
Sore ini pukul sekitar jam 5 sore, hana(sintia) dan ibu lisa sedang menonton tv di ruang tengah sambil mengobrol santai. Hana (sintia) bertanya kepada ibu lisa, tentang rencana untuk berlibur ke puncak yang telah di janjikan kepada hana(sintia) tersebut.
"MA."ucap hana (sintia) kepada ibu lisa, yang kini sedang duduk di ruang tengah sambil menonton tv.
"Hmm, Iya."sahut ibu lisa kepada sintia.
"MA, kita jadi nggak ke puncaknya?."tanya hana(sintia).
"Jadi kok, sayang. Nanti malam kita semua, langsung berangkat ke puncaknya."ujar ibu lisa.
"Sungguh, MA?."tanya hana(sintia), dengan mata berbinar.
"Iya, sayang, sungguh."sahut ibu lisa.
"Asyik, kita ke puncak. MA, aku jadi nggak sabar deh, mau lihat pemandangan disana."ia sangat antusias, ketika mendengar akan ke puncak malam ini.
"Iya, sayang, entar malam kita semua kesana yah. Mama, juga udah lama nggak kesana. Ya udah hana, kita lanjutin lagi nonton nya."ujar ibu lisa.
"Iya, MA."sahut hana(sintia), mereka berdua pun melanjutkan menonton tv nya.
Malam pun tiba, malam ini pak lukman, ibu lisa, emir dan juga hana(sintia) sudah bersiap-siap untuk berangkat ke puncak pada malam ini juga. Mereka pergi ke puncak mengunakan 2 mobil, mobil pertama di pakai oleh pak lukman dan ibu lisa yang di supirin oleh pak joko. Sedangkan emir dan hana(sintia), menggunakan mobilnya emir sendiri.
"Udah nggak ada ketinggalan kan, hana?."tanya ibu lisa dari dalam mobil.
"Tenang, MA. Udah nggak ada lagi yang ketinggalan, semuanya udah masuk kedalam bagasi. Cuma kak emir ajah, yang lagi ngambil handphonenya di dalem, MA."sahut hana(sintia), yang masih di luar mobil.
"Oh, ya udah kalo gitu sih. Hana, kita tungguin kakak kamu dulu, yah."kata ibu lisa.
"Iya, MA."sahut hana(sintia), mereka pun menunggu emir yang belum keluar-keluar juga, dari dalam rumah.
"Itu dia orangnya, baru keluar."ucap hana(sintia), ketika melihat emir yang baru saja keluar dari dalam rumah dan melangkahkan kakinya ke atas hana(sintia) berdiri.
"Kak, lama banget sih, ngambil handphonenya!."ucap hana(sintia) kepada emir, yang baru sampai dari dalam rumah.
"Iya, kakak cari dulu handphonenya. Dan akhirnya ketemu deh, handphone kakak."sahut emir, sambil memperlihatkan handphonenya kepada hana(sintia).
__ADS_1
"Syukur deh, kalau ketemu sih handphonenya."timpal hana(sintia).
"Emir...."panggil ibu Lisa.
"Kak, aku ke mobil dulu."pamit Hana(sintia), lalu langsung pergi dari hadapan emir.
"Iya, hana."sahut emir kepada hana(sintia), yang langsung pergi dari hadapan emir dan langsung menuju ke arah mobilnya emir berada sekarang.
"Iya, MA..."sahut emir, lalu langsung menghampiri ibu lisa yang berada di dalam mobil.
"Emir, handphone kamu udah ketemu belum?."tanya ibu lisa.
"Alhamdulillah MA, udah ketemu."jawab emir.
"Ya udah kalau begitu, kita langsung berangkat aja, nanti keburu malam loh."ujar ibu lisa.
"Iya, MA. MA, aku masuk ke mobil dulu yah."pamit emir kepada ibu lisa, lalu melangkah kakinya, namun berhenti dulu karena mendengar seruan dari ibu lisa.
"Tunggu, emir."seru ibu lisa.
"Emir, mama pesen. Kamu bawa mobilnya jangan ngebut-ngebut yah, bahaya tau. Apa lagi ini, jalanan puncak."pesan ibu lisa kepada emir, agar tidak mengebut mengendarai mobilnya itu.
"Iya, MA. Emir nggak akan ngebut-ngebut kok bawa mobilnya, mama tenang ajah yah."ujar emir.
"Ya udah MA, aku ke mobil dulu yah."pamit emir.
"Iya, nak."sahut ibu lisa, emir pun langsung bergegas pergi dari hadapan ibu lisa dan langsung berjalan ke arah mobilnya berada sekarang ini.
Emir langsung masuk kedalam mobilnya, yang sekarang sudah ada hana(sintia) yang sedang duduk di kursi depan bersama emir. Tanpa menunggu lama mobil ibu lisa dan juga mobil emir pun, langsung melaju meninggalkan rumah tersebut.
"Kakak tadi di panggil mama, ada apa kak?."tanya hana(sintia), yang duduk di jok depan bersama emir.
"Tadi mama cuma pesen, agar kakak nggak bawa mobilnya ngebut-ngebut di jalanan."ujar emir, sambil langsung menyalakan mesin mobilnya dan mobil itu pun melaju meninggalkan rumahnya pak lukman.
"Oh."timpal hana(sintia).
__ADS_1
Kini hana(sintia) dan emir, masih dalam perjalanan menuju ke puncak. Di dalam mobil hana(sintia) sedang menatap jalanan, yang mereka lewati. Sambil sintia bertanya kepada emir, tentang VILA punyanya pak lukman tersebut.
"Kak."panggil hana(sintia) kepada emir, sambil menatap ke arah emir.
"Iya, hana, ada apa?."sahut emir, yang masih menyetir mobilnya tersebut.
"Emmm, kak VILA nya masih jauh yah?."tanya hana (sintia).
"Iya, masih jauh hana."jawab emir.
"Oh, masih jauh. Berarti masih lama dong, perjalanannya kak?."ucap hana (sintia).
"Iya, hana, masih lama perjalanan."sahut emir, di sela-sela menyetir mobilnya itu.
"Oh, yah kak, VILA papa tuh gimana sih?."tanya hana(sintia).
"Gimana maksudnya, apa hana, kakak nggak ngerti?."tanya emir.
"Maksud aku tuh, VILA nya ada setannya nggak kak?."kata hana(sintia) kepada emir.
"Ada."sahut emir, dengan mengerjai hana(sintia).
"Serius, kak?."ucap sintia, memastikan yang di katakan emir itu, dengan raut muka yang sedikit takut.
"Iya, dua rius malah. Asal kamu tau Hana, di VILA tuh, ada banyak sekali setannya. Dan ada banyak juga bentuknya, ada yang besar, tinggi, sera...."ujar emir dengan sedikit mendrama agar sintia takut, dan sambil menahan tawa.
"Haaa...haaa...haaa..., stop kak, udah jangan dih terusin lagi ceritanya. Aku nggak mau denger lagi, cerita dari kakak titik."teriak hana (sintia), sambil memotong ucapan emir, dan lalu menutup telinga nya sendiri dengan telapak tangannya itu karena ketakutan.
"Emang enak aku kerjain hana, hahaha."gumaman emir di dalam hati, sambil tertawa dan masih melanjutkan perjalanan nya.
Setelah pembicaraan soal tadi, hana(sintia) pun tertidur lelap di joknya. Emir langsung menoleh ke arah hana(sintia), yang sedang tertidur pulas di joknya itu. Lalu emir berinisiatif untuk memasangkan jaketnya itu, kepada hana(sintia) yang sedang tertidur.
"Baru juga teriak-teriak, sekarang eh orangnya udah tidur, cepet amat tidurnya nih bocah."ucap emir, langsung bergegas menepikan mobilnya itu di pinggir jalan. Lalu emir langsung mengambil jaketnya itu, di jok belakang.
"Hana, tidur yang nyenyak yah."lirih emir, sambil memasangkan jaketnya itu kepada hana(sintia). Lalu emir pun, melanjutkan menyetirnya lagi.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...