
Siang ini hana(sintia) baru saja selesai, membuatkan makan siang untuk emir. Dan tinggal ia antarkan saja makanannya itu, kepada emir di kantor. Hana juga sudah memasukkan makanan itu ke dalam tote bag, dan tinggal di bawa saja ke kantornya emir.
"Alhamdulillah, akhirnya selesai juga."ucap hana, sambil menaruh Tote bag yang berisikan makan siang buat emir itu di atas meja makan dan tinggal ia bawa saja ke kantornya emir.
"Sekarang, tinggal antarkan ajah deh, ke kantornya kak emir. Sekarang aku siap-siap dulu deh, mau ke kantornya kak emir."gumam Hana, lalu ia langsung melangkahkan kakinya itu ke arah tangga lantai dua dan langsung menaiki anak tangga lantai dua.
Kini hana sedang berjalan, menuju ke arah kamar tidurnya itu. Lalu hana langsung masuk ke dalam kamar tidurnya, dan langsung segera berjalan menuju ke arah walk in closed untuk mengambil pakaian yang ia pakai ke kantornya emir.
Setelah selesai menemukan pakaian, ia pun langsung bergegas memakainya. Kini hana sudah rapih mengenakan gamis hitam dan hijab segiempat mocca, ia juga sudah wangi dan cantik. Lalu setelah itu hana, langsung menyambar tas selempang mininya.
Lalu hana pun, langsung bergegas untuk segera turun ke bawah lagi. Kini hana sudah sampai di bawah, tepatnya di meja makan. Ia langsung mengambil tote bag, yang berisi makan siang untuk emir tersebut.
Setelah itu hana langsung berpamitan kepada ibu lisa, yang kebetulan sekarang berada di ruang tengah. Hana pamit kepada ibu lisa, kalau ia akan ke kantornya emir untuk mengantarkan makanan siang untuk emir.
"Hana, kamu mau ke kantornya emir yah?."tanya ibu Lisa, ketika melihat hana sudah rapih dan sambil menenteng tote bag yang berisikan makan siang untuk emir.
"Iya, MA. Aku mau ke kantor, mau nganterin makan siang buat kakak."Jawab hana.
"Sayang, kamu kesana nya di antar pak Joko kan?."ucap ibu lisa.
"Iya, MA. Aku ke kantornya kakak, di antar pak joko kok MA."sahut Hana.
"Oh, ya udah, kamu hati-hati yah di jalan. Terus kalau ada apa-apa, kamu langsung hubungi mama yah, sayang."ucap ibu lisa.
"Iya, MA, aku pasti hubungi mama kok."sahut Hana.
"MA, hana pamit ke kantornya kakak dulu yah."pamit hana, sambil mencium punggung tangan ibu lisa.
"Iya, sayang."sahut ibu lisa.
"Assalamu'alaikum."ucap hana(sintia), setelah itu hana langsung melangkahkan kakinya pergi dari hadapan ibu lisa dan langsung bergegas menuju ke arah mobilnya ibu lisa.
"Wa'alaikum salam."sahut ibu lisa.
Hana pun langsung masuk ke dalam mobilnya ibu lisa, di dalam mobil tersebut sudah ada pak joko di dalamnya. Lalu mobil itu pun, melaju di jalanan ibu kota. Di dalam mobil hana terus memandangi arah luar, lewat jendela mobil itu.
SKIP
Beberapa menit kemudian, akhirnya mobil yang membawa hana ke kantornya emir pun sampai juga di kantornya emir. Lalu hana pun langsung turun dari dalam mobil, dan langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam kantor perusahaannya emir.
Hana berjalan masuk kedalam lift gedung perusahaannya emir, dan hana pun bergegas menekan tombol lantai yang ia tuju. Lift itu membawa hana, ke lantai yang hana tuju di sana. Dan akhirnya hana, sampai juga di lantai yang ia tuju tersebut.
__ADS_1
Hana pun bergegas menuju ke arah ruangan emir, yang berada di sana. Lalu hana, langsung mengetuk pintu ruangan emir. Dari dalam ruangan tersebut, emir menyuruh hana masuk ke dalam ruangannya.
"Tok tok tok."Hana mengetuk-ngetuk pintu ruangan emir.
"Iya, siapa?."tanya emir, dari dalam ruangannya tersebut sambil berteriak.
"Hana, kak."jawab Hana, sambil sedikit berteriak.
"Hana, masuk."ucap emir, dari dalam ruangannya dengan sedikit berteriak.
"Iya, kak."sahut Hana kepada emir, lalu hana pun. Langsung masuk kedalam ruangannya emir, sambil mengucapkan salam.
"Assalamu'alaikum."ucap Hana, melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangannya emir tersebut.
"Wa'alaikum salam."sahut emir.
Hana pun langsung menghampiri emir, yang kini sedang duduk di kursi ke besarnya itu. Emir menyuruh hana untuk duduk di kursi, yang berhadapan dengannya tersebut. Lalu hana pun, langsung duduk di kursi berhadapan dengan emir. Hana melihat emir, sangatlah sibuk dengan pekerjaannya itu.
"Hana, ayo duduk dulu."titah emir.
"Iya, kak."sahut hana, lalu hana pun langsung duduk di kursi yang berhadapan-hadapan dengan emir.
"Iya, hana, kakak lagi sibuk banget sekarang."jawab emir, sambil mengerjakan pekerjaannya itu.
"Ooh, berarti aku ngenganggu kakak kerja dong."ucap Hana.
"Nggak kok,hana. Kamu nggak, ganggu kakak kerja kok."sahut emir.
"Hana, kamu duduk ajah dulu di situ. Tungguin kakak, sampai selesai kerja. Sebentar lagi juga kakak selesai kok, pekerjaannya hanya tinggal beberapa lagi aja yang harus di selesaikan."ujar emir.
"Ya udah, aku tungguin kakak kerja."sahut hana.
Beberapa menit kemudian, akhirnya pekerjaan emir pun selesai juga. Lalu hana dan emir, langsung duduk di sofa yang terdapat di dalam ruangannya emir tersebut. Setelah itu mereka berdua, langsung menikmati makan siang bersama.
"Akhirnya, selesai juga."ucap Emir.
"Kakak, udah selesai kerjanya?."tanya hana.
"Iya, Han. Kakak, udah selesai kerjanya. Cuma ada beberapa berkas-berkas yang belum, kakak tanda tanganin ajah."ujar emir.
"Ooh, syukur kalau gitu sih kak."timpal hana.
__ADS_1
"Hana, kita duduk di sana ajah yuk."ajak emir kepada hana, untuk duduk di sofa yang terdapat di dalam ruangannya emir tersebut.
"Iya, kak, ayo."sahut Hana, emir dan hana pun langsung bergegas menghampiri sofa tersebut dan langsung duduk di sofa itu.
"Han, kamu bawa apa?."tanya emir.
"Aku bawa rendang, telur balado, sambal goreng kentang sama nasi, kak."ujar Hana, sambil mengeluarkan makanannya itu dari dalam Tote bag.
"Wah, enak-enak banget makanannya. Jadi laparkan ini perut, pengen di isi."ucap emir, sambil mengelus-elus perutnya.
"Ya udah kak, ayo sekarang di makan makanan nya."titah Hana.
"Iya, han."sahut emir, lalu langsung mengambil lauk yang ia inginkan dan langsung bergegas menyantap makanannya itu. Hana juga sama seperti emir, hana langsung mengambil lauk yang ia suka dan langsung menyantapnya.
Beberapa menit kemudian, setelah selesai makan siang. Hana pun, langsung membereskan tupperware makanan tersebut. Dan ia langsung memasukan tupperware itu, ke dalam tote bag. Lalu hana langsung pamit kepada emir, karena ia mau pulang.
"Kak, aku pulang dulu yah."pamit hana, lalu langsung berdiri dari duduknya. Dan sambil mengambil Tote bag nya itu, yang berada di meja.
"Iya, Hana, kamu hati-hati yah di jalan."sahut emir.
"Iya, kak."timpal hana, lalu langsung melangkahkan kakinya itu pergi dari sana. Namun tiba-tiba hana tersandung kaki meja, yang ada di sana. Tapi sebelum tubuh hana terjelembab di lantai, tubuh hana ada yang menahannya. Sehingga hana, tidak jadi jatuh ke lantai. Dan hana pun, menatap orang yang telah menyelamatkannya itu. Yaitu emir, emir yang telah menyelamatkan Hana. Mata mereka berdua pun, bertatap-tatapan mata.
DEG DEG DEG
Tiba-tiba jantung emir berdebar-debar, ketika menatap mata hana. Hana pun, langsung memutuskan pandangan matanya duluan. Dan ia, langsung tersadar akan terkejutanya. Lalu di susul juga dengan emir, yang baru tersadar akan terkejutanya.
"Maaf yah, kak. Aku nggak, hati-hati jalannya."ucap Hana.
"I-iya, han."sahut emir.
"Kak, aku pamit yah. Assalamu'alaikum."ucap hana, lalu hana langsung bergegas keluar dari dalam ruangannya emir.
"Iya, Hana. Wa'alaikum salam."sahut emir, sambil memandangi Hana yang menjauh dari ruangannya. Lalu emir pun, memegang dadanya. Jantung emir, masih berdetak dengan sangat kencang sampai sekarang.
DEG DEG DEG
"Kenapa yah, sama jantung ku. Kok, tiba-tiba berdetak dengan sangat kencang?."lirih emir, sambil memegang dadanya.
"Masa sih, aku jatuh cinta sama dia?."pikiran emir pun bertanya-tanya, mengapa dirinya itu tiba-tiba berpikir seperti itu.
"Nggak, nggak mungkin aku suka sama dia. Iya, nggak, nggak mungkin itu."tepis emir.
__ADS_1