
Kini hana dan juga ibu lisa, sedang menikmati waktu sore nya dengan menonton film di tv bersama. Mereka berdua sekarang ini sedang fokus memperhatikan layar kaca, yang menampilkan seorang wanita yang di selingkuhi oleh suaminya.
Bahkan wanita itu juga, di sakiti oleh mertuanya sendiri. Ibu lisa dan hana, yang melihat itu pun merasa sedih dengan wanita yang ada di layar kaca tersebut. Ibu lisa dan hana juga, geram akan kelakuan suami dan juga mertua dari wanita itu yang semana-mena dengan wanita tersebut.
Mereka berdua yang sedang asyik menonton televisi pun, tidak mendengar suara orang yang masuk kedalam rumah dan juga suara orang yang mengucapkan salam. Kini emir baru saja pulang dari kantornya itu, dan sekarang ini emir masuk kedalam rumahnya sambil mengucapkan salam.
"Assalamu'alaikum."ucap emir, sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumahnya tersebut.
Emir pun masuk kedalam rumahnya, dan ia melangkahkan kakinya menuju ke arah anak tangga lantai dua rumahnya itu. Sebelum ia melangkahkan kakinya ke arah tangga itu, emir pun melihat mamanya dan juga hana yang sedang fokus menatap layar kaca.
Lalu emir pun berinisiatif untuk menghampiri mereka berdua, yang sedang duduk di sofa ruang tengah tersebut sambil menonton televisi. Emir pun langsung menyapa mama nya dan juga hana, yang sedang menonton televisi tersebut.
"Sore Hana, Sore MA."sapa emir kepada hana dan juga mama nya.
__ADS_1
"Sore, kak."sahut hana.
"Eh, Emir. Kamu udah pulang nak?, kok kamu nggak kasih salam dulu sih."tanya ibu lisa ketika melihat putranya yang baru pulang dari kantor.
"Iya, tumben."timpal hana.
"MA, hana. Tadi tuh aku udah kasih salam dulu loh, sebelum masuk. Tapi kalian berduanya ajah, yang nggak denger."jawab emir.
"Masa sih."ucap ibu lisa kepada emir.
"Emang kalian berdua ini, nonton apa sih. Sampai-sampai nggak kedengaran, orang masuk rumah?."tanya emir kepada mama dan juga hana.
"Mama sama hana, lagi nonton film ku menangis. Ceritanya bikin mama sama hana, naik darah deh, sama tuh film. Iya nggak, hana."jawab ibu lisa kepada emir, sambil meminta persetujuan dari hana.
__ADS_1
"Iya, betul banget MA. Tuh film bikin aku ingin masukin mereka yang jahat ke dalam neraka jahanam deh, suami, selingkuhan dan juga ibu mertuanya itu loh MA."ucap hana.
"Iya, han. Mama juga setuju banget deh, kalau mereka yang jahat di masukin ke dalam neraka jahanam. Mama tuh gedek, banget sama mereka."sahut Ibu lisa.
"Iya MA, sama aku juga gedek banget sama mereka. Apa lagi suami sama ibu mertua laknatnya itu loh, rasanya aku pengen langsung tendang ke dalam neraka jahanam deh."ucap Hana.
"Iya, Han. Mama setuju banget, sama kamu. Mama juga rasanya ingin tendang, suami dan juga ibu mertuanya ke dalam neraka. Suami apaan, suami yang suka selingkuh dan juga nyakitin hati istri nya. Dan apala ibu mertua nya loh itu Han, iiiiih. Mama ingin jambak tuh rambutnya, suka sekali semana-mena sama menantu nya sendiri. Kalau mama jadi wanita itu yah, mama udah cerai sama laki-laki kaya gitu. Ngapain di pertahankan laki-laki model kaya gitu, yang suka selingkuh dan juga suka nyakitin hati istrinya."ujar ibu Lisa.
"Iya, MA. Aku juga nggak mau, punya suami modelan kaya gitu."timpal hana.
Emir yang kini masih di sana pun, hanya bisa berdiam diri sambil mendengarkan celotehan mamanya dan juga hana tersebut. Lalu emir pun, segera meninggalkan mamanya dan juga hana disana.
"MA, Hana. Aku ke kamar dulu."pamit Emir, lalu bergegas menuju ke arah kamar tidurnya tersebut yang berada di lantai dua.
__ADS_1
"Iya, sayang."sahut ibu lisa.
"Iya, kak."sahut hana.