
Pagi minggu ini, pukul sekitar jam sembilan pagi. David datang bertamu, ke rumahnya pak lukman. Sekarang ini david sudah dalam perjalanan, menuju ke arah rumahnya pak lukman. Mengendarai mobil pribadi nya, david tersebut.
Beberapa menit kemudian, david pun sampai di depan pagar besi tinggi rumahnya pak lukman. David mengklakson mobilnya itu, di depan pintu pagar rumahnya pak lukman. Karena pak jono sudah tahu, mobil tersebut adalah milik david. Lalu pak jono, langsung membukakan pintu pagar rumahnya pak lukman.
"Tin tin tin"suara klakson mobil david, di depan pintu pagar rumahnya pak lukman.
"Sebentar den. sebentar."ucap Pak jono kepada david, sambil membukakan pintu pagar rumah tersebut.
"Silahkan, masuk den david."sambung pak jono kepada david, yang sudah membukakan pintu pagar rumahnya pak lukman.
"Makasih, pak jono."ucap david kepada pak jono, lalu membawa mobilnya itu masuk ke dalam pekarangan rumahnya pak lukman dan meninggalkan pak jono di tempat.
"Sama-sama, den david."sahut pak jono kepada david.
Kini mobil david pun, berhenti tepat di halaman rumahnya pak lukman. Lalu david keluar dari dalam mobilnya itu, dan langsung berjalan menuju ke arah pintu masuk rumahnya pak lukman.
David pun, langsung memencet bel rumahnya pak lukman. Dan juga mengetuk pintu, rumah tersebut. Lalu datanglah sintia, yang membukakan pintu masuk rumahnya pak lukman.
"Teng nong, teng nong, teng nong"suara bel rumahnya pak lukman, yang di pencet oleh david tersebut.
"Tok tok tok. Assalamualaikum."david mengetuk pintu masuk rumahnya pak lukman, sambil mengucapkan salam.
"Ya, sebentar."teriak sintia, yang sedang berjalan menuju ke arah pintu masuk rumahnya pak lukman.
"Wa'alaikum salam."sambung sintia, sambil membukakan pintu masuk rumahnya pak lukman.
Sintia membukakan pintu masuk rumahnya pak lukman, dan berdirilah seorang pria yang berumur sekitar 30 tahunan di depan pintu. Pria tersebut berwajah Tionghoa, dan juga cukup tampan tentunya. Lalu sintia bertanya kepada seorang pria itu.
"Maaf, bapak mau cari siapa yah?. Kalau, boleh tau."tanya sintia kepada david.
David yang melihat sintia, berdiri di depan pintu rumahnya pak lukman pun. Terpanah, akan kecantikan dari sintia. Walaupun sintia tidak memakai make up, sekali pun. David tetap melihat kecantikan alami, yang terpancar dari wajahnya sintia.
"Pak.., pak.., pak..."panggil sintia kepada david tersebut.
"Eh, Iya."sahut david kepada sintia, yang baru tersadar dari lamunannya.
"Bapak, mau cari siapa yah?."tanya sintia kepada david.
"Mmmm, saya mau cari emir. Saya david, sahabatnya emir."jawab david kepada sintia.
__ADS_1
"Oh, bapak, sahabatnya tuan emir."ucap sintia kepada david.
"Iya, terus kamu siapa?."sahut david kepada sintia, sambil bertanya.
"Saya, pembantu baru di sini pak."jawab sintia kepada david, sambil memperkenalkan diri.
"Oh, kamu ART barunya, om lukman."ucap david kepada sintia.
"Iya, pak."sahut sintia kepada david.
"Mbak, terus emirnya ada nggak di rumah?."tanya david kepada sintia.
"Tuan emirnya, ada pak, mungkin sekarang sedang berada di kamarnya pak."jawab sintia kepada david.
"Bapak, silahkan masuk dulu. Biar nanti saya panggilkan, tuan emirnya pak. Ayo, silahkan masuk pak."sambung sintia kepada david, sambil mempersilahkan david masuk ke dalam rumah tersebut.
"Eh, Iya mbak. Makasih."sahut david kepada sintia, sambil masuk ke dalam rumah tersebut.
"Iya, pak."timpal sintia kepada david, sambil ikut masuk kedalam rumah tersebut.
"Pak, silahkan duduk."ucap sintia mempersilakan david untuk duduk di sofa ruang tamu.
"Pak, saya panggilin tuan emirnya dulu yah."ucap sintia kepada david.
"Eh, nggak usah mbak. Biar saya saja, yang ke kamarnya emir."sahut david kepada sintia.
"Oh, kalau begitu, saya tinggal dulu pak."ucap sintia kepada david.
"Iya, mbak."sahut david kepada sintia.
Sintia pun melangkah kakinya meninggalkan david, yang masih duduk di sofa ruang tamu. Sambil memperhatikan sintia, yang berjalan menuju ke arah dapur kotor. Sintia melangkahkan kakinya, masuk kedalam dapur kotor tersebut.
David tersadar dari lamunannya, ketika sintia sudah menghilang di hadapan david. Lalu david pun, langsung melangkahkan kakinya menuju ke arah tangga lantai dua rumah itu. David menaiki tangga menuju ke arah lantai dua, dan menuju ke kamarnya emir.
" Kok, gue ngelamunin ARTnya emir yah. Tapi dia itu, memang cantik banget sih."gumam david, yang tersadar dari lamunannya.
"Apa bener dia itu, ARTnya emir. Atau, ada yang belum gue ketahui. Ya udah deh, gue langsung ke kamar emir aja."sambung david, sambil bergumam. Dan langsung menuju ke arah tangga lantai dua rumah itu, lalu david langsung menaiki tangga menuju ke lantai dua.
David sudah sering sekali, main ke rumahnya pak lukman. Dari masa kanak-kanak sampai sekarang ini, david sudah menganggap keluarga emir seperti keluarganya sendiri. Dan emir juga sudah menganggap keluarga david, seperti keluarganya sendiri.
__ADS_1
David pun, Sampai juga di depan kamarnya emir. Lalu david, mengetuk pintu kamar tidurnya emir. Sambil memanggil-manggil nama sahabatnya itu, emir yang sedang berada di dalam kamar tidurnya.
"Tok tok tok."david mengetuk, pintu kamar tidurnya emir.
"Pak bro...Pak bro..."panggil david kepada emir.
Emir yang mendengar, suara ketukan pintu kamarnya pun. Langsung saja, membuka pintu kamar tidurnya itu. Dan ternyata yang datang adalah asisten pribadinya dan juga sekaligus sahabatnya. Yaitu, david yang sedang mengetuk-ngetuk pintu kamar tidurnya tersebut.
"Ya, tunggu sebentar."sahut emir, berjalan menuju ke arah pintu kamar tidurnya. Lalu emir, sambil membuka pintu kamar tidurnya.
"Ooh, elu vid. Kirain siapa, yang ngetuk-ngetuk pintu kamar gue."sambung emir kepada david,
yang melihat david di depan pintu kamarnya tersebut.
"Iya, gue."sahut david kepada emir.
" Emangnya siapa sih, yang elu cari pak bro."tanya david kepada emir, yang sedang berdiri di depan pintu kamar tidurnya emir.
"Bukan siapa-siapa."tepis emir kepada david.
"Masa sih, pak bro."goda david kepada emir.
"Iya."sahut emir kepada david.
David bertanya tentang sintia kepada david, emir akan mengasih tahu tentang sintia itu. Lalu emir pun, mengajak david untuk mengobrol di roof top rumahnya pak lukman tersebut.
"Ngomong-ngomong yah, pak bro. ART baru elu, itu siapa sih, namanya?."tanya david kepada emir.
"Siapa vid, bi ira?."ucap emir kepada david.
"Jangan berlagak sok bodo, pak bro. Itu loh, ART baru pak bro yang cantik."ucap david kepada emir.
"Oh, dia. ya sudah. Elu, ikut gue ke roof top, kalo kepingin tahu sih ceritanya. Kalo nggak kepingin tahu, yah sudah, gue sih nggak maksa yah."sahut emir kepada david.
"Ya, ya , oke. Gue ikut elu, ke roof top."ucap David kepada emir.
" Ya sudah, ayo ikut gue, ke roof top."ucap Emir kepada david, lalu melangkahkan kakinya menuju ke arah tangga lantai tiga.
"Iya, bapak emir."timpal david kepada david, sambil mengikuti langkah emir tersebut.
__ADS_1
Emir dan david pun, berjalan menuju ke arah tangga lantai tiga rumahnya pak lukman. Yang menuju ke roof top, rumah itu. Emir dan david, langsung menaiki tangga menuju ke roof top.