KETIKA TAKDIR MEMPERSATUKAN

KETIKA TAKDIR MEMPERSATUKAN
Kamar Hana


__ADS_3

Sintia dan ibu lisa, melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar tersebut. Terpampanglah sebuah kamar, yang besarnya sama dengan kamar tidurnya emir. Hanya saja kamar sintia ini perpaduan soft pink dengan putih, berdesain klasik tentunya dan di lengkapi dengan Chandelier yang menambah kesan mewah.


Di dalam kamar tersebut, ada 1 tempat tidur, 2 meja nakas, 1 meja belajar berserta kursinya, 1 sofa panjang di dekat jendela, TV LED, kamar mandi dan walk in closed yang sudah dipenuhi oleh pakaian dan lain-lainnya untuk sintia, yang telah di belikan oleh ibu lisa tersebut.


Ibu lisa memapah sintia, sampai ke tempat tidur yang ada di dalam kamar itu. Lalu sintia pun duduk di tempat tidurnya, sambil di bantu ibu lisa. Setelah itu sintia menyandarkan kepalanya, di headbed.


Bi Ira pun datang ke dalam kamarnya sintia, sambil membawakan senampan makanan untuk sintia. Ibu lisa langsung menyuruh sintia untuk, bergegas memakan makanannya itu yang masih hangat.


"Tok tok tok, permisi."bi Ira mengetuk pintu kamarnya sintia, sambil membawakan makanan untuk sintia.


"Iya, masuk bi Ira."sahut ibu lisa, dari dalam kamar tersebut.


"Non Hana, ini bibik bawakan makanan untuk non hana."ucap bik ira kepada sintia, sambil membawa makanan untuk sintia.


"Iya, bik, makasih."ucap sintia.


"Iya, non."sahut bik Ira.


" Bik, taro ajah di situ makanan nya."sintia menyuruh bik Ira untuk menaruh makanan itu, di atas meja nakas.

__ADS_1


"Baik non, bibik taro sini yah, makanannya."ucap bik Ira, sambil menaruh senampan makanan untuk sintia sersebut.


"Iya, bik."sahut sintia.


"Ya sudah non hana, ibu lisa. Saya, permisi dulu."pamit bik ira.


"Iya, bik."sahut sintia dan ibu lisa, secara bersamaan.


"Hana, ayo dong di makan, makanan nya nanti keburu dingin loh."titah ibu lisa kepada sintia.


"Iya, MA. Ini aku makan, makanannya."sahut sintia, lalu mengambil makanan yang telah dibawakan oleh bik ira tersebut.


"Ayo dong hana, di habiskan makanannya, biar cepat sehat."titah ibu lisa kepada sintia.


"Iya, MA, ini juga mau aku habiskan makanannya."ucap sintia kepada ibu lisa, yang masih memakan makanannya itu.


"Nah gitukan enak, biar nanti cepat sehat kembali lagi seperti dulu."seru ibu lisa.


"Iya, MA."sahut sintia.

__ADS_1


Ibu lisa mengambil ponsel terbaru untuk sintia di meja belajar, yang telah ia siapkan. Di meja belajar itu pun sudah ada laptop, dan beberapa buku dan juga Al-Qur'an yang telah ibu lisa siapkan untuk sintia.


"Hana, ini handphone buat kamu, kalo kamu bosan di kamar. Kamu mainin ajah handphone nya, yah. Di sini juga sudah tersedia nomor telefon mama sama papa, kalo kamu butuh sesuatu. Kamu telefon, mama ajah yah, nak."ujar ibu lisa kepada sintia, sambil menyerahkan sebuah ponsel bermerek yang terbaru kepada sintia.


"Iya, MA. Makasih, yah MA."ucap sintia kepada ibu lisa, sambil menerima ponsel tersebut.


"Iya, nak, sama-sama."sahut ibu lisa kepada sintia, sambil mengelus-elus kepala sintia yang terbungkus hijab tersebut.


"Ya udah hana, mama tunggal dulu, kalo kamu butuh sesuatu, kamu panggil mama atau bi Ira yah, sayang. Dan jangan lupa untuk minum obat yah, hana. Assalamu'alaikum."ucap ibu lisa, lalu langsung pergi dari kamarnya sintia itu.


"Iya, MA. Wa'alaikum salam."sahut sintia kepada ibu lisa.


Ibu lisa pun meninggalkan sintia, di dalam kamar tidur sintia terbaru itu. Sedangkan sintia baru selesai makan, lalu sintia turun dari tempat tidur untuk mengambil air minumnya yang ada di atas meja nakas.


"Glug, glug, glug."sintia langsung meminum air putih tersebut.


"Alhamdulillah, kenyang juga."ucap sintia, sambil mengelus-elus perutnya yang terasa kenyang.


"Tinggal minum obat, ajah deh."gumam sintia, lalu mengambil obat yang ada di atas meja nakas, lalu langsung meminumnya.

__ADS_1


__ADS_2