ajah itu ibu-ibu, masa aku istrinya kakak sih. Kan aku ini adiknya, kakak kan kak?."ucap Hana kepada emir, sambil bertanya. Sedangkan emir kini sedang melamun, sambil memandangi wajahnya hana.

__ADS_1


"Kak, kak, kak."panggil hana kepada emir, sambil menguncang-guncangkan lengan emir. Emir pun tersadar dari lamunannya dan, ia malahan mengungkapkan perasaan nya terhadap hana. Hana pun, tercengang dengan ucapan emir. Hana mengerti sekarang ini, kakak nya sedang jatuh cinta dengan seseorang. Lalu hana pun, langsung meledek kakak nya yang suka dengan seseorang.


"Eh, iya. Aku suka sama kamu."ucap emir, yang baru tersadar dari lamunannya itu.


"Hah!."ucap Hana, sambil memandangi wajahnya emir.


"Hayo, kakak lagi jatuh cinta yah, sama cewek?."ucap hana, sambil memandangi wajahnya emir.


"Nggak kok, hana. Siapa juga yang jatuh cinta, jangan fitnah yah hana."sahut emir, dengan salah tingkah.


"Iya, memang aku sedang jatuh cinta. Dan aku nya, suka sama kamu Hana."gumam emir di dalam hati.


"Masa sih."timpal hana, terus-terusan memandangi wajahnya emir. Dan membuat emir, menjadi gugup. Namun sekuat tenaga, emir menyembunyikan kegugupannya itu di hadapan hana. Lalu emir pun mengajak hana, untuk melanjutkan berbelanjanya lagi. Dan mereka berdua pun, melanjutkan berbelanjanya lagi.


"Ya udah, ayo kak. Kita lanjutin lagi belanjanya."sahut hana.


Mereka berdua pun, berbelanja lagi dan mereka berdua juga kebetulan bertemu dengan ustadz Zayyan di sana. Mereka pun, berbincang-bincang sebentar.


"Pak emir, mbak hana."sapa ustadz Zayyan.


"Eh, ustadz Zayyan." sahut mereka berdua berbarengan.


"Kalian berdua sedang berbelanjanya juga yah, disini?."tanya ustadz Zayyan.

__ADS_1


"Iya, ustadz."Sahut emir.


"Wah, kebetulan sekali kita bertemu di sini. Oh yah, bagaimana kabar pak emir dan mbak Hana, baik-baik saja kan?."tanya ustadz Zayyan.


"Alhamdulillah, saya baik ustadz."sahut emir.


"Alhamdulillah, baik ustadz."sahut Hana.


"Alhamdulillah."timpal ustadz Zayyan.


"Oh yah, gimana kabarnya ustadz Zayyan, baik juga kan?."tanya emir.


"Alhamdulillah, ana baik kok pak emir."Jawab ustadz Zayyan.


"Alhamdulillah, kalau baik mah ustadz."ucap Emir.


"Iya, Alhamdulillah, pak."sahut ustadz Zayyan.


Ustadz Zayyan pun, sempat-sempatnya mencuri pandang kepada hana. Dan itu pun, tidak luput dari mata emir. Emir yang melihat ustadz Zayyan yang sedang mencuri pandang hana pun, lalu mengakhiri perbincangan nya. Dan ia langsung berpamitan dengan ustadz Zayyan, emir dan hana pun pergi dari hadapan ustadz Zayyan.


"Oh, yah ustadz. Saya sama hana, permisi duluan yah ustadz. Karena nanti takut keburu siang ustadz, dan jalanan juga macet lagi kalau sudah siang. Mari Ustadz."pamit emir kepada ustadz.


"Assalamualaikum."ucap emir dan hana dengan berbarengan.

__ADS_1


"Eh, iya mari pak emir, mbak hana. Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh."sahut Ustadz Zayyan.


__ADS_2