
Setiap hari sintia selalu berusaha untuk bisa meluluhkan hati seorang emir, yang terkenal dengan seorang pria berhati batu. Cara demi cara sudah sintia kerahkan, untuk bisa mendapatkan hati seorang emir.
Hingga 4 bulan sudah lamanya, sintia berusaha meluluhkan hati emir. Dan pada akhirnya hati emir, luluh juga dengan sikap sintia dan juga perhatian sintia selama ini yang sintia berikan kepada emir. Sekarang emir sudah menganggap sintia, seperti seorang adik perempuannya sendiri.
Sore ini sintia sedang menikmati udara sore hari, di atas roof top rumahnya pak lukman. Sintia duduk di kursi kayu sambil menyesap jus strawberry, yang telah ia buat tersebut. Di bawah emir sudah pulang dari kantornya, lalu ia langsung masuk ke dalam rumah papanya tersebut.
Emir berjalan melewati ruang tengah, lalu ia berhenti sebentar. Di sana emir cuma melihat ibu lisa saja yang sedang menonton TV, tidak melihat keberadaan sintia disana. Lalu ia pun bertanya kepada sang mama, tentang keberadaan sintia sekarang ini.
"Assalamu'alaikum. MA."ucap emir kepada ibu lisa, sambil mencium tangan mamanya tersebut.
"Wa'alaikum salam, nak."sahut ibu lisa.
"Kamu, baru pulang nak."tanya ibu lisa kepada emir.
"Iya, MA."jawab emir kepada ibu lisa.
"Oh, yah MA. Tumben hana nggak sama mama, emangnya tuh anak kemana, MA?."tanya emir kepada ibu lisa.
"Oh, Hana. Kayaknya sekarang hana ada di roof top deh, katanya sih, tadi hana ingin ke roof top."ujar ibu lisa,
Ibu lisa yang melihat putra semata wayangnya itu, menanyakan sintia pun menjadi kaget. Karena biasanya putranya itu, tidak mau melihat keberadaan sintia disana. Ibu lisa tidak tahu, kalau emir sudah menganggap sintia seperti seorang adiknya sendiri.
"Eh, tunggu-tunggu, biasa-biasa kamu nggak tanya hana. Malah sekarang kamu tanya hana, ada apa sih emir?, cerita dong sama mama."tanya ibu lisa kepada emir.
"Nggak papa MA, aku cuma mau tanya ajah. Kan kata mama, aku harus terima keberadaan hana di sini. Dan aku juga harus menganggap hana, seperti adik kandungku sendiri."ujar emir kepada ibu lisa.
__ADS_1
"Iya sih, bener, tapi mama rasa ada yang aneh deh, sama kamu."ucap ibu lisa kepada emir, sambil memperhatikan raut wajah emir.
"Ya udah, MA, aku ke atas dulu yah."pamit emir kepada ibu lisa, lalu langsung menaiki anak tangga ke lantai dua.
"Iya, nak."sahut ibu lisa kepada emir, lalu fokus lagi menonton televisi.
Emir tidak langsung ke kamarnya terlebih dahulu, melainkan menuju ke arah roof top. Emir melangkahkan kakinya menuju ke lantai 3 rumah papanya itu, yang di gunakan menjadi roof top tersebut. Emir langsung membuka pintu roof top, dan langsung melangkahkan kakinya ke roof top.
Di sana emir sudah melihat keberadaan sintia, yang sedang duduk di kursi kayu dan sedang menghadap ke arah langit sore. Emir pun langsung bergegas menghampiri sintia, yang sedang duduk di sana.
"Ekhmm."dehem emir, di belakang sintia.
"Eh, kak emir, ngangetin ajah. Aku kira siapa, eh, ternyata kakak."ujar sintia kepada emir, sambil menengok ke belakang.
Lalu emir pun duduk di kursi kayu, bersama dengan sintia. Namun tiba-tiba emir langsung menyesap jus strawberry milik sintia, yang masih tinggal separuh. Sintia ingin mencegahnya, namun sintia tidak bisa karena sudah terlanjur di minum oleh emir.
"Ih, kak emir, itu kan punya aku. Kenapa jusnya di minum sih, kak."teriak sintia, sambil menatap emir yang sedang menyesap jus strawberry nya.
"Aku, haus, makanya aku minum."jawab emir kepada sintia, dengan santai.
"Ih, kakak. Kalau mau jus tuh bilang, biar entar aku buatin. Itukan bekas aku, kenapa di minum sih."kesal sintia kepada emir.
"Emangnya kenapa, kalau itu bekas kamu?."tanya emir kepada sintia,sambil menatap wajah sintia.
"Ya, nggak kenapa-kenapa sih."sahut sintia kepada emir.
__ADS_1
"Kamu ngapain sendirian disini, hana?."tanya emir,
"Aku cuma mau, menikmati udara sore ajah, bosen di dalem terus."jawab sintia.
"Kakak baru pulang kerja kan, ngapain kakak kesini?."tanya sintia.
"Aku cuma, mau cari kamu ajah, hana."jawab emir.
"Ngapain kakak, nyariin aku?."tanya sintia.
"Nggak, ada apa-apa kok, cuma mau cari kamu ajah, hehehe."jawab Emir dengan santai, sambil terkekeh.
"Orang baru pulang kerja tuh, seharusnya mandi dulu biar seger, ini mah langsung kesini lagi."omel sintia kepada emir, sambil menggeleng-gelengkan kepala.
"Iya-iya, ini juga mau mandi kok."ujar emir kepada sintia.
"Ya udah, sana mandi gih. Nanti keburu Maghrib loh, kak."usir sintia kepada emir.
"Nggak mau ah, maunya disini."sahut emir kepada sintia, masih duduk santai di sana.
"Ih, mandi nggak. Kalo nggak mau mandi, aku cubit nih."ancam sintia kepada emir, sambil ingin mencubit lengan emir.
"Iya-iya, aku mandi nih."pasrah emir, lalu beranjak dari tempat duduknya.
"Nah, gitu dong baru pinter namanya."ucap sintia kepada emir.
__ADS_1
"Hana, kakak mandi dulu yah."pamit emir kepada sintia, lalu berjalan meninggalkan sintia disana.
"Iya, kak."sahut sintia kepada emir.