
Sore ini emir dan hana(sintia), sedang menuju ke pondok pesantrennya ustadz Zayyan. Karena emir telah mendapatkan undangan untuk buka bersama, oleh ustadz Zayyan.
Sekarang ini emir dan hana(sintia), sedang dalam perjalanan menuju ke tempat pondok pesantrennya ustadz Zayyan. Pondok pesantrennya ustadz Zayyan, terletak di jawa barat. Dan pondok pesantrennya itu juga, tidaklah jauh dari Jakarta.
"Kak."panggil hana kepada emir, sambil menengok ke arah emir yang sedang menyetir itu.
"Iya, Han, ada apa?."sahut emir, sambil bertanya.
"Kak, emangnya kakak tahu dimana tempat pondok pesantrennya ustadz Zayyan itu?."tanya hana kepada emir.
"Nggak tahu, sih. Tapi, tadi ustadz Zayyan udah share location alamat pondok Pesantren nya sih."jawab emir.
"Oh, gitu."timpal hana, sambil memanggut-manggutkan kepala nya.
Di perjalanan menuju ke pondok pesantrennya ustadz Zayyan, hana melihat seorang anak laki-laki sekitar umur 10 tahunan yang menjadi pedagang asongan di lampu merah. Anak laki-laki tersebut pun, menawarkan dagangannya kepada hana. Dan kebetulan mobil mereka kini, sedang berhenti di lampu merah.
"Tok tok tok."seorang anak laki-laki, yang sedang mengetuk-ngetuk jendela mobilnya emir di sebelah kiri. Hana pun, langsung bergegas membuka kaca jendela mobilnya emir.
"Kak, tisu, kak."seorang anak kecil yang sedang menawarkan dagangannya kepada hana. Hana yang melihat anak kecil itu pun, merasa kasihan. Karena anak sekecil itu sudah berjualan, untuk menghidupi keluarganya. Lalu hana pun, langsung membeli dagangan anak kecil tersebut.
"Ya udah dek, kakak beli satu yah."ucap hana kepada anak laki-laki tersebut. Lalu hana langsung mengambil uangnya, di dalam tas.
"Ini kak, tisu nya."ucap anak kecil itu, kepada hana. Sambil menyerahkan satu bungkus tisu, kepada hana.
"Berapa, dek?."tanya hana kepada anak kecil itu. Sambil menerima tisu tersebut, dari tangan anak kecil itu.
"Sepuluh ribu, kak."jawab anak kecil itu.
"Ini dek, uangnya."ucap hana, sambil menyerahkan satu lembar uang seratus ribu rupiah kepada anak kecil itu.
"Kak, kembaliannya nggak ada kak."ujar anak kecil itu.
"Kembaliannya, buat adek ajah."ucap hana kepada anak kecil tersebut.
__ADS_1
"Serius, kak?."tanya anak kecil itu, kepada hana.
"Iya, dek, serius."jawab hana.
"Makasih yah, kak."ucap anak kecil tersebut, kepada hana.
"Iya dek, sama-sama."sahut Hana.
"Ya udah kak, aku pergi dulu."pamit anak tadi kepada Hana.
"E-eh, dek, dek tunggu."ucap hana.
"Iya, kak. Ada apa?."tanya anak kecil itu.
"Oh, yah. Kalo boleh kakak tahu, nama adek ini siapa yah?."tanya hana.
"Nama aku Adi, kak. Nama kakak siapa?."jawab anak kecil itu kepada hana, sambil bertanya balik.
"Wah, cantik yah, kaya orangnya."puji anak kecil itu, kepada hana.
"Ah, bisa ajah kamu dek."ucap hana.
"Adi, masih sekolah?."tanya hana.
"Masih kak."jawab anak itu.
"Terus orang tua adi di mana, kok adi yang jualan?."tanya hana.
"Bapak aku nggak tahu ada dimana sekarang, tapi ibu aku ada di rumah sekarang. Dia lagi sakit kak, dirumah. Jadi aku yang harus gantiin ibu, jualan."jawab anak kecil tadi kepada hana.
"Ya Allah, kasihan sekali kamu dek. Sekecil ini, harus berjualan untuk menghidupi ibunya."gumam Hana, di dalam hati.
"Terus ibunya adi, udah di bawa ke dokter belum dek?"tanya hana.
__ADS_1
"Belum, kak. Aku nya nggak punya uang kak, untuk bawa ibu ke dokter."jawab anak kecil tersebut.
"Ya udah, dek. Ini kakak ada sedikit uang, untuk adek. Semoga berguna dan bermanfaat yah, buat adek dan ibunya."ucap Hana, sambil memberikan 4 lembar uang seratus ribuan kepada anak kecil tersebut.
"Makasih, yah kak hana."ucap anak kecil tersebut, sambil menerima uang dari hana.
"Iya, dek."sahut Hana.
"Ya udah kak, aku pamit yah."pamit anak itu kepada hana.
"Iya, dek. Hati-hati yah, di jalan."ucap hana.
"Iya, kak."sahut anak kecil tersebut, lalu pergi dari mobilnya emir.
Sepeninggal anak kecil tersebut, emir pun bertanya kepada hana. Mengapa hana memberikan uang, kepada anak kecil tadi. Hana pun, langsung bergegas memberikan jawaban kepada emir.
"Han."panggil emir kepada Hana.
"Iya, kak."sahut Hana, sambil menengok ke arah emir.
"Han, kamu kenapa kasih uang sih, sama anak kecil tadi?."tanya emir kepada hana.
"Kak, aku tuh kasihan sama adi. Masih kecil harus jualan untuk menghidupi keluarganya, dan juga ibunya lagi sakit lagi katanya tadi. Kan kasian, liatnya kak."jawab hana.
"Iya sih, kasian. Tapi kalo dia bohong, gimana?."tanya Emir kepada hana.
"Kalo itu sih, udah urusan dia sama Allah kak, aku cuma membantu saja. Karena membantu itu, adalah kewajiban seluruh manusia. Dan apa lagi sekarang ini di bulan ramadhan, yang akan di lipat gandakan pahalanya oleh Allah SWT."jawab hana kepada emir. Emir yang mendengar ucapan hana pun, hanya menyimak saja dengan seksama.
"Masya Allah, ustadzah hana, bijak sekali jawaban nya."ucap emir, sambil memberikan tepukan tangan.
"Ih, apaan sih kak. Ustadzah - ustadzah, itu liat lampunya udah hijau. Ayo jalan lagi, nanti di marahin lagi sama pengguna kendaraan yang di belakang lagi."ucap hana.
"Iya-iya, kita jalan lagi."sahut emir, lalu bergegas melajukan mobilnya lagi.
__ADS_1