
Siang ini hana akan pergi ke kantornya emir, untuk mengantarkan makan siang untuk emir. Sekarang hana pun baru sampai, di kantor perusahaannya emir tersebut. Hana keluar dari dalam mobilnya, karena hana ke sana mengendarai mobil pemberian dari emir tersebut.
Hana pun bergegas melangkahkan kakinya, masuk kedalam kantor perusahaannya emir tersebut sambil membawa tote bag yang berisikan makanan untuk emir. Hana langsung berjalan menuju ke arah lift, yang terdapat di perusahaan tersebut.
Namun langkah kaki hana terhenti, ketika melihat ada seorang anak perempuan yang sedang duduk di sofa yang terdapat di lobby perusahaan tersebut. Anak perempuan tersebut berusia sekitar 7 tahunan, dan ia sekarang sedang bermain dengan boneka yang ia bawa tersebut.
"Itu anaknya siapa yah, kok dia ada disana sendirian. Terus kemana orang tuanya, bisa-bisa ninggalin anak sendirian disini. Kalau anak itu di culik atau kenapa-kenapa kan, bisa bahayakan."gumam hana, sambil melihat kearah anak perempuan yang sedang duduk sendirian di sana.
"Ya udah deh, aku samperin aja tuh anak. Kasihan kan, kalau kenapa-kenapa apalagi kalau sampai tuh anak di culik."sambung hana, lalu langsung bergegas menuju ke arah anak tersebut duduk.
Lalu hana pun, langsung bergegas menghampiri sang anak perempuan tersebut di sana. Hana lalu langsung menyapa anak perempuan tersebut, yang sedang duduk itu. Dan hana langsung duduk di sofa, yang berada tidak jauh dari anak itu. Kini anak perempuan itu pun, menengok ke arah hana.
"Halo, cantik. Kok sendirian disini, Papa sama mama kamu mana?."sapa hana kepada anak perempuan tersebut, sambil bertanya dengan lembut.
"Hy, tante. Papa lagi kerja tante di dalem, kalau mama udah di surga tante."Sahut anak perempuan itu kepada hana.
"Oh, maaf yah sayang. Tante nggak tau, kalau mama kamu udah di surga."ucap hana.
"Iya, tante nggak papa."Sahut anak perempuan itu.
"Oh, yah sayang. Nama kamu siapa yah, kalau tante boleh tau?."tanya hana kepada anak perempuan itu, sambil menyodorkan tangannya kepada anak perempuan tersebut.
__ADS_1
"Nama aku Alena tante, terus tante namanya siapa?."jawab anak perempuan itu sambil bertanya kepada hana, dan sambil menjabat tangan hana.
"Wah, cantik yah namanya. Oh yah, kalau tante, namanya Hana."ucap hana.
"Ooh, tante hana yah nama nya?."ucap Alena.
"Iya, sayang."sahut Hana.
"Oh, iya. Alena, mau nggak main sama tante?."tanya hana.
"Mau, mau, mau, tante hana. Mau banget malah, tan."jawab Alena.
"Ya udah, sekarang kita main yah sayang."ucap hana.
"Iya, tan."sahut Alena.
"Hahaha, tante lucu banget deh."ucap alena.
"Hahaha, kamu ini bisa ajah."sahut hana.
"ALENA, PAPA CARIIN KEMANA-MANA MALAH ADA DISINI YAH, BAGUS."ucap papanya Alena, yang bernama Fauzan Pratama. Yang kini berumur sekitar 33 tahun, dan juga duda satu anak. Dan ia juga merupakan seorang CEO dari PT Pratama, beliau juga seorang pria yang cukup tampan dan gagah.
"Papa."Alena pun menengok ke arah papanya, yang baru selesai meeting itu.
__ADS_1
"Bagus yah, alena. Papa cariin kemana-mana malah ada disini, kamu tuh udah bikin papa khawatir ajah."ucap papanya Alena, memarahi anaknya itu. Dan juga sambil melangkahkan menghampiri anaknya, yang kini sedang duduk bersama dengan hana.
"Udah pak, jangan di marahin Alena nya kasihan."ucap Hana.
"Kamu siapa?, malah ikut campur urusan saya sama anak saya. Kamu bukan keluarga saya, jadi nggak usah ikut campur."tanya papanya Alena kepada hana, dengan sedikit ngebentak hana.
"Udah PA, udah. Jangan bentak-bentak tante hana, PA. Di sini tante hana nggak salah, PA. Di sini aku yang salah, PA. Hiks, hiks, hiks."ucap Alena kepada papa nya, sambil memeluk papanya dan juga sambil terisak-isak.
"Saya hana pak, adiknya kak Emir."jawab hana tegas.
Fauzan yang melihat putrinya menangis pun, langsung bergegas memeluk nya. Dan langsung menenangkan sang putri kecilnya itu, yang kini sedang memeluk nya sambil terisak. Fauzan juga meminta maaf kepada sang putri kecilnya itu, yang sudah ia bentak.
"Sayang, maafin papa yah. Yang udah ngebentak kamu, sayang. Papa tuh, khawatir banget sama kamu, Alena. Maafin papa yah, Alena."ucap papanya Alena, sambil memeluk tubuh sang putri kecilnya itu.
"Alena bakal maafin papa, kalo papa mau minta maaf sama tante hana. Kalo papa nggak mau minta maaf sama tante hana, aku nggak mau maafin papa titik."ujar alena kepada sang Papa.
"Oke, papa akan minta maaf sama tante hana. Sekarang kamu jangan nangis lagi yah, sayang."putus Fauzan kepada sang putri kecilnya.
"Serius, PA?."tanya Alena.
"Serius dong, sayang."jawab Fauzan.
"Makasih, PA."ucap Alena.
__ADS_1
"Iya, sayang. Sama-sama."sahut Fauzan.
Bersambung........