
POV.
Namaku adalah Zayyan Nur Fadhilah, aku merupakan anak dari abi Malik dan ummi Aisyah. Kini aku berusia sekitar 30 tahunan, tapi aku sekarang ini masih hidup melajang. Dan aku merupakan anak pertama abi dan ummi ku, aku memiliki satu orang adik perempuan yang saat ini sedang belajar di Kairo Mesir.
Abi ku itu, merupakan seorang pemimpin dan juga pemilik pondok pesantren NURUL IMAN. Tapi sekarang ini aku yang menggantikan peran Abi ku, untuk menjalankan pondok pesantren abi ku tersebut.
Hari-hariku biasanya di gunakan untuk mengajar di pondok pesantren milik Abi ku ini, dan kadang-kadang aku di undang untuk bertausiyah di beberapa tempat dan juga aku di undang di beberapa kota di Indonesia.
SKIP.
Kemarin aku mengundang salah satu orang yang telah mengundangku ke rumahnya itu, ia bernama pak emir. Aku mengundang beliau, untuk acara buka bersama di pondok pesantren milik Abi ku ini. Sore hari ini aku sedang menunggu pak emir, yang merupakan seorang yang terkenal di kalangan dunia bisnis tersebut.
Sekarang ini aku sedang mengatur santri-santri pondok pesantren ini, untuk acara bukber hari ini. Beberapa menit kemudian, Alhamdulillah akhirnya selesai juga mengurus semua keperluan acara bukber hari ini. Namun tiba-tiba ada panggilan telefon masuk dari ponsel ku, aku pun bergegas untuk langsung mengangkat nya. Dan ternyata panggilan telefon tersebut, merupakan dari pak emir.
"Assalamu'alaikum, pak emir."ucap ku, di telefon.
"Wa'alaikum salam, ustadz."sahutnya, di seberang telefon.
__ADS_1
"Kalau boleh ana tahu, ada apa yah pak emir telefon ana?."tanya ku.
"Begini ustadz, saya sekarang ini sudah berada di gerbang masuk pondok pesantren yang telah ustadz kirimkannya kepada saya itu. Dan saya, cuma mau menanyakan kepada ustadz, apakah ini benar-benar pondok pesantrennya ustadz Zayyan ataukah saya yang salah pondok pesantren."jawabnya.
"Oh, begitu pak emir. Ya sudah kalau begitu, nanti ana langsung check ke gerbang masuk pondok pesantrennya yah, pak emir. Apakah pak emir memang benar ada disana, atau pak emir nya yang salah pondok pesantrennya."ujar ku.
"Terima kasih yah, ustadz."ucap nya.
"Sama-sama, pak emir. Harusnya ana yang berterima kasih kepada pak emir, yang sudah rela meluangkan waktunya untuk datang ke tempat ana. Ya sudah pak emir, ana tutup dulu telefonnya. Assalamu'alaikum."Sahut ku, sambil salam di akhir panggilan telefonnya.
Aku pun, langsung bergegas menuju ke gerbang masuk pondok pesantren. Di tengah perjalananku, ada yang memanggil. Aku pun berhenti sebentar, lalu setelah itu aku langsung menuju ke arah gerbang masuk pondok pesantren lagi.
"Assalamu'alaikum, Gus."sapa salah satu ustadz yang mengajar di pondok pesantren milik Abi ku ini.
"Wa'alaikum salam, ustadz."sahut ku.
"Gus, ente mau kemana, kok buru-buru sekali kelihatannya?."tanya nya.
__ADS_1
"Ana, mau ke depan dulu. Ada tamu dari kota, yang akan buka puasa disini tadz."jawab ku.
"Ya sudah ustadz risky, ana permisi dulu. Assalamu'alaikum."ucap ku, lalu langsung menuju ke arah gerbang masuk pondok kembali.
"Iya, Gus. Wa'alaikum salam."sahutnya.
Aku pun akhirnya sampai di gerbang masuk pondok, dan aku langsung bergegas mencari pak emir yang katanya di depan gerbang pondok pesantren. Dan aku pun menemukan satu buah mobil sedan hitam yang terparkir tidak jauh dari, gerbang masuk pondok pesantren ini.
Aku pun bertanya-tanya, apa benar itu mobil pak emir atau bukan. Terbukalah pintu mobil tersebut, dan muncullah seorang pria. Dan ternyata pria itu adalah, pak emir. Lalu pak emir pun, menghampiri ku disini.
"Assalamu'alaikum, ustadz Zayyan."sapa beliau.
"Wa'alaikum salam, pak emir."sahut ku.
Kita berdua berdua pun, berbincang-bincang sebentar di sini. Lalu aku langsung mempersilakan pak emir, untuk masuk ke pondok pesantren. Dan pak emir pun, masuk ke pondok pesantren ini.
POV, END.
__ADS_1