
Satu tahun lebih sudah, sintia (hana) mengalami lupa ingatan. Sampai sekarang ini hana, masih belum juga mengingat identitas dan juga masa lalunya itu. Hari-hari sintia (hana) di rumahnya pak lukman yaitu, sebagai menjadi seorang putri di dalam rumah tersebut. Dan ia juga kini tidak merasakan namanya kekurangan uang, dan lainnya sama sekali. Lalu apakah sintia (Hana) dapat mengingat dirinya sendiri?, dan hanya Allah lah yang tahu semuanya.
SKIP
Sore ini hana sedang berada di dapur bersih, ia sekarang sedang menata bahan-bahan makanan dan juga lainnya di dalam kulkas. Satu persatu hana tata dan juga rapihkan, bahan-bahan makanan dan lainnya itu di kulkas dengan serapih mungkin.
Lalu datanglah ibu lisa, yang ingin mengambil air minum di dapur bersih. Ibu lisa pun menyapa hana, yang berada di sana juga. Hana yang mendengar suara sang mama pun, menengok ke arah sumber suara tersebut. Dan hana pun menyahuti sapaan sang mama, yaitu ibu lisa.
"Sore, sayang."sapa ibu lisa kepada Hana.
"Eh, mama. Sore, MA."sahut hana, sambil menengok ke arah ibu lisa.
Ibu lisa melihat hana yang sekarang ini berwajah pucat pun, bertanya langsung kepada hana. Ibu lisa bertanya kepada hana, mengapa wajah hana sangat pucat sekali. Dan hana pun, hanya menjawab nya dengan seadanya. Hana menjawab, kalau dia itu tidak kenapa-kenapa, hanya saja butuh sedikit istirahat saja. Ibu lisa pun, hana bisa pasrah dan juga berpesan saja.
"Hana."panggil ibu lisa.
__ADS_1
"Iya, MA."sahut Hana, menghadap ke arah ibu lisa dan juga menghentikan aktivitasnya tersebut.
"Han, kamu kenapa sayang?. Kok, mukanya pucat sekali. Kamu nggak kenapa-kenapa kan, sayang?."tanya ibu lisa dengan risau, sambil menatap wajah hana.
"Aku nggak kenapa-kenapa kok, MA. Aku cuma butuh sedikit istirahat saja, insya Allah habis itu sembuh."jawab hana, sambil tersenyum.
"Oh, ya sudah kalau begitu sih, sayang. Tapi kalau ada apa-apa, kamu langsung panggil mama ajah yah, sayang."pesan ibu lisa, ibu lisa pun langsung mengambil gelas dan langsung menuangkan air putih dingin ke dalam gelasnya itu dan langsung bergegas meminumnya.
"Iya, MA."sahut hana.
Ibu lisa yang melihat hana semakin pucat pun, langsung menyuruh hana untuk beristirahat saja di dalam kamar. Dan hana pun, menuruti perintah dari sang mama tersebut. Dan pekerjaan hana sekarang ini, di kerjakan oleh bik Ira.
"Hana, kamu istirahat ajah yah, di kamar. Muka kamu pucet banget loh, sayang."pinta ibu lisa.
"Terus ini semua siapa yang beresin, MA?."tanya hana, sambil menunjuk ke arah semua bahan-bahan makanan dan lainnya.
"Entar biar bik Ira ajah, yang beresin ini semuanya. Kamu istirahat ajah yah di kamar, sayang."jawab ibu lisa, menyuruh hana untuk beristirahat.
__ADS_1
"Hmmm, iya MA."putus hana.
"MA, aku ke kamar dulu yah."pamit Hana.
"Iya, sayang."sahut ibu lisa, hana pun sekarang ini langsung pergi dari dapur bersih dan langsung bergegas menaiki tangga lantai dua dan langsung menuju ke kamar tidurnya tersebut. Sedangkan di dapur bersih sekarang ini, ibu lisa langsung memanggil bik Ira untuk memasukkan dan menata bahan-bahan makanan dan lainnya tersebut ke dalam kulkas.
"Bik Ira, bik."panggil ibu lisa, sambil berterik memanggil bik Ira. Bik Ira yang mendengar suara sang majikan pun, bergegas menghampiri sang majikan tersebut.
"Iya, Bu Lisa."sahut bik Ira.
"Bik Ira, tolong bibik masukkan dan juga tata rapih barangan ini semua ke dalam kulkas yah bik."pinta ibu lisa kepada bik Ira.
"Baik bu Lisa, saya akan masukkan semuanya ke kulkas Bu."sahut bik Ira.
"Makasih bik Ira, ya sudah saya tinggal dulu."ucap ibu lisa.
"Iya, Bu Lisa."sahut bik Ira, bik Ira pun langsung membereskan semua barang-barang yang ada di sana dan langsung memasukan semuanya kedalam kulkas. Sedangkan ibu Lisa, kini sudah pergi meninggalkan dapur bersih tersebut.
__ADS_1