
Siang hari ini pukul 11 siang, hana sedang berada di dalam kamarnya. Ia kini sedang membungkus kado, untuk di berikan kepada emir. Hana akan memberikan dua buah kado untuk emir, yang sebentar lagi akan berulang tahun yang ke-32 tahun. Sudah dua tahun hana merayakan hari ulang tahun untuk emir, dan ia belum juga mengingat semua fakta yang sebenarnya.
Tentang dirinya dan juga tentang asal muasalnya, entah sampai kapan hana mengalami lupa ingatan. Dan hanya tuhan lah yang tahu, kapan hana dapat ingat semua tentang dirinya dan juga asal muasalnya. Hana baru saja membungkus satu buah kado ulang tahun untuk emir, tinggal satu buah kado lagi untuk ia berikan kepada sang kakak.
"Akhirnya, satu kado udah jadi juga. Tinggal satu lagi yang belum aku bungkus, dan setelah itu beres deh. Semoga aja kakak suka dengan kado yang aku berikan ini, walaupun nggak mahal."ucap hana, yang kini baru saja menyelesaikan membungkus sebuah kado. Dan sekarang Hana pun, langsung membungkus sebuah kado lagi untuk sang kakak laki-lakinya itu.
Hana membuat dua buah kado untuk ia, berikan kepada emir yang akan berulang tahun tersebut. Hana memberikan dua buah kado untuk emir, dengan harga yang masih terbilang murah. Hana bukan tidak mampu untuk memberikan kado mahal, kepada emir.
__ADS_1
Ia bisa saja memberikan kado mahal kepada emir, karena ia sekarang ini menjadi putri dari sebuah keluarga yang kaya raya. Namun ia berikan kado tersebut, bukan dinilai dari berapa mahalnya barang ataupun kado yang akan ia berikan tersebut. Tapi, berapa penting dan berharganya kado tersebut untuk ia berikan kepada orang yang ia sayangi.
"Kado udah di bungkus semua, tinggal di berikan ke kakak aja entar malam. Semoga kakak suka yah, kado dari aku ini. Ya walaupun harganya gak mahal sih, tapi semoga aja kakak terima kado dari aku."ucap hana.
"Sekarang aku taro dulu deh, dua kado ini untuk nanti malam aku berikan ke kak Emir."lanjut Hana, lalu ia langsung membawa dua kado tersebut ke arah sofa yang ada didalam kamar tidurnya itu. Ia taruh dua kado tersebut di atas sofa, yang terdapat di dalam kamar tidurnya itu.
Akhirnya hana pun, sudah menyelesaikan membungkus kado ulang tahun untuk emir tersebut. Lalu hana pun langsung menyimpan dua kado tersebut, ke sofa yang terdapat di dalam kamarnya itu untuk nanti ia berikan kepada emir. Setelah selesai menyimpan kado tersebut, hana pun turun ke bawah untuk membantu bik Ira mempersiapkan makan siang di dapur.
__ADS_1
"Astaghfirullahal'adzim, aku lupa buat bantu bik Ira di dapur."ucap hana.
"Aku ke dapur dulu deh, sekarang."lanjut Hana, ia lalu langsung menyambar kerudung bergo-nya lalu setelah itu ia langsung keluar dari dalam kamarnya tersebut.
...****************...
Sedangkan di dalam sebuah kantor perusahaan besar, tepatnya di dalam ruangan CEO terdapat seorang pria dewasa yang sedang memikirkan tentang sesuatu hal yang menggangu pikirannya. Orang tersebut yaitu merupakan, Mohammed Emir Al-Rasyid. Ya, dia emir anak tunggal dari pemilik perusahaan tersebut dan juga dia merupakan anak dari pasangan suami-isteri yaitu, Mohammed Lukman Al-Rasyid dan juga Hallissa Dewi Al-Rasyid.
__ADS_1
"Kenapa yah, sikap Hana cuek sama aku sudah dua harian ini?."ucap emir, yang kini sedang memikirkan tentang siap hana yang cuek terhadap Emir sekitar dua harian yang lalu.
"Apa aku ada salah yah, sama dia?. Tapi salah aku apa ya?, terus kalau aku berbuat salah sama dia. Salah aku apa yah, yang aku pernah perbuat selama ini sama dia?. Tapi, aku pikir-pikir nggak ada deh."lanjut Emir.