KETIKA TAKDIR MEMPERSATUKAN

KETIKA TAKDIR MEMPERSATUKAN
UMROH


__ADS_3

Malam ini kira-kira pukul 8 malam, hana, emir, pak lukman dan ibu lisa baru saja tiba di bandara Soekarno-Hatta. Mereka berempat kini, akan pergi melaksanakan ibadah umroh di tanah suci.


Mereka berempat pun, bergegas turun dari dalam mobil. Lalu pak joko langsung mengeluarkan koper-koper milik mereka berempat, dan di bantu oleh emir. Setelah selesai mengeluarkan koper-koper tersebut, pak lukman sekeluarga pun berpamitan dengan pak joko.


"Pak joko, kami sekeluarga pamit dulu yah."pamit pak lukman kepada pak joko.


"Iya, pak lukman."sahut pak joko.


"Oh iyah, pak joko. Saya titip rumah yah, pak joko."ucap pak lukman.


"Baik, pak lukman. Saya akan jaga rumah pak lukman, dengan baik dan benar."sahut pak joko kepada pak lukman.


"Makasih, pak joko."ucap pak lukman.


"Sama-sama, pak lukman."sahut pak joko.


"Pak joko, saya dan keluarga saya pergi dulu. Assalamu'alaikum."ucap pak lukman.

__ADS_1


"Iya, pak. Wa'alaikum salam."sahut pak joko.


"Mari, pak Joko."ucap hana, sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam bandara.


"Iya, non Hana, mari."sahut pak joko.


Pak lukman sekeluarga pun berkumpul bersama para jamaah umroh lainnya, yang ikut dengan agen tour and travel yang mereka gunakan. Lalu mereka yang ada disana pun, menunggu waktu keberangkatan pesawat nya yang akan berangkat sebentar lagi.



Kini hana untuk pertama kalinya, dan walaupun ia sedang mengalami amnesia. Hana merasakan bahwa dirinya itu, takut dan cemas ketika pesawat akan terbang ke udara. Emir yang sedari tadi memperhatikan hana pun tahu, kalau hana kini sedang mengalami takut dan cemas.


Lalu emir pun, langsung menenangkan hana. Emir langsung bergegas menggenggam tangan hana, sambil menenangkan hana yang kelihatan takut dan cemas tersebut. Dan pesawat terbang pun, mulai terbang di udara.


"Han, kamu kenapa?."tanya emir.


"Eenggak papa, kak."jawab Hana, dengan sedikit terbata-bata.

__ADS_1


"Han, kamu takut yah?."tanya emir.


"I-iya, kak."jawab hana.


"Hana, kamu tenang yah, disini ada kakak kok yang jaga. Udah, sekarang kamu tidur ajah supaya rasa takut kamu hilang."ucap Emir, menenangkan hana. Sambil menggenggam tangan hana, dan hana pun hanya pasrah saja.


"Iya, kak."sahut hana, lalu langsung memejamkan kedua matanya dan tangannya itu pun masih di genggam oleh emir dengan sangat erat. Beberapa menit kemudian, hana pun tertidur. Sedangkan emir masih terjaga, sambil memperhatikan hana dari samping nya. Genggaman tangannya dan hana pun, belum juga lepas dari tadi.


"Han, andai kamu tahu. Kalau aku ini sangat sayang pada mu, namun sayang ku pada mu bukan sayang seorang kakak kepada adiknya. Namun, sayang seorang pria dewasa kepada seorang wanita. Han, jika suatu saat nanti ingatan mu kembali lagi. Apakah kamu mau memaafkan ku, atau malahan kamu akan sangat membenciku."gumam Emir di dalam hati, sambil memandangi wajah hana yang sedang tertidur. Lalu setelah itu, emir pun ikut menyusul hana yang yang sudah tertidur pulas tersebut di samping nya.


Beberapa jam kemudian, akhirnya pesawat terbang yang membawa jamaah umroh pun sampai juga di bandar udara Internasional King Abdulaziz. Lalu para rombongan jamaah umroh pun, mulai turun dari dalam pesawat terbang tersebut.


"Pelan-pelan Han, turunnya."ucap emir kepada hana, yang kini sedang turun dari dalam pesawat tersebut.


"Iya, kak."sahut hana.


Bersambung...........

__ADS_1


__ADS_2