KETIKA TAKDIR MEMPERSATUKAN

KETIKA TAKDIR MEMPERSATUKAN
Pekerjaan Sintia


__ADS_3

Hari ini minggu ini, pukul sekitar 08.00 WIB. Kini sintia sedang menyetrika pakaian dari majikannya itu, di ruangan khusus untuk menyetrika pakaian. Sintia menyetrika satu persatu pakaian, milik majikannya tersebut di ruangan itu.


Dua jam kemudian, akhirnya sintia sudah selesai menyetrika semua pakaian milik majikannya itu. Karena hari ini pakaian milik majikannya tersebut, sangatlah banyak. Sintia juga, sudah memilah-milah mana pakaian dari pak lukman, Ibu lisa dan tuan emir.


"Alhamdulillah, akhirnya selesai juga."ucap syukur sintia, yang baru saja selesai menyetrika pakaian milik majikannya itu.


"Sekarang aku, tinggal bawa aja deh, ke kamarnya masing-masing."sambung sintia.


Sintia sudah menaruh semua pakaian itu, di dalam keranjang baju. Di sana terdapat 3 keranjang baju, yang sudah di setrika rapih oleh sintia tersebut. Keranjang pertama di isi pakaian milik pak lukman, keranjang yang kedua milik ibu lisa dan keranjang yang terakhir itu milik tuan emir.


"Keranjang baju siapa dulu yah, yang aku bawa!."ucap sintia, sambil memilih keranjang baju dari tiga keranjang baju itu.


"mmmm, keranjang baju milik pak lukman dulu aja lah, yang lumayan sedikit."sambung sintia, lalu mengambil keranjang baju yang berisikan pakaian milik pak lukman tersebut.


Lalu sintia membawa keranjang baju milik pak lukman, yang berisikan pakaian pak lukman itu. Sintia langsung berjalan, menaiki tangga lantai dua sambil membawa sekeranjang pakaian milik pak lukman.


Sintia pun, akhirnya sampai di lantai dua. Lalu sintia melangkah kakinya, menuju ke arah kamar tidurnya majikan sintia tersebut. Sintia berjalan menuju ke arah kamar itu, sambil membawa sekeranjang pakaian milik pak lukman.


Kini sintia sudah sampai di depan pintu kamar tidurnya, majikan sintia. Lalu sintia, langsung mengetuk pintu kamar tersebut sambil mengucapkan salam.Terbukalah pintu kamar itu, dan muncullah ibu lisa dari kamar tidurnya.


"Tok tok tok, Assalamu'alaikum."sintia mengetuk pintu kamar tidurnya majikannya itu, sambil mengucapkan salam.


"Iya, wa'alaikum salam."sahut ibu lisa kepada sintia, yang baru saja membukakan pintu kamarnya.


"Sintia, ada apa yah?."tanya ibu lisa kepada sintia.


"Ini Bu Lisa, saya bawakan pakaian milik pak lukman, yang sudah saya setrika bu."jawab sintia kepada ibu lisa, sambil memberikan sekeranjang pakaian milik pak lukman kepada ibu lisa.


"Eh, iya terima kasih, sintia."ucap ibu lisa kepada sintia, sambil menerima sekeranjang pakaian tersebut.


"Sama-sama, bu lisa."sahut sintia kepada ibu lisa.


"Terus pakaian saya, kamu setrika belum sin?."tanya ibu lisa kepada sintia.


"Sudah bu, pakaian ibu lisa sudah saya setrika semua." jawab sintia kepada ibu lisa.


"Ya sudah, tolong kamu sekalian bawa pakaian saya yah, kesini langsung sin."titah ibu lisa kepada sintia.

__ADS_1


"Iya, bu lisa. Saya akan bawakan, pakaian milik ibu lisa kesini."ucap sintia kepada ibu lisa.


"Ya sudah, bu lisa. Saya permisi dulu bu, mau mengambil pakaian ibu lisa dulu di bawah."sambung sintia kepada ibu lisa.


"Iya, Sin."sahut ibu lisa kepada sintia.


Sintia pun, bergegas langsung meninggalkan ibu lisa di sana. Lalu langsung berjalan kembali, menuju ruangan khusus menyetrika itu. Sekarang sintia sudah sampai, di ruangan khusus menyetrika tersebut.


Lalu sintia langsung bergegas mengambil sekeranjang pakaian, milik dari ibu lisa itu. Dan langsung membawanya ke kamar tidurnya, majikan sintia tersebut. Sintia berjalan menuju ke arah kamar tidurnya, ibu lisa.


Kini sintia sudah sampai, di depan pintu kamar tidurnya majikanya tersebut. Lalu sintia mengetuk pintu kamar itu lagi, sambil memanggil majikannya. Dan sambil membawa sekeranjang pakaian milik ibu lisa yang cukup banyak.


"Tok tok tok. Ibu lisa, bu."sintia mengetuk pintu kamar tidurnya ibu lisa kembali, sambil memanggil nama sang majikan.


"Iya, sebentar."sahut ibu lisa, dari dalam kamarnya.


Ibu lisa pun, membukakan pintu kamarnya kembali. Dan di sana terdapat sintia, yang sedang membawa sekeranjang pakaian. Sintia, menyerahkan sekeranjang pakaian itu kepada pemiliknya yaitu ibu Lisa. Ibu lisa langsung, menerima sekeranjang pakaian itu dari tangan sintia.


"Ibu lisa, ini pakaiannya. Sudah saya setrika, semuanya bu."ucap sintia kepada ibu lisa, sambil menyerahkan sekeranjang pakaian milik majikannya itu.


"Ya sudah, bu lisa. Saya, permisi dulu, saya mau antarkan pakaian tuan emir dulu ke kamarnya."pamit sintia kepada ibu lisa.


"Iya, sin."sahut ibu lisa kepada sintia


Sintia langsung pergi dari hadapan ibu lisa, dan langsung menuju ke bawah lagi untuk mengambil keranjang pakaian milik emir tersebut. Sekarang sintia masuk lagi, kedalam ruangan khusus menyetrika itu.


Sintia bergegas mengambil sekeranjang pakaian, milik dari emir itu. Sekarang sintia sedang menaiki anak tangga ke lantai dua kembali, sambil membawa sekeranjang pakaian milik emir tersebut.


Sekarang sintia sudah sampai, di depan pintu kamar tidurnya tuan emir. Lalu sintia langsung mengetuk pintu kamar tidurnya, tuan emir tersebut sambil mengucapkan salam dan memanggil nama sang pemilik kamar itu.


"Tok tok tok, Assalamu'alaikum. Tuan, tuan emir."sintia mengetuk pintu kamar tidurnya tuan emir, sambil mengucapkan salam kepada pemilik kamar dan juga sambil memanggil nama pemilik kamar.


"Ya, tunggu sebentar."sahut sang pemilik kamar itu, dari dalam kamarnya.


Emir lalu berjalan menuju ke arah pintu kamarnya, dan langsung membukakan pintu kamarnya itu. Dan emir pun, melihat sintia di depan pintu kamarnya tersebut. Lalu emir bertanya kepada sintia, kenapa sintia mengetuk pintu kamarnya.


"Ya, wa'alaikum salam. Ada apa, kamu kesini?."ketus tuan emir kepada sintia, yang baru saja membukakan pintu kamarnya.

__ADS_1


"Astaghfirullahaladzim."ucap sintia di dalam hati, ketika mendengar suara emir tersebut.


"Ini tuan emir, saya cuma mau antarkan pakaian tuan emir saja, yang sudah saya setrika tuan."sahut sintia kepada tuan emir.


"Ya sudah, sekarang kamu bawa masuk pakaiannya ke dalam kamar saya. Dan kamu juga, langsung taruh pakaian saya itu, ke dalam lemari pakaian saya sekarang juga."titah tuan emir kepada sintia.


" S-E-K-A-R-A-N-G, NGGAK PAKAI LAMA."tegas tuan emir kepada sintia.


"Ba- - - ik, tuan emir. Saya akan, segera masukkan pakaian tuan emir ke dalam lemari."sahut sintia kepada emir, lalu langsung masuk kedalam kamar tidurnya tuan emir sambil membawa sekeranjang pakaian milik tuan emir tersebut.


Sintia pun melangkah kakinya masuk ke dalam kamar tidurnya, tuan emir tersebut sambil membawa sekeranjang pakaian milik emir. Di belakang sintia ada emir, yang ikut berjalan masuk kedalam kamar itu.



Sintia langsung menuju ke arah walk in closet, kamar tidurnya emir. Sedangkan emir berjalan menuju ke arah tempat tidurnya, lalu mengambil laptopnya dari atas tempat tidurnya itu kembali. Dan emir sedang mengerjakan, laporan pekerjaan kantornya itu.



Kini sintia sedang memasukkan pakaian milik emir, di dalam lemari pakaian milik emir tersebut. Sintia pun, menata pakaian emir dengan rapih di dalam lemari pakaian itu. Dan akhirnya sintia, selesai juga memasukkan semua pakaian milik tuannya itu.



Lalu sintia pun, pergi dari walk in closet miliknya tuan emir tersebut. Sambil membawa keranjang pakaian kosong, bekas membawa pakaian emir. Sintia berjalan menuju ke arah tuan emir, yang sedang bersandar di headboard tempat tidurnya itu.



Lalu sintia memberitahu emir, kalau semua pakaian milik tuannya itu sudah di taruh semua di dalam lemari pakaiannya. Dan sintia juga langsung pamit, kepada tuan emir. Lalu sintia pun, langsung meninggalkan kamar tidurnya emir tersebut.


"Tuan, tuan emir."panggil sintia kepada emir, yang sedang bersandar di headboard tempat tidurnya.


"Hmmm."sahut emir kepada sintia, dengan gumaman.


"Tuan, saya sudah menaruh semua pakaian tuan emir, ke dalam lemari tuan."ucap sintia kepada tuan emir.


"Ya sudah tuan emir, saya permisi."sambung sintia kepada emir, Lalu langsung pergi dari hadapan emir dan langsung pergi dari dalam kamar tersebut.


"Hmmm."sahut emir kepada sintia, dengan gumaman.

__ADS_1


__ADS_2