
"PA, ada apa?. Kok tumben-tumbenan malam-malam begini papa, ketuk-ketuk pintu kamar aku?."tanya emir.
"Itu, Emir. Hana, hana..."jawab pak Lukman, dengan bicara masih tergantung.
"Hana, hana kenapa PA?. Dia baik-baik aja kan, PA?."tanya emir dengan panik.
"Hana...."jawab pak Lukman, namun masih terpotong oleh emir.
"Hana kenapa PA, jawab dong PA?."pinta emir dengan panik.
"Hana nggak ada di kamarnya, emir."jawab pak lukman.
"Hah."kaget Emir, mendengar ucapan dari pak Lukman.
"Kok nggak ada, PA?. Memangnya hana kemana, PA?."lanjut Emir, sambil bertanya kepada papa-nya dengan keadaan panik dan bertanya-tanya tentang keberadaan hana.
"Papa dan mama juga nggak tahu, hana kemana. Tadi mama ke kamarnya, terus tiba-tiba hana-nya nggak ada di kamarnya. Mama kamu khawatir sekali dengan keadaan hana, Emir. Mama kamu sekarang ini sedang nangis-nangis di kamar."jawab pak lukman.
"PA, papa sama mama tentang saja yah. Aku pasti akan cari hana, sampai dia ketemu."ucap emir.
"Iya, nak."sahut pak lukman.
__ADS_1
"PA, mama di kamar yah?."tanya emir.
"Iya, nak. Mama kamu sekarang di kamar."jawab pak lukman.
"PA, aku mau temuin mama dulu yah."ucap emir.
"Emir, nggak usah."cegah pak lukman.
"Kenapa, PA?."tanya emir.
"Kamu cari hana saja dulu, kalau soal mama kan ada papa nak."jawab pak lukman.
"Iya, nak."sahut pak lukman.
Emir pun langsung mencari hana ke kamarnya, kini emir sudah berada di dalam kamarnya hana. Emir pun memanggil-manggil nama sang pemilik kamar tersebut yaitu, hana. Emir memanggil-manggil hana, dan juga mencari hana di setiap sudut di dalam kamarnya hana tersebut.
"Hana, hana. Hana, kamu di mana. Han."Emir kini, sedang memanggil-manggil nama sang pemilik kamar tersebut. Namun dia tidak menemukan keberadaan sang pemilik kamar tersebut, di setiap sudut kamar itu.
"Di kamarnya juga gak ada, dia dimana sih."ucap Emir.
"Aku harus cari hana, sampai dia ketemu juga. Apa mungkin di ruangan lainnya, yah. Coba aku cari dia di rooftop, kalau masih gak ada lagi baru aku cari di setiap sudut rumah ini."lanjut Emir.
__ADS_1
Emir pun langsung mencari hana, di rooftop. Di rooftop, emir belum juga menemukan keberadaan hana disana. Emir pun mulai mencari hana lagi, di setiap ruangan di lantai dua. Di lantai dua ia belum juga menemukan keberadaan hana, ia belum juga menyerah juga untuk menemukan sosok hana.
Emir kini mencari hana di lantai bawah, ia sekarang sedang menuruni anak tangga lantai dua. Di lantai bawah emir mencari hana, di setiap sudut rumahnya itu. Dia juga mencari hana, sambil meneriaki nama sosok yang ia cari tersebut. Emir mencari hana, di setiap sudut ruangan yang ada di dalam rumahnya itu.
"Hana...Hana...Hana, kamu di mana."teriak Emir sambil memanggil-manggil hana.
Emir sudah mencari hana, di setiap sudut rumahnya. Tapi dia masih belum juga, menemukan keberadaan hana disana. Emir sudah mencari hana di setiap sudut dan setiap ruangan, yang ada di dalam rumahnya itu. Tapi dia belum juga masuk kedalam ruang keluarga, yang berada di lantai satu tersebut.
Emir pun tiba-tiba berfikir, dia belum juga masuk kedalam ruang keluarga yang ada di lantai satu itu. Emir langsung bergegas menuju ke arah ruang keluarga, yang berada di lantai satu tersebut. Dia pun langsung membuka pintu ruang keluarga yang ada di lantai satu itu, lalu ia melangkahkan kakinya menuju ke dalam ruang keluarga tersebut.
Kreeek.......
Pintu ruang keluarga di lantai satu pun terbuka, orang yang membuka pintu tersebut yaitu Emir. Emir membuka pintu ruang keluarga di lantai satu, ia langsung melangkahkan kakinya kedalam sana. Namun, ia melihat ruang tersebut sangatlah gelap. Ia pun mencoba untuk menyalakan saklar lampu, yang ada di dalam ruang keluarga itu.
*Bersambung*.......
__ADS_1