
Kini hana sedang bantu-bantu untuk acara bukber, hari ini di rumahnya pak lukman. Halaman rumahnya pak lukman sekarang ini, sudah ada tenda dan juga ada beberapa kursi yang berjejer rapih di gunakan untuk acara bukber hari ini.
Sekarang emir sudah pulang ke rumahnya, lalu ia langsung masuk kedalam kamarnya dan langsung bergegas menuju ke kamar mandi. Untuk membersihkan badannya, yang sudah di penuhi oleh keringat. Setelah selesai mandi, emir pun segera mengambil baju di lemari pakaiannya.
Emir pun bergegas untuk memilih pakaian yang akan ia kenakan, di acara bukber tersebut. Emir kini sudah memilih sebuah baju koko berlengan panjang berwarna cokelat tua, dan mengenakan sarung berwarna cokelat. Ia juga tidak lupa untuk mengenakan peci hitam, sebagai pelengkapnya.
SKIP
Akhirnya semua persiapan bukber pun, sudah diselesaikan dengan baik. Kini Para anak-anak yatim-piatu pun, sudah pada hadir di halaman rumahnya pak lukman. Tinggal hanya pak ustadz nya saja, yang belum hadir disana.
Emir yang kini sedang berdiri di halaman rumah papanya itu, sambil melihat apakah semua yang ia undang sudah pada hadir apa belum. Emir melihat anak-anak yatim-piatu sudah hadir, tinggal ustadz nya saja yang belum hadir.
Lalu emir pun bertanya kepada david, yang kebetulan sekarang ini berada di dekatnya. Emir langsung menanyakan ustadz nya yang belum juga sampai disana, kepada david. Karena beberapa menit lagi, akan memasuki waktu Maghrib.
"Vid, ustadz nya mana sih?. Kok belum juga sampai-sampai ustadz nya, vid. Padahal semua anak-anak yatim-piatu nya saja sudah pada hadir disini, ini malahan ustadz nya belum juga nonggol."tanya emir kepada david, yang kini sedang sedang berdiri di halaman rumahnya tersebut.
"Sabar pak bro, bentar lagi juga sampe kok."jawab david.
"Ya, mana orangnya. Dari tadi belum juga nonggol-nonggol tuh ustadz, apa jangan-jangan luh belum ngundang tuh ustadz lagi?."ucap emir, dengan menahan diri agar tidak marah-marah.
"Enak ajah pak bro, gue udah undang tuh ustadz yah. Mungkin sekarang tuh ustadz nya, masih di jalan lagi. Sabar pak bro, bentar lagi juga dateng tuh ustadz nya."ujar david.
Dan datanglah seorang ustadz yang masih muda, tampan dan juga tinggi. Lalu ustadz tersebut, berjalan memasuki halaman rumahnya pak lukman. David yang melihat ustadz yang ia undang pun, langsung memberitahu emir dan bergegas menghampiri ustadz tersebut.
"Pak bro, itu-tuh ustadz nya udah dateng."seru david kepada emir, sambil menunjuk seorang ustadz tampan yang berjalan di halaman rumahnya pak lukman tersebut. Emir pun, langsung menatap ke arah yang di tunjuk oleh david. Di sana emir melihat seorang ustadz muda dan tampan, yang sedang berjalan.
"Ayo pak bro, kita sambut ustadz nya."ajak david kepada emir, david langsung menghampiri sang ustadz. Sedangkan emir pun, ikut menyusul david untuk menyambut sang ustadz tersebut.
David dan emir, langsung bergegas menyambut sang ustadz yang baru saja datang. David yang merupakan seorang yang tahu tentang sang ustadz, bergegas menceritakan kepada emir. Kalau ustadz tersebut merupakan seorang ustadz, yang lagi terkenal kalangan muda-mudi ataupun orang tua.
"Selamat datang, ustadz."ucap david kepada sang ustadz, yang sedang menyambut sang ustadz. Sambil menjabat tangan, sang ustadz tampan.
"Eh iya, pak. Maaf yah, pak. Saya baru saja datang, sebabnya tadi jalanan macet sekali."sahut ustadz tersebut, menyambut jabatan tangan david.
"Iya, ustadz tidak apa-apa kok ustadz."timpal david kepada ustadz.
"Pak bro, kenalin ini namanya ustadz Zayyan. Beliau ini sangat terkenal sekali, di kalangan muda-mudi maupun orang tua loh."ujar david, memperkenalkan ustadz tersebut kepada emir.
"Oh, yah ustadz kenalin ini namanya pak bro emir sang pemilik acara bukber ini."ujar david kepada ustadz Zayyan, sambil memperkenalkan emir.
"Perkenalkan nama saya Emir, ustadz. Saya di sini, selaku pemilik acara bukber ini."ucap emir, memperkenalkan diri kepada ustadz Zayyan. Sambil mengulurkan tangannya, ke ustadz Zayyan.
"Oh, iya pak emir, salam kenal yah. Saya Zayyan, yang di undang oleh pak david kesini."jelas ustadz Zayyan, sambil membalas uluran tangan Emir. Dan mereka berdua pun, saling berjabatan tangan.
"Iya ustadz, salam kenal juga."timpal emir.
Setelah selesai acara penyambutan sang ustadz, emir pun. Yang selaku pemilik acara bukber, langsung menyuruh sang ustadz untuk ikut dengannya dan berkumpul di halaman rumahnya pak lukman tersebut bersama dengan orang-orang di sana.
"Mari, ustadz."ajak emir, kepada ustadz Zayyan. Emir, david dan ustadz Zayyan pun berjalan menuju ke arah halaman rumahnya pak lukman yang sudah di penuhi oleh anak-anak yatim-piatu yang sudah hadir disana. Bukan cuma anak-anak yatim-piatu saja di sana, tapi ada juga pak lukman dan ibu lisa yang sedang duduk di teras rumahnya yang menghadap ke arah para anak-anak yatim-piatu tersebut.
__ADS_1
"Iya, pak emir."sahut ustadz Zayyan, kepada emir. Ustadz Zayyan pun, berjalan mengikuti langkah emir dan david.
Kini emir, david dan juga ustadz Zayyan pun sampai di sana. Emir mempersilahkan ustadz Zayyan untuk duduk, di tempat yang sudah di sediakan disana.Dan mereka kini, berkumpul bersama dengan pak lukman dan ibu lisa.
"Silahkan, ustadz."ucap emir, mempersiapkan ustadz Zayyan untuk duduk disana yang tersedia di sana.
"Iya, terima kasih pak emir."sahut ustadz Zayyan, lalu langsung duduk di sana yang tersediakan di sana.
Ustadz Zayyan pun, duduk di sana. Datanglah hana, hana pun kini ikut duduk bersama dengan pak lukman,ibu lisa, emir, david dan juga ustadz Zayyan disana. Hana baru saja datang dari dalam rumahnya, karena ia sedang membantu bi Ira dan mbok darmi untuk mempersiapkan bingkisan untuk para anak-anak yatim-piatu tersebut.
Ustadz Zayyan pun, melihat kedatangan hana. Ustadz Zayyan memandang ke arah hana, sedangkan hana tidak memandang ustadz Zayyan. Ustadz Zayyan pun, terpanah akan kecantikan hana yang hanya sedikit memakai bedak dan lipstick.
"Cantik."gumam ustadz Zayyan, ketika melihat hana yang baru saja datang di sana.
Lalu ustadz Zayyan pun, segera memutuskan pandangan nya terhadap hana. Ustadz Zayyan langsung beristighfar, karena ia telah memandang wajah hana. Walaupun hanya dengan sepersekian detik saja ia menatap wajah hana, ia pun bertanya-tanya di dalam hati dan pikirannya tentang hana.
"Astaghfirullah Hal'adzim. Zayyan, kamu tidak boleh begitu dosa."ucap ustadz Zayyan, di dalam hati. sambil beristighfar, di dalam hati.
"Tapi siapakah dia, mengapa dia berada disini?. Apakah dia, istri dari pak emir yah?."gumam ustadz Zayyan, di dalam hati. Sambil berpikir tentang sosok wanita yang ia lihat sekarang, yaitu hana(sintia).
Lalu emir mempersilahkan ustadz Zayyan, untuk memimpin acara bukber tersebut. Ustadz Zayyan, langsung memimpin acara bukber hari ini. Dan akhirnya acara bukber pun di buka, oleh ustadz Zayyan.
"Silahkan ustadz Zayyan, untuk memimpin acara bukber nya."ucap Emir, mempersilahkan ustadz Zayyan untuk memimpin acara bukber hari ini.
"Baik, pak emir."sahut ustadz Zayyan, lalu ia pun langsung berdiri dari duduknya dan langsung berdiri di depan semua orang yang ada disana. Ustadz Zayyan pun, langsung memberikan tausiyah kepada hadirin yang ada disana.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh."ucap ustadz Zayyan kepada para hadirin di sana.
"Hadirin hadirat, yang di muliakan Allah SWT. Saya disini akan menyampaikan sedikit tausiyah, untuk para hadirin hadirat sekalian yang di rahmati Allah SWT. Tausiyah yang akan saya bawakan disini berjudul, 4 Hikmah yang Disyariatkan Puasa Ramadhan."ujar ustadz Zayyan.
"Ramadhan merupakan bulan istimewa. Selain waktu yang di pilih oleh Allah untuk waktu menjadi turun firman-nya. Ramadhan juga merupakan waktu dilaksanakan nya rukun Islam yang keempat yaitu puasa, yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim di dunia.
Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 183:
Artinya:"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa."
Puasa memiliki banyak keistimewaan. Di antaranya, ia menjadi satu-satunya ibadah yang Allah berkata untuk nya:
"Puasa untuk-ku dan aku sendiri yang akan membalasnya."(shahih Al-Bukhari hadis 1894).
Ada banyak hikmah di balik di syariatkannya puasa, di antara hikmah tersebut disebutkan oleh Syekh Muhammad Ali As-shabuni dalam kitabnya sebagai berikut:
Artinya:"Para cendikiawan dan ulama mengetahui rahasia hikmah di balik disyariatkannya puasa. Mereka menemukan banyak faidah dan rahasia di dalamnya. Dikuatkan juga oleh para pakar kesehatan yang melihat bahwa dalam puasa terdapat penanganan dan penjagaan yang baik, juga obat yang paling mujarab bagi banyak penyakit pada tubuh yang tidak dapat ditangani kecuali oleh penjagaan sempurna, serta memutus dari makan dan minum untuk beberapa waktu". (Muhammad Ali As-shabuni,Rawaiul Bayan, juz 1, halaman 217).
Lebih lanjut, Syekh As-Shabuni menyebutkan empat hikmah disyariatkannya puasa. Secara ringkas empat hikmah puasa itu adalah:
__ADS_1
Pertama, puasa merupakan salah satu bentuk ibadah yang disyariatkan untuk melatih manusia tunduk dan patuh terhadap perintah Allah.
Artinya:"Allah tidak akan mensyaratkannya ibadah kecuali untuk mendidik manusia (membentuk kemampuan bertakwa), membuatnya terbiasa untuk tunduk , beribadah dan patuh terhadap perintah Allah. Puasa merupakan bentuk penghambaan kepada Allah, melaksanakan perintah-Nya dan menjaga kehormatan-Nya. Karenanya dalam hadits qudsi disebutkan:"Setiap perbuatan yang dilakukan oleh anak Adam itu miliknya kecuali puasa. Puasa milik-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Ia meninggalkan makan dan minum karena-Ku." Maka penghambaan yang di lakukan oleh manusia kepada Allah dan penyerahan total dirinya terhadap dan hukum Allah merupakan tujuan utama disyariatkannya ibadah." (As-Shabuni, Rawaiul Bayan, 1/217).
Kedua, puasa disyariatkan untuk melatih jiwa dan membuat terbiasa dalam menanggung beban kepayahan di jalan Allah.
Artinya,"Hikmah kedua disyariatkan puasa ialah mendidik jiwa dan membiasakannya untuk sabar dalam menanggung rasa susah di jalan Allah. Puasa dalam hal ini mendidik kekuatan keinginan melakukan sesuatu dan menjadikan manusia lebih bijak dalam mengatur hawa nafsu dan keinginannya".(As-Shabuni, 1/217).
Ketiga, puasa melatih manusia untuk lebih peka terhadap lingkungan, peka dan welas asih terhadap sesama manusia dengan melembutkan hati serta jiwa yang melakukannya.
Wabillahi taufik wal hidayah wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh."Ustadz Zayyan pun, langsung menutup tausiyah nya. Setelah itu ia pun, langsung membacakan doa dan di ikuti oleh para hadirin disana.
Setelah selesai memberikan tausiyah, ustadz Zayyan pun menutup tausiyah nya dengan berdoa bersama. Dan waktu Maghrib pun tiba, para anak-anak yatim-piatu dan juga orang-orang yang ada disana pun langsung berbuka puasa. Setelah berbuka puasa bersama, semua orang di sana pun langsung bergegas menunaikan shalat Maghrib disana.
Setelah selesai sholat magrib, mereka semua orang yang ada disana kini sedang menikmati nasi box yang telah bagikan satu-persatu kepada mereka semua. Emir, david, pak lukman ibu lisa hana dan juga ustadz Zayyan pun sekarang menikmati makanannya.
Beberapa menit kemudian, akhirnya mereka semua kini sudah selesai makan. Lalu emir meminta tolong kepada hana, untuk mengambilkan amplop yang berisikan uang untuk anak-anak yatim-piatu tersebut.
"Hana."panggil emir kepada hana.
"Iya, kak."sahut hana, sambil menatap wajah emir yang kini bersebelahan dengan ustadz Zayyan.
"Hana, tolong ambilkan amplop yah, di dalam kamarnya kakak. Tempatnya ada di atas meja nakas, disitu amplop nya. Tolong kamu bawa kesini amplopnya, yang sudah kakak taruh di pouch bag yah, han."ucap emir, meminta tolong hana agar mengambilkan amplop yang berisikan uang untuk anak-anak yatim-piatu tersebut.
"Baik, kak. Ya sudah kak, aku ambilkan dulu amplopnya."sahut hana, lalu langsung bergegas menuju ke arah kamarnya emir dan meninggalkan semua orang disana. Interaksi antara emir dan hana pun, tidak luput dari pandangan ustadz Zayyan yang berada disana. Ustadz Zayyan berfikir bahwa hana, adalah adik dari emir.
"Oh, ternyata adiknya. Saya kira dia, adalah istrinya."gumam ustadz Zayyan didalam hati.
Hana pun kembali ke sana, sambil membawakan sebuah pouch bag yang berisikan amplop untuk anak-anak yatim-piatu tersebut. Lalu hana langsung menyerahkan pouch bag tersebut, kepada emir.
"Ini kak, pouch bag nya."ucap Hana, sambil memberikan sebuah pouch bag yang berisikan amplop kepada emir.
"Makasih yah, han."ucap emir, menerima pouch bag dari hana.
"Iya, kak, sama-sama."sahut Hana, lalu hana pun langsung bergegas menuju ke arah ibu lisa kembali.
__ADS_1
Amplop untuk anak-anak yatim-piatu pun, mulai di bagikan oleh emir. Dan bukan itu saja, masih ada bingkisan untuk para anak-anak yatim-piatu tersebut. Hana, david dan orang-orang yang ada di pun ikut membagikan bingkisan kepada anak-anak yatim-piatu.