
Setelah selesai memasukkan semua barang belanjaan ibu lisa, kedalam bagasi mobil. Pak joko dan sintia pun masuk kedalam mobilnya ibu lisa, dan pak joko langsung melajukan mobil itu. Dan kini mobil ibu lisa, meninggalkan halaman parkir supermarket X tersebut.
Mobil itu pun, melaju di jalanan ibu kota Jakarta dengan kecepatan sedang. Ibu lisa menyuruh pak joko untuk menepikan mobilnya itu, di pinggir jalan. Karena ibu lisa ingin membeli sesuatu dulu, di seberang jalan.
"Pak joko, tolong berhenti dulu. Saya, mau beli sesuatu di sebrang jalan sana."titah ibu lisa kepada pak joko.
"Baik, ibu lisa."sahut pak joko kepada ibu lisa, lalu menepikan mobil tersebut di pinggir jalan.
Lalu ibu lisa pun, keluar dari dalam mobil tersebut sambil membawa tasnya. Sintia juga ikut turun dari dalam mobil itu, dan menghampiri ibu lisa yang mau menyebrang jalan. Sintia menawarkan bantuan kepada ibu lisa, untuk menyebrang jalan.
"Ibu lisa, apakah ada yang bisa saya bantu Bu?."tanya sintia kepada ibu lisa, yang kini menghampiri sang majikannya itu.
"Tidak usah sintia, saya bisa sendiri. Kamu disini aja yah, saya cuma mau beli sesuatu dulu di sana."tolak ibu lisa kepada sintia, sambil menunjuk ke arah toko kue.
"Ya udah sintia, saya kesana dulu."sambung ibu lisa kepada sintia, lalu kini pergi dari hadapan sintia.
"Iya, bu lisa."sahut sintia kepada ibu lisa.
Ibu lisa pun mulai melangkahkan kakinya, menyebrangi jalanan ibu kota Jakarta. Sebelum ibu lisa sampai di sebrang jalanan itu, tiba-tiba ada satu mobil yang melaju yang melaju sangat kencang dari sebrang jalan tersebut.
Dan mobil itu pun akan mengenai ibu lisa, yang sedang menyebrangi jalanan tersebut. Sintia yang melihat mobil itu akan menabrak ibu lisa pun, langsung berteriak memanggil nama majikannya itu.
"IBU LISA, AWAS...."teriak sintia kepada ibu lisa, yang melihat ada mobil yang akan menabrak ibu Lisa sebut.
Sintia yang melihat mobil itu semakin dekat dengan ibu lisa, sintia pun berlari menghampiri ibu lisa disana. Sintia refleks langsung mendorong tubuh ibu lisa, ke pinggir jalan. Dan akhirnya sintia lah, yang tertabrak mobil tersebut.
"Bruk."suara mobil yang menabrak tubuh sintia.
__ADS_1
Kini tubuh sintia, terkapar di pinggir jalan dan berlumuran darah. Sedangkan mobil yang telah menabrak sintia itu langsung pergi dari sana, dan kini entah kemana mobil tersebut.
Di kampung halamannya sintia, ibunya sintia sedang mencuci piring. Namun tiba-tiba piring itu jatuh dari genggaman tangannya, dan akhirnya piring itu pecah di lantai. Ibu laras menerka-nerka ada kejadian apa sebenarnya, kok tiba-tiba piringnya pecah. Firasat seorang ibu, tiba-tiba tertuju ke anak perempuannya yang berada di Jakarta.
"Prang."suara piring pecah di lantai.
"Astagfirullahal'adzhim."kaget ibunya sintia, ketika melihat piringnya pecah di lantai.
"Ada apa yah, kok tiba-tiba piringnya bisa pecah gini yah?."gumam ibu Laras.
"Apa ini ada hubungannya dengan sintia yah!, semoga saja jangan. Kok, perasaanku nggak enak yah. Ada, apa ini?."lirih ibu laras.
"Semoga kamu nggak kenapa-kenapa yah, nak, dan semoga Allah selalu melindungi mu di sana. Aamiin ya rabbal'allamiin."doa ibu lisa, untuk sintia.
"Aku harus cepet-cepet beresin pecahan piringnya, sebelum ada yang kena pecahan piringnya."ucap ibu laras, lalu langsung membereskan pecahan piringnya tersebut.
Ibu lisa yang yang melihat sintia tertabrak mobil pun, langsung menghampiri sintia di sana. Dan memanggil orang-orang, yang ada di sana untuk menolongnya. Ibu lisa meminta tolong kepada orang-orang yang ada di sana, untuk membawa sintia ke mobilnya. Orang-orang yang ada di piring jalan pun menolong ibu lisa.
"Tolong, tolong, tolong."teriak ibu lisa kepada orang-orang yang ada di sana.
"Bapak-bapak, tolongin saya, angkatin gadis ini ke mobil saya."ucap ibu lisa kepada bapak-bapak yang berada disana.
"Ibu kenal dengan gadis ini, Bu?."tanya salah satu bapak-bapak.
"Iya, pak, saya kenal dengan gadis ini. Di itu adalah ART saya, pak."jawab ibu lisa.
"Baik, bu, kita akan menolong ibu untuk membawa gadis ini ke mobil ibu. Iya nggak, bapak-bapak."sahut salah satu bapak-bapak yang berada di sana, sambil meminta persetujuan dari bapak-bapak lainnya.
__ADS_1
"Iya, pak."sahut bapak-bapak yang ada di sana.
"Oh, yah Bu, di mana mobil ibu?."tanya salah satu bapak-bapak itu kepada ibu lisa.
"Disana pak, mobil saya berada."sahut ibu lisa kepada bapak-bapak itu.
"Ya sudah bapak-bapak, ayo kita segera angkat gadis ini. Kasian dia, kalo dibiarin bisa kehabisan darah nantinya."ucap salah satu bapak-bapak.
"Iya, pak, bener. Ayo, pak."sahut bapak-bapak lain.
Ada 4 bapak-bapak yang menolong untuk mengangkat sintia, ke mobilnya itu lisa. Empat bapak-bapak itu mengangkat tubuh sintia, dan langsung membawanya ke mobil ibu lisa. Sesampainya di mobil tersebut, lalu pak joko segara membuka pintu tengah mobilnya ibu lisa.
Empat bapak-bapak itu pun, langsung menaruh sintia di kursi tengah mobil tersebut. Ibu lisa langsung berterima kasih kepada, keempat bapak-bapak yang sudah menolongnya itu. Lalu ibu lisa ikut menyusul sintia masuk, ke dalam mobilnya.
"Bapak-bapak, makasih yah, sudah mau tolongin saya. Ya sudah yah, bapak-bapak, saya bawa gadis ini ke rumah sakit dulu. Permisi, bapak-bapak."ucap ibu lisa kepada empat bapak-bapak itu.
"Iya, Bu, sama-sama."sahut salah satu bapak-bapak tersebut.
"Iya, Bu."timpal keempat bapak-bapak tersebut, kepada ibu lisa.
Ibu lisa langsung menyuruh pak joko untuk, segera pergi ke rumah sakit terdekat. Pak joko pun, langsung bergegas menuju ke arah rumah sakit terdekat. Kini ibu lisa sedang memegangi tubuh sintia, agar tidak jatuh akibat guncangan di dalam mobil.
"Pak joko, kita cari rumah sakit terdekat sekarang."titah ibu lisa kepada pak joko.
"Siap, Bu Lisa."sahut pak joko kepada ibu lisa, lalu langsung mencari rumah sakit terdekat dari sana.
"Sintia, kamu bertahan yah, nak."ucap ibu lisa kepada sintia, sambil memegangi tubuh sintia, agar tidak jatuh akibat guncangan mobil.
__ADS_1