
Sintia, ibu lisa dan pak lukman, kini sudah berada di meja makan. Mereka bertiga, sedang sarapan pagi seperti biasanya. Lalu datanglah emir ke meja makan tersebut, sambil menyapa ibu lisa pak lukman dan sintia.
"Pagi MA, PA, hana."sapa emir kepada ibu lisa dan pak luman, ketika sampai di meja makan.
"Pagi, nak."sahut ibu lisa dan pak lukman kepada emir, sambil menikmati sarapannya.
"Pagi juga, kak."sahut sintia kepada emir, di sela-sela sarapannya.
Emir pun duduk di kursi meja makan, dekat dengan sintia. Lalu sintia langsung mengambil sarapan, yang diinginkan oleh emir tersebut. Mereka berempat pun, sedang asyik menikmati sarapannya masing-masing.
"Kakak mau makan apa, biar aku ambilin sekalian?."tanya sintia kepada emir, sambil menawarkan bantuan.
"Aku mau, roti tawar sama selai nanas ajah, hana."sahut emir kepada sintia.
"Ya udah, aku buatin dulu yah, kak."ucap sintia kepada emir, lalu langsung bergegas mengambil dua lembar roti tawar, setelah itu sintia langsung mengolesinya dengan selai nanas.
"Iya, hana."sahut emir.
"Ini kak, rotinya."sintia menyodorkan roti tersebut kepada emir, lalu emir langsung menerima roti itu.
"Makasih, hana."ucap emir Kepada sintia, sambil menerima roti dari sintia, lalu langsung memakannya.
"Iya, kak."jawab sintia, lalu langsung menikmati sarapannya kembali.
"Oh, yah, emir. Gimana kabar kantor, sekarang?."tanya pak lukman kepada emir.
__ADS_1
"Alhamdulillah, lancar, PA."jawab emir Kepada pak lukman.
"Alhamdulillah, kalau lancar mah, nak. Papa, jadi tenang kan sekarang."ucap pak lukman kepada emir.
"Iya, PA."sahut emir.
Pak lukman sekarang tidak bekerja lagi di kantor perusahaannya, dan di gantikan oleh emir. Karena pak lukman sudah lanjut usia, jadi pak lukman memberikan semua tugasnya itu kepada emir. Emir sekarang memegang kendali, di semua kantor perusahaan AL-RASYID CORPORATION.
Emir pun pamit ke kantor, kepada mereka bertiga disana. Lalu emir langsung melangkahkan kakinya, menjauh dari meja makan tersebut. Dan langsung berjalan keluar rumah, menuju ke arah mobilnya itu.
"PA, MA. Aku pergi ke kantor dulu, yah.."pamit emir kepada mereka.
"Iya, nak."sahut pak lukman dan ibu lisa.
"Iya, kak."sahut sintia kepada emir.
"Assalamu'alaikum."ucap emir, lalu langsung bergegas pergi dari sana.
"Wa'alaikum salam."sahut mereka bertiga kepada emir, berbarengan.
Emir langsung melajukan mobilnya itu, menuju ke kantor perusahaannya tersebut. Pak lukman, ibu lisa dan juga sintia, sudah selesai sarapan. Ibu lisa dan pak lukman kini mereka berdua, sedang berada di ruang keluarga. Sedangkan sintia kini, sedang membantu bik Ira mencuci piring di dapur.
Setelah selesai mencuci piring, sintia pun pergi ke kamarnya. Di dalam kamarnya, sintia menuju ke arah pintu balkonnya. Di sana sintia duduk di kursi gantung, menikmati udara pagi. Beberapa menit kemudian, sintia pun merasa bosan disana.
"Ahhhh, sejuknya udara pagi."ucap sintia, yang sedang duduk di kursi gantung sambil menikmati udara pagi di balkon kamarnya tersebut.
__ADS_1
"Bosen juga yah, disini terus."lirih sintia, yang masih duduk di kursi gantung yang terdapat di balkon kamar tidurnya.
"Aku, kedalem ajah deh, di sini udah mulai panas lagi."ucap sintia, lalu langsung beranjak dari sana menuju ke dalam kamarnya.
Lalu sintia, bergegas pergi dari balkon kamarnya tersebut. Setelah itu sintia langsung mengambil laptopnya itu yang berada di atas meja belajar, di bawanya laptop itu ke sofa panjang kamar tidurnya.
Sintia menjatuhkan bobot tubuhnya itu, di atas sofa panjang yang terdapat di dalam kamarnya. Sintia langsung membuka laptopnya, dan ia menonton video tausiyah salah satu ustadz di aplikasi merah.
"" Jika kau melihat seekor semut terpeleset dan jatuh ke air, maka angkat dan tolonglah ia, barangkali itu menjadi ampunan bagimu di akhirat.
Jika engkau menjumpai anak ayam yang terpisah dari induknya, maka ambil dan susulkan ia dengan induknya, semoga Allah mengumpulkan dirimu dan keluargamu di surga.
Jika engkau melihat orang tua membutuhkan tumpangan, maka antarkanlah ia, barangkali itu menjadi sebab kelapangan rezeki mu di dunia.
Jika engkau bukanlah seorang yang menguasai banyak ilmu agama, maka ajarkanlah alif ba' ta' kepada anak-anak mu, setidaknya itu menjadi amal jariyah untuk mu. Yang tidak akan terputus pahalanya, meski engkau berada di alam kuburmu.
JIKA ENGKAU TIDAK BISA BERBUAT KEBAIKAN SAMA SEKALI, MAKA TAHANLAH TANGAN DAN LISAN MU DARI MENYAKITI, SETIDAKNYA ITU MENJADI SEDEKAH UNTUK DIRIMU.
Al-imam Ibnu Mubarak Rahimahullah berkata;
( "Berapa banyak amalan kecil, akan tetapi menjadi besar karena pelakunya. Dan berapa banyak amalan besar, menjadi kecil karena niat pelakunya.")
Jangan pernah meremehkan kebaikan, bisa jadi seseorang itu masuk surga bukan karena puasa sunnahnya, bukan karena panjang sholat malamnya tapi bisa jadi karena akhlak baiknya dan sabarnya ia ketika musibah datang melanda. Rasulullah bersabda;
"Jangan sekali-kali kamu meremehkan kebaikan sekalipun, meskipun (hanya) kamu bertemu dengan saudara mu dalam keadaan tersenyum."(HR. Muslim.).""salah satu cuplikan isi video tausiyah ustadz, di aplikasi merah.
__ADS_1