KETIKA TAKDIR MEMPERSATUKAN

KETIKA TAKDIR MEMPERSATUKAN
Namaku Alena, Tante 2


__ADS_3

Fauzan pun langsung bergegas meminta maaf, kepada hana. Karena hal tersebut, adalah permintaan dari sang putri kecilnya itu yang memintanya. Kini fauzan sudah di hadapan hana, lalu ia bergegas menyodorkan tangannya kepada hana.


Fauzan menyodorkan tangannya kepada hana, untuk meminta maaf atas kesalahannya yang ia buat. Hana pun hanya membalasnya, dengan menangkupkan tangannya di depan dadanya. Dan hana juga, sudah memaafkan atas kesalahan yang fauzan buat itu.


"Saya minta maaf kepada anda, atas segala ucapan saya yang telah menyakiti perasaan kamu. Dan saja juga mau berterima kasih kepada kamu, yang telah menjaga putri saya."ucap fauzan kepada hana, sambil menyodorkan tangannya kepada hana. Yang kini fauzan berhadapan-hadapan langsung, dengan hana.


"Iya, pak sama-sama. Saya sudah memaafkan anda kok pak, tenang saja. Allah SWT saja, mau memaafkan atas semua kesalahan hamba-hambanya. Masa saya sebagai seorang manusia biasa, tidak mau memaafkan kesalahan dengan sesama manusia."sahut hana kepada fauzan, sambil menangkupkan tangannya di depan dadanya.


"Jadi, kamu sudah memaafkan saya kan?."tanya fauzan kepada hana.


"Iya, pak. Saya sudah memaafkan kesalahan bapak kok, jadi bapak tenang saja."jawab hana kepada fauzan.


"Terima kasih banyak, kamu sudah mau memaafkan saya."ucap Fauzan kepada hana.


"Sama-sama, pak."sahut hana.


Lalu fauzan pun, mengajak putrinya untuk pergi dari sana. Karena ia masih banyak pekerjaan lainnya, yang akan ia kerjakan di kantor perusahaan nya tersebut. Fauzan pun berpamitan dengan emir, dan juga dengan hana.


"Alena, ayo kita pulang."ajak fauzan kepada sang putri kecilnya itu, sambil menggenggam tangan putrinya tersebut.


"Yah, padahal aku ingin main lagi sama tante hana, PA."ucap alena kepada sang Papa, sambil mengerucutkan bibirnya dan nampak sedih. Hana yang melihat alena yang nampak sedih pun, langsung menghampiri alena.


"Alena, sayang. Kenapa sedih, hmmm?."tanya hana, sambil berjongkok menyamakan posisinya.


"Alena sedih Tan, karena alena ingin main lagi sama tante hana. Tapi, papa ngajak hana pulang."jawab alena, dengan lirih.


"Alena sayang, kamu jangan sedih dong. Nanti kita berdua main lagi kok, kalau tante ada waktu."ucap hana.


"Serius, tan?."tanya alena.


"Serius, sayang."jawab hana.


"Janji, tante."ucap alena, sambil menyodorkan jari kelingkingnya kepada hana.


"Janji."sahut Hana, sambil menautkan kelingkingnya dengan kelingking alena.


"Makasih, tante hana."ucap alena,lalu langsung memeluk tubuh hana.


"Sama-sama, sayang."sahut hana, sambil memeluk tubuh alena.


"Mmm, tante."ucap alena malu-malu.


"Iya, sayang, ada apa?."sahut hana, sambil bertanya.


"Mmm, boleh nggak aku manggil tante. Mama."ucap alena.


"Mmm, boleh sayang."sahut hana.

__ADS_1


"Makasih, tante."ucap alena.


"Iya, sayang."sahut hana.


Yang di lakukan hana dan alena, tidak luput dari pandangan emir dan juga fauzan. Fauzan yang melihat anak nya bahagia pun, ikut bahagia. Karena selama ini, putri kecilnya itu tidak pernah sama sekali sebahagia bersama dengan hana ini. Sedangkan emir, malah cemburu dengan kedekatan mereka berdua.


"Papa bahagia, kalau melihat kamu bahagia sayang."gumam Fauzan di dalam hati, sambil menatap alena dan hana berpelukan.


"Alena, ayo kita pulang."ajak fauzan kepada putri kecilnya.


"Iya, PA."sahut alena.


"Pak emir, saya permisi dulu."pamit Fauzan kepada emir, sambil menyodorkan tangannya.


"Iya, pak fauzan. Terima kasih banyak, atas kerja sama nya."sahut emir, sambil berjabatan tangan dengan fauzan.


"Sama-sama, pak emir."timpal fauzan kepada Emir.


"Mbak hana, saya dan alena permisi dulu."pamit fauzan kepada hana.


"Iya, pak."Sahut hana.


"Mari pak emir, mbak hana."ucap fauzan kepada emir dan hana.


"Mari."sahut emir dan hana, bersamaan.


"Iya, sayang, hati-hati yah di jalan."sahut hana.


"Iya, MA."timpal alena.


Fauzan dan alena pun melangkahkan kakinya, meninggalkan emir dan hana. Namun ketika baru beberapa langkah saja, ia di hentikan oleh suara putri kecilnya.


"PA, berhenti dulu."ucap alena.


"Kenapa, sayang?."tanya fauzan.


"Alena mau minta nomor telefonnya mama hana dulu, PA."jawab alena.


"Ya udah sana, tapi jangan lama-lama yah sayang."putus fauzan.


"Iya, PA."timpal alena, lalu menghampiri hana kembali.


"MA, mama hana."panggil alena.


"Iya, sayang. Ada apa, kok balik lagi?."tanya hana.


"mmm, itu MA."jawab alena, malu-malu.

__ADS_1


"Itu apa, Alena?."tanya hana.


"mmm, apa boleh aku minta nomor telefonnya mama hana?."tanya alena.


"Boleh kok, sayang."jawab hana.


"Serius, MA."tanya alena.


"Serius dong, sayang."jawab hana.


"Makasih yah, MA."ucap alena.


"Sama-sama kok, sayang."sahut hana.


"Oh, yah. Mana handphone nya, sayang?."tanya hana.


"Ini, MA."ucap alena, sambil memberikan ponsel kepada hana.


"Oke, mama masukin yah. Nomor handphone nya mama, ke handphone nya alena"ucap hana, lalu mengetik nomor telefonnya itu di ponsel alena.


"Iya, MA."sahut alena.


"Ini sayang, udah mama masukin nomor nya."ucap hana, menyodorkan ponsel milik alena kepada pemiliknya.


"Iya, MA. Makasih yah, MA."ucap alena.


"Iya, sayang."sahut Hana, sambil mengelus rambut alena.


"Ya udah MA, alena pulang dulu yah."pamit alena.


"Iya, sayang, hati-hati yah."sahut hana.


"Iya, MA."ucap alena.


"Dah, mama hana."ucap alena sambil melambaikan tangannya.


"Dah, alena."sahut Hana, sambil melambaikan tangannya juga.


Alena dan fauzan pun, sudah menghilang dari pandangan hana dan emir. Emir pun, mengeluarkan suaranya untuk menyindir hana. Yang sangat perhatian dengan alena tersebut, dan membuat ia sangat cemburu.


"Mama hana konon."sindir Emir.


"KAK."ucap hana, dengan penekanan.


"Udah selesai kunjungan keluarga nya?."tanya emir, sambil menyindir Hana.


"Apa sih, kak."tepis Hana.

__ADS_1


"Oh, yah kak. Aku udah bawain, makan siang buat kakak loh. Ayo kak, kita keruangan kakak."ajak Hana, sambil menarik lengan emir.


__ADS_2