
Kini hana dan emir sedang berada di dalam mobil, mereka juga sekarang sedang menuju ke salah satu mall yang ada di Jakarta. Mereka berdua baru saja pergi dari rumah, dan mau menuju ke mall. Hari minggu ini emir mengajak hana ke bioskop, di salah satu mall yang ada di Jakarta, dan kebetulan juga hari ini ia sedang libur bekerja.
Sehingga Emir pun, mengajak hana pergi ke mall. Di dalam mobil itu tidak ada percakapan apapun itu, hanya ada deru suara kendaraan yang melintas saja. Dan baru beberapa menit di perjalanan, hana pun yang memulai pembicaraan dengan emir. Sedangkan emir kini fokus menyetir, sambil menanggapi pembicaraan hana.
"Kak."panggil hana kepada Emir, sambil menengok ke arah emir yang kini sedang menyetir.
"Hmmm."sahut emir dengan gumaman.
"Kak, nanti di bioskop kita mau nonton film apa, kak?."tanya hana kepada emir.
"Kakak juga belum tau yah Han, mau nonton film apa nanti di sana-nya. Kita lihat aja nanti Han, film yang recommended yang ada disana."jawab emir.
__ADS_1
"Ooh, ya udah deh kalau gitu."timpal hana, sambil mengangguk-anggukan kepala.
"Han."panggil emir, yang kini masih fokus menyetir.
"Iya, kak. Kenapa?."sahut hana sambil bertanya dan kini ia menengok ke arah emir.
"Hana, kakak boleh tanya sesuatu nggak sama kamu Han?."tanya emir.
"Kakak mau tanya tentang kriteria calon suami kamu itu yang kaya gimana, Han?."tanya emir.
Emir tiba-tiba menanyakan kriteria calon suami hana, kepada hana tentunya. Hana pun kaget, karena tiba-tiba sang kakak menanyakan soal kriteria calon suaminya kelak di masa depan.
__ADS_1
"Kenapa kak?, kok tiba-tiba tanya kriteria calon suami aku sih. Nggak ada angin, nggak ada hujan. Kok tiba-tiba nanya kaya gitu sih kak."ujar hana.
"Hana, kamu itu tinggal jawab aja pertanyaan dari kakak. Apa susahnya sih, hana tinggal jawab aja."ucap emir dengan nada bicara yang cukup tinggi, dan sedikit emosi karena hana yang balik bertanya kepada nya.
"Hehehe, iya kak maaf, maaf. Ini juga mau di jawab kok, kak. Sabar kak, sabar. Jangan marah-marah mulu, nanti cepat tua loh kak."sahut hana dengan cengengesan.
"Cepetan hana, jawab."pinta emir.
"Iya, kak. Ini juga mau di jawab kok, kak."sahut hana.
"Kriteria calon suami aku itu, yang pertama harus satu iman sama aku pastinya. Yang kedua harus benar-benar laki-laki, bukan laki-laki jadi-jadian tentunya sih. Yang ketiga, laki-laki yang mau terima aku apa adanya. Yang keempat, laki-laki yang bertanggung jawab. Yang kelima, laki-laki yang bisa membimbing aku menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Dan yang terakhir, laki-laki tersebut harus sayang kepada kedua orang tuaku. Bukan cuma sayang sama aku saja, namun sayang kepada kedua orang tuaku juga."ujar hana panjang lebar.
__ADS_1
Emir pun bertanya kembali kepada hana, tentang bentuk fisik kriteria calon suami hana yang hana harapkan. Hana pun, menjawabnya dengan sejujur-jujurnya. Hana tidak mempermasalahkan tentang bentuk fisik calon suami hana nantinya, tidak harus yang gimana-gimana. Contoh-nya, yang ganteng, putih, tinggi, berhidung mancung dan lain-lainnya.