KETIKA TAKDIR MEMPERSATUKAN

KETIKA TAKDIR MEMPERSATUKAN
Berlibur ke Bali 2


__ADS_3

Sekitar satu jam lebih lima puluh menit, akhirnya pesawat yang mereka tumpangi pun mendarat dengan selamat di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. Penumpang pesawat pun, kini turun dari dalam pesawat terbang tersebut.


SKIP.


Kini emir sedang menelfon nomor, pak made. Ia ingin mencari tahu keberadaan pak made, yang akan menjemput mereka berempat di bandara tersebut. Telefon pun, akhirnya di angkat juga oleh orang yang bersangkutan. Dan yang menerima telefon itu bukanlah pak made, melainkan putranya yang berusia 23 tahun.


"Hallo, pak made."ucap emir, di telefon.


"Iya, tuan."sahut orang yang berbicara di seberang telefon.


"Ini, siapa?. Di mana, pak Made nya?."tanya emir.


"Saya Arya, tuan. Anaknya pak made, tuan."jawabnya Arya.


"Terus di mana pak Made nya, sekarang?."tanya emir.


"Bapak saya ada sedikit keperluan, tuan. Sehingga saya yang akan menjemput, tuan sekeluarga."jawab Arya.


"Terus sekarang ini kamu berada di mana, saya dan keluarga saya sudah menunggu kamu di sini dari tadi?."tanya emir.


"Saya sekarang ini ada di luar bandara, tuan."jawab Arya.


"Oke, sekarang saya dan keluarga akan sesana sekarang juga. Kamu tunggu disana, saya dan keluarga segera kesana."ucap emir, dan akhirnya emir pun mengakhiri panggilan telefonnya dengan arya tersebut.


"Baik, tuan."sahut Arya.


Emir pun langsung memberitahukan kepada keluarga nya, kalau pak made tidak bisa menjemput nya sekarang ini. Dan akan di gantikan oleh putra nya pak made, yang bernama arya. Lalu mereka semua pun, langsung menuju ke luar bandara tersebut.


"Gimana, sayang. Apa katanya?, terus sekarang pak Made nya dimana sekarang?."tanya ibu lisa kepada emir.

__ADS_1


"Pak made nya nggak bisa jemput, MA. Tadi anaknya yang angkat telefon nya, kata anaknya sih. Pak Made nya ada sedikit urusan, dan anaknya yang akan jemput kita semua di bandara."jawab emir.


"Oh, gitu. Terus anaknya pak Made nya, sekarang ada di mana, emir?."tanya ibu lisa.


"Tadi kata anaknya pak Made sih, sekarang ini ada di luar bandara MA."jawab emir.


"Oh, ya udah. Sekarang kita semua, langsung ke sana ajah."ucap ibu lisa.


"Ayo, PA. Ayo, hana."ajak ibu lisa kepada pak lukman dan hana, sambil menoleh ke arah pak lukman dan hana.


"Iya, MA."sahut pak lukman dan hana.


...----------------...


Ibu lisa yang melihat mobilnya itu terparkir di luar bandara pun, langsung bergegas memberitahu kepada pak lukman. Kalau ia melihat mobilnya itu terparkir disana, di sana juga ada satu pemuda yang di dekat mobil tersebut.


"PA, PA, PA."panggil ibu lisa kepada pak lukman, sambil menguncang lengan pak lukman.


"PA, itukan mobil kita bukan?."tanya ibu lisa, sambil menunjuk sebuah mobil Alphard hitam yang terparkir di sana dan juga ada satu orang pemuda disisi mobilnya tersebut.


"Iya, MA. Itu memang benar mobil kita, tapi siapa yah, pemuda itu?."jawab pak lukman, sambil bertanya.


"Apa dia anaknya pak Made yah, PA?."ucap ibu lisa.


"Mungkin MA, itu anaknya pak Made."sahut pak lukman.


"Ya udah, kita langsung kesana aja sekarang."ucap ibu lisa kepada pak lukman.


"Iya, MA."sahut pak lukman, lalu ibu pun langsung memberitahukan kepada emir dan juga hana, untuk mengikuti nya.

__ADS_1


"Emir, Hana. Kita langsung kesana sayang, ayo."ucap ibu lisa, sambil menunjuk ke arah mobil Alphard hitam dan dengan satu orang pemuda disisi mobilnya itu.


"Iya, MA."sahut emir dan hana, bersamaan.


"Ayo, PA."ajak ibu lisa kepada pak lukman, sambil menggandeng lengan pak lukman.


"Iya MA, ayo."sahut pak lukman, mereka berempat pun langsung menghampiri mobil tersebut yang terparkir di sana.


Pak lukman,ibu lisa, emir dan juga hana pun menghampiri mobil Alphard hitam yang terparkir di sana. Dan kini mereka berempat pun, sudah sampai di dekat mobil tersebut. Lalu pak lukman pun, langsung bertanya kepada seorang pemuda itu. Apakah benar, kalau pemuda itu adalah anak dari pak Made.


"Permisi."ucap pak lukman.


"Iya, ada yah pak, kalau boleh saya tahu?."tanya Arya.


"Begini nak, apa benar kamu ini anak nya pak I Made Barata?."tanya pak lukman kepada Arya.


"Iya, betul pak. Saya anaknya, pak Made. Kalau boleh saya tahu, bapak ini siapa yah?."jawab Arya, sambil bertanya kepada pak lukman. Arya sebenarnya tidak mengenal dengan pak lukman sekeluarga, karena yang biasa bekerja di VILLA pak lukman hanyalah kedua orang tuanya saja.


"Saya, Lukman Al-Rasyid."jawab pak Lukman.


"Oh, berarti saya sekarang ini berhadapan langsung dengan bapak Lukman Al-Rasyid?."tanya arya.


"Iya, betul. Saya Lukman Al-Rasyid."jawab pak Lukman.


"Pak Lukman, perkenalkan nama saya, Arya. Saya anaknya pak Made, Pak. Saya disini yang akan menggantikan bapak saya, yang ada sedikit keperluan diluar."ucap Arya dengan logat Bali yang sangat kental.


"Oh, kamu anaknya pak Made yah?."tanya pak lukman.


"Iya, pak. Saya anaknya pak Made."jawab Arya, lalu Arya pun langsung bergegas mengambil koper-koper milik majikan orangnya itu. Dan ia pun segera, memasukan koper-koper tersebut ke dalam bagasi mobil.

__ADS_1


Kini mereka berempat pun sudah berada di dalam mobil, dan mobil tersebut pun. Langsung melaju dengan kecepatan sedang, dan mobil itu kini membawa mereka ke VILLA nya pak lukman itu.


__ADS_2